
Setelah selesai berbelanja Mobil pun melaju menuju apartemen Senja, setengah jam kemudian mereka pun sampai di apartemen Senja. Akan tetapi Sky harus segera ke kantor karena ada hal yang mendesak.
"Senja, aku pergi ke kantor dulu ya, jika kamu mau menemui kakak beradik tersebut kabari aku saja, nanti aku akan menemani mu ya," ucap Sky langsung berpamitan pergi.
Senja hanya tersenyum saja dengan sikap ramah Sky. Senja pun meletakkan beberapa bahan makanan setelah selesai dia pun membuat masakan nya sendiri, mumpung sedang di rumah dia pun membuatnya sendiri, saat Senja sedang asyik memasak, dering ponselnya terus saja bersembunyi.
Senja menikmati memasaknya, bahkan setelah memasak dia langsung bersih-bersih setelah itu berganti pakaian karena merasa risih, setelah beberapa jam dia pun makan sambil memegang ponselnya.
Senja terkejut, ada panggilan video dari Jeni, Senja pun mengirim pesan kepada Jeni. Jeni pun membalas dengan panggilan telpon.
📱"Hai Senja, bagaimana kabar kamu?" sapa Jeni panggilan video.
📱"Alhamdulillah aku baik sehat selalu, kabar apa nie?" jawab Senja sambil makan.
📱"Kamu nggak dengar tadi lagi masak ya, itu lagi makan," ucap Jeni menunjuk makanan yang di santap oleh Senja.
📱"Haha, iya benar banget Jeni, tadi habis berbelanja dengan Sky, karena aku males beku diluar jadi nya aku masak saja deh," ucap Senja tersenyum.
📱"Kamu serius berhubungan dengan Sky," ucap Jeni bertanya dengan memberikan ekspresi menggoda.
📱"Haha, mana mungkin lah, Sky pasti ada wanita yang dia sukai, nggak mungkin aku kan," ucap Senja menjawab dengan tersenyum.
📱"Ih kayaknya nggak deh, Sky itu menyukai mu dari dulu, coba deh Senja perhatikan setiap gerakan dia bicara dengan mu, aduh jadi wanita jangan polos banget dong," ucap Jeni sambil tersenyum menggoda.
📱"Haha, kayaknya itu hanya feeling mu saja Jeni, mau bicara hal apa nie? aku jadi penasaran tidak biasa menelpon berkali-kali," ucap Senja mengalihkan pembicaraan.
📱"Haha😀, iya lupa jadinya, dua Minggu lagi aku dengan Tara akan bertunangan sekalian dengan pasangan Siska dan Heri, kira-kira kamu bisa datang nggak," ucap Jeni bertanya dengan penuh harap.
📱"Ehm, nanti aku jadwal kan dulu, terus tanggalnya berapa?" ucap Senja bertanya sambil berpikir apakah ada agenda tanggal itu di Indonesia.
📱"Sudah aku kirim di ponsel, aku berharap kamu datang Senja, kamu Dara dan Elka pun akan datang juga sekaligus saja kita reuni," ucap Jeni menjawab.
📱"Nanti aku kabari lagi pokoknya Jeni, oh ya Jeni aku tutup duku ya karena ada panggilan telpon nie," ucap Senja.
__ADS_1
📱"Oke deh orang sibuk mah emang sudah sih," ucap Jeni sambil tertawa dan melambaikan tangan untuk menutup telpon.
Senja pun meletakkan ponselnya kembali, dia pun kembali beraktifitas melihat leptop nya kembali. Karena banyak pembelajaran yang tertinggal sehingga Senja harus mengejar ketertinggalan dan tugas-tugas yang wajib di kumpul, karena dosen nya memaklumi masalah yang dihadapi Senja kala itu.
Senja pun fokus dengan tugas-tugas nya, hingga bel apartemen nya pun berbunyi.
"Ehm, ada tamu siapa yang datang?" ucap Senja keheranan.
Dia pun melihat orang pembawa paket tersebut, dan membuka pintu nya, setelah di berikan makanan tersebut pengantar makanan tersebut pun pergi.
Senja pun menelpon Sky, karena tertulis Sky yang mengirim buat Senja.
📞"Hai Sky, apakah benar kamu yang mengirim makanan? aku sudah mengirim fotonya," ucap Senja bertanya.
📞"Iya bener banget, kamu makan saja ya, tadi aku sungguh teringat pada mu, mau aku antarkan tidak sempat lagi, karena masih ada meeting kembali," jawab Sky.
📞"Oke deh, aku terima, sebelumnya terima kasih ya Sky, akan tetapi jangan sering-sering ya, aku bisa membeli sendiri kok," ucap Senja.
📞"Oke deh, kalau mama mu yang berkata begitu, aku hanya diam saja, aku tutup dulu ya Sky," ucap Senja.
📞"Oke Senja, jangan lupa tersenyum selalu ya , nona cantik," ucap Sky menggoda.
📞"Skyyyyyy," teriak Senja emosi.
📞"Hihi, baiklah aku tutup dulu," ucap Sky langsung menutup panggilan tersebut karena Senja sedang kesal dengan godaannya.
Senja pun terus bergumam dengan dirinya sendiri, akan tetapi entah kenapa dia tersenyum dengan tingkah unik Sky, Senja tidak berhenti tersenyum.
Senja pun kembali mengerjakan tugas kampusnya, setelah dia menyelesaikan makanan yang di antarkan melalui kurir.
Sore pun menjelang, saat Senja hendak keluar apartemen dia terkejut ketika berada di lift bertemu dengan Lia dan Andara. Andara terkejut melihat Senja di sini.
"Wah, inikah takdir ternyata kita di gedung apartemen yang sama ya, kalau begitu sering juga ya kita bertemunya," ucap Lia sambil memegang lengan Andara.
__ADS_1
"Kok kamu diam saja sih Senja, emangnya aku menghilangkan mood kamu gitu bicara dengan ku, aku tidak mengambil suami kamu loe Senja, kita menikah secara sah," ucap Lia mengucapkan dengan keras di telinga Senja.
Senja saat itu tidak mendengar apapun, sebab sejak keluar apartemen dia memakai hendset, jelas Lia tidak tahu karena Senja memakai jaket.
"Kamu dengar aku nggak sih,"ucap Lia geram dan memegang pundak Senja.
"Ada apa Lia? maaf saya tidak mendengar kamu," ucap Senja memandang Lia.
"Ih, kalau orang berbicara dengan kamu, bisa dengarin nggak sih," ucap Lia mendengus kesal.
"Sorry Lia, saya tidak mendengar kamu bicara apa? saya sedang mendengarkan persentase teman kampus saya," ucap Senja memasang hendset nya kembali
Lia pun geram dan menyambar rambut Senja dengan kuat, Senja tetap santai menanggapinya, hanya Andara yang mencoba memegang tangan Lia dan berusaha melepaskan.
"Lia !!! lepaskan sekarang, kalau tidak..." ucap Andara dengan kekesalan.
Lia pun melepasnya dan masih emosi di dalam dirinya. Senja pun keluar karena sudah sampai di tempat tujuannya, padahal itu baru di lantai dua. Senja pun bersandar dan merapikan rambutnya, saat dia ingin membuka lift, dia melihat Sky di hadapannya.
Sky pun keluar dari lift dan langsung memeluk Senja dengan rambut yang acakan dan tetesan air mata jatuh di wajah Senja.
"Katakan, siapa yang membuat begini? aku akan kasih pelajaran pada orang tersebut," ucap Sky penuh kekesalan, dan menghapus air mata dari pipi Senja yang masih terus mengalir.
Senja hanya diam saja, air matanya lah yang mengartikan dari segala kesakitan nya pada saat itu, sehingga Sky bingung harus berkata apa lagi.
Senja pun masih menangis dalam pelukan Sky tanpa bicara apapun, Sky pun mengajak Senja kembali ke lift, akan tetapi Senja lebih memilih duduk sejenak dan menangis sejadi-jadinya.
💜💜💜💜💜
Penasaran, tunggu saja kelanjutan nya ya.
like dan comment ya, terima kasih.
vote dan gift jangan lupa😂
__ADS_1