Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 121 - Perjalanan


__ADS_3

Senja pun beristirahat di apartemen nya dengan tenang. Begitupun dengan Sky yang pergi setelah mengantarkan Senja.


"Senja," teriak Sky.


"I-ya, ada apa?" ucap Senja menjawab terbata-bata.


"Kamu melamun kenapa? apakah perkataan Lia telah membuat mu kepikiran?" ucap Sk puny bertanya dan menatap mata Senja.


"Ehm, nggak ada kok Sky, aku hanya berpikir yang lain, oh ya terima kasih ya sudah mengantar aku," ucap Senja berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Sky.


Sky pun keluar dari mobil dan menghampiri Senja yang tengah linglung. Di tarik nya tangan Senja ke sudut gedung.


"Senja, bicara lah, sebenarnya ada apa?" ucap Sky bertanya dan menggoncang tubuh Senja.


Senja pun perlahan menumpahkan air matanya dengan merasa namun dalam diamnya, dia pun terduduk terkulai. Sky yang melihat hal itu bingung harus berbuat apa. Di sisi lain dia ingin sekali memeluk Senja, akan tetapi Senja berkata jangan menyentuh nya karena mereka bukan muhrim.


Sehingga Sky pun hanya membujuk dari luar.


"Senja, kalau kamu mau nangis maka menangis lah, akan tetapi ini di luar gedung, apakah kamu akan menemani mu masuk ke apartemen mu?" ucap Sky bertanya dengan khawatir.


"Ti-dak perlu, kamu pulang saja, aku permisi ke apartemen ku, dan jangan ikuti aku," ucap Senja menundukkan kepalanya.


Sky pun hanya mematung terdiam melihat air mata Senja masih menetes. Senja pun masuk ke dalam lift, tanpa di duga ada Andara di dalam lift tersebut dan melihat wajah Senja menangis.


"Maaf Senja, kamu kenapa menangis? siapa yang membuat mu demikian?" ucap Andara yang masih memiliki perasaan cinta pada Senja.


"Ehm, nggak apa-apa tadi kelilipan saja kok," ucap Senja mengusap air matanya.


"Senja, apakah aku tidak boleh mengkhawatirkan kamu, walau kita tidak memiliki hubungan suami istri, akan tetapi kita berdua masih saling mencintai, kalau tidak karena mu aku tidak mau menjalani pernikahan ini dengan Lia," ucap Andara bicara tegas dengan Senja.

__ADS_1


"I-ya, itu memang keputusan aku, maka kamu harus bahagiakan Lia dan berikan cucu buat mama kamu, agar mama kamu bisa bahagia, jangan membuatnya sedih, dan hubungan kita tidak ada lagi, hanya sebatas saudara semuslim tidak lebih dari itu, dan kita harus membatasinya," ucap Senja bicara tegas.


"Aku belum bisa menerima semuanya Senja, bahkan aku tidak pernah melakukan hubungan itu dengan istriku Lia, karena hatiku masih mencintai mu, sulit bagi ku untuk berpaling Senja, kecuali jika kamu sudah menikah," ucap Andara bicara dengan nada yang lembut.


"Apa maksud mu, bukan kah Lia sudah menjadi istrimu maka berikan hak dan kewajiban mu sebagai suaminya, jangan membuat dia menunggu begitu," ucap Senja.


"Ti-daaak, aku tidak pernah menganggap nya sebagai istri, Lia hanya ku anggap sebagai pengganti dan selamanya akan menjadi pengganti, cintaku hanya untukmu Senja, hanya kamu yang mampu membuat ku jatuh cinta," jawab Andara dengan nada tinggi.


"Aku tidak akan membiarkan Lia berada di hati ku, karena hati ku buat mu, dan sudah ku katakan jika kamu menikah mungkin Lia bisa ku anggap sebagai istriku," jawab Andara dengan lugas.


Senja hanya terdiam tanpa kata-kata. Sejenak keduanya tidak bicara, hingga Lia menatap suaminya keluar dari lift yang mana di dalamnya terdapat Senja. Lia cemburu dengan sikap Senja seperti masih menginginkan Andara, akan tetapi Senja hanya menunduk saja tanpa bicara.


Senja pun hanya meneteskan air mata ketika mendengar perkataan dari Andara. Senja tak pernah berpikir bahwa Andara masih sangat mencintainya, kalau tidak karena dirinya mungkin Andara tidak akan menikah dengan Lia.


Akan tetapi Senja memiliki alasan kala itu, bahwa mama Andara mengancam akan bunuh diri jika Senja tidak mengabulkan, maka Senja hanya menuruti saja tanpa memikirkan perasaan Andara sama sekali.


Senja pun sampai ke apartemen nya, dia pun masuk ke dalam kamarnya dengan tatapan kesedihan, dia pun menangis atas perkataan Andara.


Senja pun terus bergumam dengan dirinya, Senja menyembunyikan dirinya di balik selimutnya, bahkan dering ponsel nya tidak di dengar nya sama sekali.


Karena Senja takut dikhawatirkan dia pun membalas pesan dari Sky, bahwa dia ingin istirahat, Sky yang mendapat balasan tersebut merasa ada sesuatu dengan Senja, akan tetapi tidak dipedulikan nya. Kenyamanan Senja lebih penting dari segalanya.


Di apartemen Lia dan Andara.


Andara masuk ke apartemen menuju kamar mereka, Lia ingin masuk tapi di kunci oleh Andara.


"Andara, bukan pintunya kenapa kamu menguncinya?" ucap Lia teriak dan mengedor pintu kamar.


"Lia, aku mau istirahat, bisakah kamu rehat di kamar sebelah, untuk malam ini saja, biarkan aku sendiri," ucap Andara memohon.

__ADS_1


"Tapi Andara aku istri kamu, aku tahu semua ini salah, akan tetapi semuanya sudah terlambat Andara, kamu tidak bisa kembali lagi dengan Senja, kalian tidak ada hubungan lagi, kalaupun kamu ingin bertemu dengan Senja aku mengizinkan nya hanya saja kamu harus bilang pergi kemana? agar aku tahu keberadaan mu, jadi aku berharap Andara setidaknya kamu menganggap ku sebagai istrimu," ucap Lia panjang lebar untuk membujuk Andara.


Akan tetapi Andara tidak bergeming sama sekali. Andara masih terdiam dengan meneteskan air mata. Lia pun terdiam karena tidak ada jawaban dari Andara.


Lia pun ke kamar tamu untuk istirahat. Padahal Lia sudah membuat kue kesukaan Andara, akan tetapi Lia langsung masuk ke kamar tamu tersebut dan mengunci nya.


Ketiga nya terdiam dalam ruangan masing-masing, bahkan Senja tidak berhenti lagi dari meneteskan air mata. Begitu pun dengan Andara di dalam kamar tersebut, apa lagi Lia yang sudah memiliki kesadaran bahwa cinta tidak harus memiliki akan tetapi dia baru kali ini merasakan cinta yang sangat pada seorang lelaki.


Sebab selama ini Lia hanya di manfaatkan dan tidak memiliki cinta yang tulus, meskipun Andara pun tidak mencintai, akan tetapi Andara tetap memperlakukan nya sebagai seorang suami.


Hingga Lia pun bergumam dengan dirinya


[Tuhan, apa yang harus aku lakukan dalam hubungan ini? sedangkan Andara saat ini sudah menjadi milikku, dan aku istrinya. Apakah aku harus membolehkan nya untuk menuntaskan perasaan mereka yang masih setengah jalan] gumam Lia dalam hati.


Begitupun perasaan Senja.


[Tuhan, apa yang harus aku lakukan? aku akui saat ini sudah ikhlas memberikan Andara untuk istrinya Lia, akan tetapi kenapa aku sakit ketika melihat Andara sedih? apa yang harus aku lakukan] teriak Senja dalam hati.


Hal yang sama terjadi pada Andara.


[Apa yang harus aku lakukan? mencintai Lia dengan sepenuh hati ataukah melupakan Senja yang sudah membawa ke dalam dunia baru, Oh Tuhan berikan aku petunjuk mu] gumam Andara dalam hati.


Ketiga nya dalam kegalutan hati yang tercabik-cabik. Hingga malam pun menutup sinar rembulan, dan mereka terlelap dalam tidurnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


like dan comment ya.


gift dan vote, terima kasih🤭

__ADS_1


__ADS_2