
Sosok tersebut tampak bahagia mendapatkan informasi yang dilihatnya, Sky merasa ada seseorang yang mengintai mereka, akan tetapi selama tidak melukai orang dicintainya dibiarkannya saja.
Senja pun larut dalam kebahagiaan, setelah hari yang dilaluinya yang menguras air matanya, Senja tertawa bahagia bersenang di atas meja makan dengan canda dan tawa keluarga tersebut. Bahkan, Sky saja hanya tersenyum tersipu melihat kemanisan setiap nada bicara Senja.
Hingga senyuman nya pudar, saat dering ponselnya berdering.
๐"Iya Hallo, bagaimana bisa tiba-tiba begitu? baiklah saya akan segera ke sana," ucap Sky mendengar sesuatu terjadi tentang perusahaan nya.
๐"Baik bos, kami tunggu di kantor," ucap sekretarisnya.
Sky pun menutup panggilan tersebut dan berkata pada keluarganya.
"Mama, Senja dan Saga, saya harus kembali ke kantor, malam ini Senja menginap di rumah saja ya, atau saya antar saja sekarang," ucap Sky khawatir sebenarnya dengan Senja.
"Ehm nggak perlu Sky, aku sudah besar kok, bisa mengatasi semuanya," ucap Senja menjawab.
"Tapi Senja, yang dikatakan Sky benar lebih baik malam ini, kamu tidur di rumah kita saja ya," ucap Mama Sky.
"Iya mami Senja, malam ini tidur di rumah kita saja yaa," ucap Saga memohon.
"Jadi bagaimana Senja?" ucap Sky bertanya.
"Baiklah aku akan tidur di rumah kalian," ucap Senja menjawab.
Sky pun berpamitan dengan keluarga nya menuju ke kantor.
"Oma, kita masih mau kemana nie?" ucap Saga bertanya.
"Kita belanja makanan saja, karena stok di kulkas tinggal sedikit, mau bantu mama kan Senja," ucap mama Sky bertanya pada Senja yang sedang melamun.
"Iya ma, okey kita selesaikan dulu makanan nya," ucap Senja tersenyum.
Mereka pun menyediakan makanan mereka setelah selesai mereka pun berbelanja keperluan dapur.
Satu jam pun berlalu, mereka pun mencari tempat ibadah karena waktunya solatnya. Setelah mendapatkan mushola dan barang belanjaan di bawah oleh sopir mereka, sisanya di pegang sendiri.
Setengah jam pun berlalu, mereka pun kembali ke mobil untuk pulang ke rumah. Saga pun tertidur dengan sangat pulas. Begitu pun dengan mama Sky, hanya Senja yang masih menatap layar ponselnya.
"Ehm, memang lebih baik, jika aku tidur di rumah Sky saja, mana ini sudah malam juga kan," ucap Senja bergumam.
Senja pun tertidur pulas, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Setengah jam pun berlalu, mama Sky terbangun lebih dahulu.
"Mama nyonya sudah sampai di rumah," ucap sopir pribadi mereka.
"Oh ya, terima kasih, tolong bawa kan barang belanjaan tadi ya, biar saya bangunkan yang lainnya," ucap mama Sky.
Mama Sky pun membangunkan Saga dan Senja, semuanya terbangun dan mereka menuju ke rumah.
"Senja, kamu langsung ke ruang tamu saja ya, langsung rehat saja," ucap mama Sky.
"Tapi Tante, bagaimana dengan barang-barang di dapur?" ucap Senja bertanya.
"Kamu jangan khawatir, ada Bik Nilam di dapur okey, saya juga mau mengantarkan Saga dia masih posisi mengantuk walau berdiri begini," ucap mama Sky.
"Baik Tante, terima kasih," ucap Senja menuju ruang tamu tempatnya tidur.
__ADS_1
Senja pun menuju kamar tersebut, begitu pun dengan mama Sky yang mengantarkan Saga terlebih dahulu untuk masuk ke kamarnya.
Di tempat yang berbeda.
"Elka sayang, nanti lusa jadi nggak kita ke pertunangan nya Jeni dan Tara serta Siska dan Heri," ucap Dara bertanya pada suaminya.
"Sssst, sayang kamu diam dulu, anak kita sedang tidur nie, aku sudah menidurkan dia," ucap Elka menyuruh istrinya diam dulu.
Dara pun diam untuk sementara waktu, Elka pun mengajak istrinya kembali ke ke ruang tamu, karena anak mereka yang baru berumur 1 tahun berada di kamar yang sama dengan mereka. Sehingga, jika berbicara di dalam pasti akan membangunkan si kecil.
"Aku sih mau saja sayang, mama ku juga pasti senang karena dia akan bertemu dengan cucu nya, akan tetapi sayang sebelum kita kesana, kita pastikan duluan Andara dan Lia datang apa nggak?" ucap Elka.
"Lah apa hubungan pertunangan sahabat kita dengan mereka sayang?" ucap Dara heran.
"Ya, aku nggak suka saja melihat Andara tidak kuat memegang Senja dengan erat, Senja dari dulu aku anggap sebagai adik yaa walau ujungnya kami tidak berjodoh, akan tetapi papa dan mama sudah menganggap Senja seperti anak sendiri," ucap Elka bercerita.
"Wah istriku ide kami bagus juga ya, akan tetapi kamu tidak cemburu kan sayang, aku mengucapkan wanita lain di pernikahan kita," ucap Elka bertanya dengan istrinya penasaran.
"Hihi, cemburu itu pasti sayang, akan tetapi kan aku tahu hubungan kalian dari dulu, bahkan Senja sendiri bilang ke aku, kalau kamu pria baik yang akan selalu menjaga ku, karena itu lah aku yakin kamu tidak akan berpaling dari ku," ucap Dara tersenyum.
"Wah, kalian berdua ternyata dulu pernah menggosipkan aku ya sayang," ucap Elka mulai mau menggelitik pinggang istrinya.
"Aduuuh aw, geli sayang, sudah-sudah hihi, ayo lah kita bobok, bisa kembali kuliah akunya, kamu jaga anak kita pagi yaa, siang aku udah pulang kok sayang," ucap Dara mengecup pipi suaminya.
Keduanya pun kembali ke kamar untuk beristirahat karena malam pun sudah larut.
Pagi menyingsing menampakkan sinar mentari nya. Senja pun meminta izin mau pamit karena ada urusan mendesak, Sky pun mengantarkan Senja ke rumah, akan tetapi Senja malah menolak.
__ADS_1
"Ehm, tidak perlu Sky, kamu ke kantor saja, lagian ini kan sudah pagi, aku bisa jaga diri," ucap Senja berpamitan pada mama Sky dan Saga.
"Senja, biarin saja Sky mengantar kamu, setidaknya Tante merasa nyaman kalau kamu di antar oleh Sky," ucap mama Sky.
"Baik ma, terima kasih atas kebaikannya," ucap Senja berpamitan kedua kalinya.
Senja dan Sky berada di mobil yang sama, Sky pun mengajak bicara duluan.
"Apakah kamu berencana mau ke rumah Maudy dan Maura?" ucap Sky bertanya.
"Rencananya begitu sih Sky, aku sudah memberikan info pada mereka, kenapa kamu bertanya begitu?" ucap Senja bertanya.
"Ya, aku mau ikut dimana pun kamu berada, meskipun tidak semua aktivitas kamu sih," ucap Sky kembali bertanya.
"Ehm, baiklah akan tetapi pagi ini aku ada aktivitas perkuliahan, paling pulang dari kampus," ucap Senja sambil memikirkan jadwalnya.
"Oke, nanti aku jemput, agar kita tidak salah jalan kan nantinya," ucap Sky menjawab.
"Hihi, tapi kan ada *goggle* *maps* kenapa takut tersesat, kamu ada-ada saja sky," ucap Senja tertawa.
Mobil pun melaju ke apartemen Senja. Sky pun melambaikan tangan.
Tunggu episode selanjutnya yaakโบ๏ธ
like dan comment ya, gift dan vote dan bunga.
๐๐๐๐
*note to reader: berbuat baiklah, meskipun baik mu tersebut tidak di pandang orang lain. semangatโบ๏ธ*
__ADS_1