
Jeni Lansyega adalah anak seorang pengacara ternama di Jakarta. Ibu nya yang seorang dokter, sehingga semua kebutuhannya terpenuhi. Begitupun abangnya Roy Lansyega, Roy yang sebentar lagi akan menyelesaikan magister di Australia memiliki sebuah hubungan yang tidak diketahui siapapun. Termasuk adeknya Jeni, yaa Roni memiliki hubungan dengan Siska. Wanita pendiam yang gaul menurutnya alias kutu buku. Namun, karena hal itu lah beberapa temannya jika memilih lebih bertanya ke siska daripada ke Jeni. Sehingga membuat Jeni semakin jengkel dengan Siska.
Tanpa terkecuali pacarnya sendiri Heri, yang terkadang bertanya tentang suatu hal pada siska.
Hingga suatu hari.....
"Siska... " teriak Senja dari jauh.
Siska pun menoleh ke arah Senja dan menunggu kehadiran Senja.
"Yaa... ada apa Senja?" ucap Siska.
"Ada yang mau saya tanyakan tentang buku lawyer" ucap Senja.
Siska pun membantu menjelaskan yang tidak dipahami oleh Senja. Meskipun Senja di perusahaan seorang pemimpin, dia tidak malu bertanya kepada orang yang lebih paham. Yaa... Siska memiliki sebuah cita-cita ingin menjadi seorang Jaksa. Karena cita-cita nya lah Siska mengambil jurusan hukum sejak remaja.
"Thank you Siska... " ucap Senja.
"Sama-sama, jika kurang dimengerti tanyakan saja sama saya ya Senja" ucap Siska dengan tersenyum.
Yaa Siska memiliki kepribadian yang hamble kepada setiap orang, karena dia terlalu fokus dengan buku sehingga teman-temannya enggn berbicara dengannya.
__ADS_1
-----------------------
Senja, Heri, Dara, Elka, Andara dan Jeni kumpul di kantin seperti biasa. Mereka kumpul meskipun sekedar makan dan menggosip (hehehe ).
"Eeh ada hot news... " ucap Dara memasang wajah serius.
"Apa hot news....? ucap Elka dan Heri bersamaan.
"apa sih Dara, jangan buat kita penasaran" ucap Jeni.
Senja dan Andara hanya diam saja, serta memakan bakso yang mereka pesan. Semia teman-temamnya Dara pun penasaran atas beritanya.
"Waaah kereeen yaa Siska mendapatkan beasiswa, wajah sih thu anak emang kutu buku" ucap Heri dengan wajah takjub.
"ehm biasa aja kali thu muka Heri..." ucap Jeni dengan wajah kesalnya.
Aduuuh, cewek gue cemburu lagi. Bujuk nya sulit nie gumam Heri dalam hati.
"Bagus dong, itu namanya mengharumkan nama sekolah kita..." ucap elka dengan wajah santainya.
lagi-lagi Senja dan andara hanya mengangguk saja, sembari melahap pentol bakso yang terasa enak dilidahnya.
__ADS_1
"Sudah-sudah, saatnya makan nanti keburu masuk kelas lagi loe" ucap Senja.
Merekapun mengiyakan dan langsung melahap bakso yang di depan mereka. Kalau Senja sudaj bicara, semua teman-temannya seolah manut dengan ucapannya. Entah di lidah Senja ada magnet apa nggak, jika orang lain bicara padanya pasti mingkem dan manut.
Bel pun berbunyi pertanda istirahat usai...
------------
"Hai Siska, selamat yaa atas keberhasilan kamu" ucap Senja.
"ehm keberhasilan apa Senja" ucap Siska menampakkan wajah kebingungannya..
"kamu dapat beasiswa ke autralia kan?" ucap Senja.
"Oh itu, iyaa alhamdulillah diberi kesempatan" ucap Siska.
"terima kasih ya Senja, kamu yang pertama mengapresiasi" ucap Siska.
"semua teman senang kok atas keberhasilan kamu, hanya bingung mengungkapkan" ucap Senja.
Senja dan Siska pun berbicara hingga jam pelajaran kembali dimulai.
__ADS_1