
Heri pun segera mendekati Jeni dengan jalan perlahan. Namun, tangan Heri ditarik oleh Siska.
"Sini, guek perlu bicara sama loe Heri" ucap Siska.
"nanti saja bicaranya, gue mau nemui Jeni" ucap Heri dengan wajah penuh amarah.
"Gue suka sama loe Heri" ucap Siska.
Heri mendengar ucapan Siska, langsung menatap Siska langsung dengan penuh tanda tanya. Bahkan dibenaknya sudah banyak pertanyaan atas pernyataan Siska barusan.
"Kenapa loe diam??? loe pacaran dengan Jeni kan, makanya loe cemburu melihat Jeni jalan dengan laki-laki lain" ucap Heri.
"Yaa gue sudah pacaran dengan Jeni selama setahun, dan gue cinta banget sama dia hingga semua tingkah manjanya membuat gue nyaman meskipun gue paling nggak suka cewek manja" ucap Heri panjang lebar.
"loe tenang saja, cowok barusan yang loe lihat dia itu Tara adik gue. Tara mengagumi cewek loe, jadi gue berharap jangan ambil kebahagian adik gue, sebagai balasannya jika loe perlu bantuan suatu saat gue siap membantu" ucap Siska menjelaskan dengan penuh keyakinan.
"Oke, gue simpan janji loe" ucap Heri.
"Okey, simpan saja janji gue" ucap Siska.
__ADS_1
"Tunggu loe mau kemana, dan satu lagi apa maksud loe memberikan pernyataan itu tadi" ucap Heri.
Siska pun menoleh dan menjawab atas pernyataannya barusan...
"Itu bener pernyataan gue yang pertama dan terakhir, dan gue nggak akn berani mengucapkan kepada pria manapun jika suatu saat gue jatuh cinta lagi. Karena yang pertama saja gue sudah ditolak" ucap Siska dengan senyumannya.
"Semoga loe bisa bertemu laki-laki lebih baik lagi, jika gue tidak pacara dengan Jeni. Bisa jadi gue menerima pernyataan cinta loe, tapi sekarang cinta gue buat Jeni" ucap Heri..
"Oke, gue pamit duluan ya mau ke kelas" ucap Siska.
Siska bergegas masuk ke kamar mandi. Siska menangis didalam kamar mandi tersebut.
Siska pun selesai dari kamar mandi dan merapikan pakaian serta rambutnya, namun Senja tiba-tiba mendekatinya.
"Siska, pelangi akan ada untukmu. Fokus saja dengan impianmu yaa" ucap Senja memberikan dorongan motivasi kepadanya..
"Terima kasih Senja..." ucap Siska dengan penuh semangat.
Bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat selesai. Jeni dan Tara pun selesai dengan pembicaraan mereka, bahkan Tara meminta no handphone Jeni. Dan Jeni memberikan nomornya tanpa bertanya tujuan Tara sebenarnya.
__ADS_1
-----------------------
Di ruang kelas, Jeni dan Heri lagi-lagi kirim-kiriman kertas tulisan..
"Jeni, tadi kamu bicara dengan siapa di kantin" ucap Heri dalam tulisannya.
"Oh itu Tara namanya, tadi dia menanyakan kantin dimana, nggak tahu nya kita banyak bahan obrolan. Tak terasa sudahsatu jam kita bicara, kamu cemburu ya sayang" ucap Jeni dalam tulisannya.
"Yaa jelas gue cemburu, gue cinta banget sama loe" ucap Heri.
"Maag sayang, jangan marah ya. Kita hanya temanan kok, aku juga sayang sama kamu" ucap Jeni menangkan pacarnya melalui tulisan.
"oke gue maafin..." ucap Heri menunjukkan wajah senyum nya pada pacarnya..
Begitupun dengan Jeni menampakkan wajah senyumnya kepada Heri.
Dari arah berlawanan Siska melihat keduanya, Siska beranggapan kalau dirinya memang tidak pantas buat Heri. Siska pun menyingkirkan perasaan cemburu yang tidak jelas dalam dirinya. Sehingga membuat aktivitas Siska lebih semangat lagi dengan melepaskan perasaannya.
Lebih baik sudah diungkapkan, jadi tidak lagi jadi beban guman Siska dalam hati atas pernyataan cintanya.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷