Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 138 - pertengkaran kecil


__ADS_3

#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya 😀


#Next


Setelah itu Pak Leri pun merencanakan segala nya, meskipun malam itu Senja beserta Sky akan berangkat ke Paris. Mereka pun bersiap menuju tempat yang akan di tuju.


Sky memandang bahagia melihat Senja kembali tersenyum hangat seperti biasanya. Begitu pun hal lainnya yang merasakan kebahagiaan pada hari itu.


Sampailah mereka di tempat foto, Senja pun di dandanin cantik dan berpakaian cantik, mereka pun berfoto bersama. Berbagai gaya mereka lakukan, Senja sangat bahagia di hari itu, dia bahkan selalu tersenyum melihat senyum keluarga nya.


Pak Leri sangat bahagia melihat senyuman indah yang terpancar di wajahnya Senja. Sudah lama setelah perceraian dengan Andara dia tidak tersenyum dengan lepas.


Bahkan, yang tidak habis pikir Senja lebih memilih pertunangan tanpa di ketahui siapapun hanya mengumumkan pernikahannya saja. Pak Leri memahami kondisi Senja sehingga hanya menyetujui saja atas kesepakatan keduanya.


Semua keluarga bahagia, setelah mereka semua berfoto, akhirnya mereka bersama makan di tepian sebuah kolam yang besar, yang mana dimiliki oleh perusahaan Senja.


Sehingga si kembar mulai mendekati Senja.


"Kak Senja, nanti kalau kita kuliah dan ada tugas tentang perusahaan boleh nggak kita ke perusahaan kak Senja saja, agar kita nya tidak repot," ucap Dina dengan tersenyum.


"Boleh dong sayang, kata siapa tidak boleh kalau papa mu tidak mengizinkan nanti kakak kirim surat buat papa mu," ucap Senja memandang Pak Leri yang sangat keras dan disiplin pada anaknya


"Haha, enak benar kamu Dina minta kepada Kak Senja, kak Senja karena Dina di ACC oleh kakak, aku juga ya boleh, karena kita berdua mengambil jurusan yang berhubungan dengan perusahaan sebab cita-cita kita untuk memajukan perusahaan kak Senja," ucap Dino dengan tersenyum.


"Boleh sayang, yang penting kalian kuliahnya yang benar ya sayang, agar papa dan mama kalian bangga oke," ucap Senja dengan lembut.


"Kalau kalian mau ke Paris nggak apa-apa pas libur, nanti Om Sky yang membiayai pesawat nya," ucap Om Sky pada si kembar dan memberikan minuman pada Senja.


"Wah asyik liburan ke Paris," ucap si kembar.

__ADS_1


Keduanya pun mulai meninggalkan Senja dan Sky yang tengah berdua, Dina yang menarik Dino karena kembaran nya tidak memahami hal itu, hingga pertengkaran kecil terjadi di antara mereka di meja makan dekat kolam.


"Dasar tidak tahu kondisi, Kak Senja dengan Kak Sky itu mau bicara berdua saja, kamu malah ingin lama di sana, ya ampun nggak paham banget sih kembaran ku tersayang," ucap Dina sedikit berbisik.


"Ya mana aku tahu sih, kalau mereka ingin berdua, kamu kan tahu sendiri, hal percintaan orang dewasa aku masih awam loe dek, jadi kamu jangan manyun gitu ih," ucap Dino meminta pengertian pada adiknya.


"Aaargh menyebalkan sungguh kesal," ucap Dina berdiri dengan nada jengkel.


Mama si kembar pun memandang keduanya, Dino hanya menarik ke dua tangannya ke atas memberi kode bahwa tidak paham dengan kondisi kekesalan adiknya. Padahal, adiknya kesal karena dirinya.


Pertengkaran itu hanya drama kecil bagi si kembar, akan tetapi berbeda hal nya dengan yang lain. Sehingga Saga mendekati Kak Dino dan bertanya kepadanya.


"Kak Dino, kalian berantem karena apa sih? seperti nya sesama saudara berantem itu seru ya," ucap Saga penasaran.


"Kok seru sih Saga, berantem sama Dina itu sungguh menyebalkan, kerjaan nya ngambek kalau nggak di kabulkan, buat emosi jiwa tahu nggak," ucap Dino mengungkapkan perasaan nya.


"Hehe, begitu ya tapi aku rasa itu bentuk cinta kasih kalian sesama saudara, karena jika di Antara keduanya nggak ada kalian saling mencari, kan itu kuat biasa namanya," ucap Saga sambil tersenyum.


"Nggak ada sih kak, aku belajar dari hidup saja, walau usia ku masih muda, tapi waktu bersama dengan papa dan mama duku sangatlah bermakna, sehingga bagi ku kebersamaan seperti ini harus selalu kita jaga," ucap Saga menjawab dengan gaya nya sendiri.


"Iya sih kamu benar, Kak Dino itu sangat menyayangi Dina, walaupun dia sangat menyebalkan tapi dia perhatian bahkan mama saja kalah dengan dia, saking perhatiannya tiap hari kita berantem kecuali jika dia sakit, duh nggak ada Omelan dua sehari bagai nggak hidup dunia kakak," ucap Dino mengungkapkan.


"Nah kan ada perasaan sayang sesama saudara, karena hal itu lah aku sangat iri pada kalian berdua, walau berantem terus tapi saling sayang," ucap Saga dengan wajah tersenyum.


Keduanya pun makan bersama, mama nya Sky hanya tersenyum menatap Saga yang sudah terbiasa akrab dengan keluarga Senja di Indonesia. Karena hal itu lah Saga di senangi oleh para keluarga di sana. Mereka pun menyayangi Saga layak nya keluarga.


Di tempat berbeda.


Andara dan Lia pura-pura terlihat akrab di depan orang tua nya Lia, beralasan bahwa agar orang tua Lia tidak tahu bahwa Andara tidak mencintainya sama sekali. Sehingga mereka berpura-pura sebagai pasangan harmonis.

__ADS_1


Hingga suatu kali mereka makan bersama dengan orang tua Lia yang mengatakan ingin memiliki cucu banyak.


"Andara, apakah kamu menyukai anak-anak yang banyak," ucap mama Lia bertanya.


"Siapapun pasti suka mama?" ucap Andara menjawab seadanya.


"Kenapa dengan sikap kamu Andara? apakah sedang sakit?," tanya mama Lia ketika melihat wajah pucat Andara.


"Nggak tahu juga mama, mungkin capek karena kerjaan mama," ucap Andara tersenyum.


"Kalau begitu mari kita makan saja, bicara nya nanti saja di lanjutkan," ucap papa Lia memecahkan keheningan.


"Yupz mari kita makan kalau begitu," ucap Lia dengan tersenyum.


"Oke kalau begitu kita makan," ucap Andara.


Setelah semuanya selesai makan, papa dan mama Lia izin pamit karena masih ada pertemuan dengan yang lain. Mama Lia pun berpesan pada anaknya untuk menjaga Andara. Lia hanya mengangguk saja atas pesan dari mama nya.


Setelah itu Lia dan Andara masuk ke dalam mobil menuju rumah mereka. Karena Andara sudah sangat lelah, keduanya sudah pisah rumah dari orang tuanya Andara.


Sebab Andara tidak ingin orang tua nya ikut campur dalam urusan rumah tangga nya. Sesampainya di rumah Lia sangat marah dengan sikap Andara yang tidak ramah pada kedua orangtuanya.


"Kalau kamu tidak menyukai ku, setidaknya hormati orang tua ku, jangan bersikap yang tidak sopan, aku tidak menyangka jika kamu akan berpikir begini Andara," ucap Lia marah.


"Lia kondisi ku sekarang memang tidak sehat, kan aku sudah katakan pada mu, tapi kamu tidak mendengarkan nya," ucap Andara mulai melemah.


"Bruk....." Andara jatuh tersungkur ke lantai.


Lia pun memanggil pelayan nya, dan Andara pun segera di letakkan di kamar. Setelah itu Lia menghubungi dokter pribadi mereka. Lia tampak merasa bersalah dengan suaminya. Tidak berapa lama dokter pun datang.

__ADS_1


🍁


Bersambung 🤭


__ADS_2