Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 20-Kabur dari Rumah


__ADS_3

Andara debat hebat dengan Papa nya dikarenakan Andara harus stop dari sekolah untuk pindah ke sekolah lain di luar negeri. Papa Andara sudah lama menginginkan Andara untuk fokus demi bisnis yang dikuasai papanya sekarang. Namun, Andara bukan jiwa bisnis bahkan dia tidak berkeinginan untuk kuliah bisnis.


"Andara nggak suka diatur beginie pa, Andara sudah bilang akan mengikuti skill yang Andara inginkan, Andara berharap papa mendukung kemauan aku," ucap Andara dengan nada kesal.


"Kamu tidak tahu apa-apa tentang dunia bisnis sekarang, makanya papa menyiapkanmu sejak dini. Karena yang akan meneruskan perusahaan papa kamu. Tidak ada alasan buat kamu menolak, karena kamu anak satu-satunya papa," ucap papa dengan suara yang lantang dan keras.


"Cukup pa!, papa sudah cukup mengatur hidup Andara. Andara sudah lelah dengan aturan papa, jadi tolong untuk ke depannya biar Andara urus sendiri urusan Andara," ucap Andara dengan suara yang lantang dan keras.


Hingga tamparan pun melayang ke wajah Andara. Andara pun merasakan kesakitan itu dan pergi begitu saja dari rumah. Ketika hendak keluar mama menahan Andara, namun Andara masih kuat ingin keluar dari rumah.


Ketika Andara keluar dari rumah papanya tersungkur jatuh atas kejadian yang terjadi, dia menyesal sudah menampar Andara. Namun, mama tetap menenangkan papa. Hingga papa diboponh masuk kedalam kamar oleh mama dan pembantu yang ada di rumah.


*****


Andara pun berjalan tanpa arah tujuan, hingga ada sebuah motor yang meneranginya.


"Itu loe Andara, hei...hei...hei," ditepuk keras pundak Andara keras oleh Heri.


Andara pun langsung memeluk Heri dan menumpang menginap di rumah Heri. Heri pun mengajak Andara ke rumahnya, kala itu rumah Heri sedang tidak ada orang di rumahnya sebab kedua orang tua dan adekknya jalan-jalan ke Jepang selama 2 minggu sekaligus perjalan bisnis papa.


Motor pun berjalan dengan perlahan, karena Heri paham jika Andara tidak berbicara berarti masalah yang dihadapi Andara sangatlah berat. Heri pun hanya diam saja tanpa menanyakan apapun. Heri pun memberhentikan kendaraannya di mini market untuk membeli keperluan rumah.


"Andara kamu tunggu di luar dulu ya, aku ingin membeli sesuatu untuk keperluan rumah," ucap Heri sambil masuk ke swalayan.


Andara hanya mengangguk mendengar ucapan Heri.


"Masalah apa yang dihadapi Andara, harusnya dia istirahat karena besok sudah sekolah kembali," gumam Heri dalam hati.


Setelah Heri selesai berbelanja perjalanan pun dilanjutkan kembali.


Di dalam hati Andara.

__ADS_1


"Kenapa papa melakukan ini pada ku? aku sudah cukup baik menuruti semua maunya, bahkan aku tidak pernah membantah, sedang sekarang papa sudah berani menamparku, apakah begini perlakuan yang akan ku alami jika aku terus membantah," gumam Andara dalam hati.


Heri pun di dalam hatinya.


"Semoga Andara baik-baik saja, apa yaa yang harus aku lakukan padanya? dia sekarang ini lebih banyak diam dari biasanya, bagaimana bisa aku banyak tanya padanya?" gumam Heri dalam hati.


Heri pun terus bergumam dalam hatinya atas sikap diam yang ditunjukkan Andara padanya. Kekhawatiran Heri cukup diterima karena melihat luka lebam di pipi Andara.


Sesampainya dirumah Heri


Tibalah pada sebuah rumah yang dikelilingi taman karena Mama Heri sangat menyukai tanaman. Berada di taman tersebut merasakan kesejukannya. Andara pun duduk di sisi taman tersebut terdapat sebuah tempat duduk yang nyaman.


Heri pun meletakkan semua makanan yang dibelinya dan membawa keperluan lain ke dalam rumah dan mengambil air minum. Setelah selesai Heri pun mengajak Andara untuk berbicara. Dan ucapan Andara memberi Heri terdiam.


"Heri terima kasih atas tumpangannya, saat ini saya belum bisa cerita. Saya juga menumpang sementara ditempat mu dan meminjam pakaianmu karena saya keluar rumah tidak membawa apapun kecuali dompet dan ponsel ku saja," ucap Andara dengan wajah yang lemas.


"Baik, kalau begitu Andara istirahat saja yaa. Tempat tidur sudah dirapikan dan ada pakaian yang sudah saya siapkan," ucap Heri mengarahkan Andara menuju ruangan tempat dirinya istirahat.


Heri pun mengajak Andara untuk istirahat, usai mandi dan sarapan Andara pun terlelap dari tidurnya. Sebelum Andara tertidur tanpa terasa air mata mengalir di pipinya, sambil menatap pipinya yang sedang di tampar.


"Pa, andai saja kamu tidak pernah menamparku, tidak mungkin aku akan pergi dari rumah, sekarang aku bingung bagaimana berperilaku, mungkin saat ini menjauh adalah hal yang tepat daripada aku menetap di rumahku, untung saja bertemu Heri kala itu," ucap Andara dalam hati.


Perlahan Andara pun terlelap dalam tidurnya.


Saat Heri berada dikamar, tidak lama Heri mau beranjak rebahan suara handphone berbunyi berulang-ulang.


"Duuuh siapa sih yang menganggu tidurku," gumam Heri dengan nada kesal


Heri pun mengangkat telpon tersebut.


"Lah, mamanya Andara menelpon gue harus jawab apa nie?" ucap Heri.

__ADS_1


Herinoun berpikir harus berkata apa? hingga dia menemukan solusinya.


" Ya tante ada apa?? " ucap Heri menjawab seadanya.


"Heri, apakah Andara berada di rumah kamu?" terus belum sempat obrolah mama Andara diputus oleh Heri dan dijawabnya seadanya.


"Tante Andara tidak baik-baik saja, tapi sekarang dia sudah istirahat kok tante. Ohya tante kenapa pipi Andara jadi merah? apakah habis ditampar? atau bagaimana saya khawatir tentang Andara?" ucap Heri bicara dengan sekonyong-konyongnya.


Mama Andara pun menceritakan semua kronologis ceritanya. Dan Heri memahami situasi tersebut karena dia pun pernah mengalami, hanya saja papanya memberikan kesempatan untuk menyelesaikan dulu di school Internasional.


"Sepertinya Andara masih mau sendiri tante, karena tadi dia tidak banyak bicara, Andara lebih banyak diam makanya saya menyuruhnya untuk beristirahat," ucap Heri menjawab.


"Tolong kabari tante ya, kalau terjadi sesuatu dengan Andara, karena Tante tidak ingin terjadi sesuatu dengan Andara, terus apakah Andara mengatakan sesuatu," ucap mama Andara.


"Ehm tidak ada sih Tante, sepertinya Andara syok saja, karena dia terus menatap pipinya, tadi saya mencoba mengobati nya dia tidak mau, mau diobatinya sendiri," ucap Heri panjang lebar menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu, tolong jagalan Andara untuk Tante yaa Heri, maaf sudah merepotkan kamu dan keluarga kamu," ucap Mama Andara.


"Aman Tante, mama, papa dan adik-adik ku sedang tidak di rumah, jadi hanya kami berdua, aman Andara berada di sini, Tante fokus saja dengan kesehatan om disana," ucap Heri berkata seadanya.


"Baik kalau begitu, Tante tutup dulu yaa Heri, terima kasih sekali lagi," ucap mama Andara.


"Sama-sama tante," ucap Heri.


Percapakan terputus karena malam sudah menampakkan peraduannya.


braaaaakkkkk....


Terjadi sesuatu pada Andara....


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2