Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 8 - Come back to school


__ADS_3

*****


Tiba lah di rumah, Andara terus saja tersenyum setelah pulang dari rumah Senja. Mama Syaren sengaja mendiamkan saja anaknya. Namanya juga lagi jatuh cinta, yaa begitulah tingkah orang jika sudah jatuh cinta.


Andara pun berjalan menuju ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur hingga dia berguling di atas kasurnya.


Andara tidak berhenti dari tersenyum, hingga suara dering ponsel menghancurkan lamunannya.


"Yaa Hallo, ini siapa?" ucap Andara ketus.


"Ini mama, sekarang kamu mandi, lalu sarapan ke bawah, ini mau malam sayang, berhenti dulu tersenyum sendiri," ucap mama Syaren.


"Iyaa mama ku tercinta, ini Andara mau mandi kok," ucap Andara memberi tahu.


"Mama tidak percaya, jika dalam waktu 20 menit belum turun juga, mama akan ke kamarmu," ucap mama Syaren.


"Oke, oke ma, siap, Andara akan ke kamar mandi sekarang," ucap Andara bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Andara sangat takut jika mama nya benaran akan masuk ke kamarnya, bisa-bisa omelannya sangat lama.


Andara pun selesai dari mandi, dan bersiap ke ruang makan, untuk makan malam. Setelah selesai Andara izin ke kamar untuk kembali istirahat untuk sekolah besok. Mama nya Andara pun mengizinkannya.


****


Cuaca cerah seperti biasa, langit yang indah nan cantik di pandang seakan-akan ingin lama melihat keberadaannya.


"Nona Senja, Mari kita berangkat ke Sekolah" ucap Pak Leri memanggil Nona Senja


Senja pun bergegas menuju mobil, dan mobil pun menuju ke sekolah. Sampai di sekolah tampak biasa bagi Senja. Namun, di hatinya berpikir keras (ehm kenapa tidak ada yang menyapaku ya, padahal aku sudah berbulan-bulan tidak sekolah, ohya aku kan tidak memiliki teman) bisikan hati Senja.


Dikala Senja memasuki ruang kelas.


Duaaaaar.....


Come back to school Senja Prahara. Ucap semua teman-temannya, tampak semua teman-temannya memeluk dan memberikan cokelat kepada Senja. Hingga Andara pun memberikan ucapan selamat, meskipun demikian Senja tidak suka berpelukan dengan laki-laki.

__ADS_1


Dari kejauhan Dara Anjana memberikan sebuah buket bunga dan cokelat. Serta memeluknya dengan erat. Dalam pelukannya sebuah pernyataan keluar dari Dara Anjana.


"Senja, come back to school . Kamu harus selalu sehat, karena tidak seru Rival ku menghilang begitu saja," Ucap Dara memeluk Senja.


Senja pun memeluk erat pelukan Dara Anjana. Namun yang tidak biasa meskipun tidak keras.


"Dara Anjana, terima kasih buket dan cokelatnya. Tapi aku tidak pernah menganggap siapapun rival di sekolah ini. Aku menganggap kalian semua teman. Meskipun beberapa dari kalian tidak mau berteman denganku," ucap Senja tersenyum pada Data.


Suasana pun selesai menjadi seperti biasa, karena waktunya menunjukkan bahwa belajar akan dimulai.


"Hai Senja, saya Lia. Bolehkan saya duduk di sini dan berbicara denganmu," ucap Lia bertanya.


Mendengar hal itu Senja hanya mengangguk. Karena Senja disibukkan dengan pelajaran yang ditinggalkan selama beberapa bulan.


"Lia, mengapa kamu diam saja. Bukankah tadi ada yang mau dibicarakan. Aku tahu dengan kamu, kamu salah satu siswi di kelas ini bersama ku. Dan aku pun tahu buku resume semuanya darimu. Andara sendiri yang mengatakan. Karena kamu siswi yang rajin mencatat dan prestasi kamu lumayan juga," ucap Senja bertanya.


Percakapan pun cair karena Senja memulai berbicara, Meskipun Lia dan Senja dua wanita yang jarang bicara entah mengapa mereka akrab layaknya sahabat lama yang lama tidak bertemu.


Melihat hal itu Andara mau menghampiri. Namun...


"Baik, terima kasih Jeno," ucap Andara langsung berlari.


Andara pun bergegas menuju ruang Kepala Sekolah.


Tok...tok... permisi...


"Silahkan masuk," ucap Pak Hendson dalam ruangannya.


" Silahkan duduk Andara, ada yang Bapak tanyakan terkait Pensi yang akan diadakan bulan depan," ucap Pak Hendson.


Mendengar hal itu, Andara terdiam bingung mau menjawab apa.


" Untuk saat ini Andara belum buat konsep yang baru, tapi Andara akan menyelesaikannya dan besok melaporkan Ke Bapak dan teman-teman," ucap Andara mengatakan pada Pak Hendson.


"Baik, bapak tunggu kabar dari Andara ya. Bapak berharap Pensi tahun ini lebih baik dari sebelumnya dan menarik," ucap Pak Hendson berharap pada Andara.

__ADS_1


"Baik Pak, akan Andara usahakan buat yang terbaik dan lebih baik dari pensi sebelumnya," ucap Andara memberikan harapan pada Pak Henson.


"Baik, jika begitu silahkan diskusikan bersama dengan teman-teman mu, Bapak menunggu acara kalian bagaimana nantinya?" ucap Pak Hendson.


"Baik Pak, Andara pamit permisi dulu kalau begitu," ucap Andara bersalaman dengan Pak Hendson.


"Silahkan Andara," ucap Pak Hendson.


Andara pun pergi meninggalkan ruang tersebut. Dengan muka lipat sepuluh (penulis nggak tahu gimana wajah lipat sepuluh jangan dipikiran yaa😁).


Tanpa tahu arah tujuan Andara berjalan begitu saja dia menuju ke sebuah taman sekolah yang ditumbuhi dengan berbagai bunga yang indah.


Geduubraaaakkk.....


Lagi-lagi Andara Menabarak seseorang, tentu saja dia repleks dan memegang pinggang orang ditabrak tersebut dalam alam sadarnya pun membangunkan. Dan tanpa dia sendiri orang yang ditabraknya adalah Senja. Melihat kesadaran Andara belum sepenuhnya terbangun dari alam sadarnya. Senja pun menepuk bahu Andara.


"Sorry . Saya tidak sengaja menabrak anda. Sambil menunduk kepalanya ke bawah," ucap Andara dalam kebingungannya.


"Andara, kamu mikiri apa sih?. Baru kali ini aku melihat wajahmu tekuk sepuluh lipat. Biasanya wajahmu itu menampakkan kecerian," ucap Senja bertanya.


Mendengar suara itu, sontak Andara terbangun. Dan melihat sosok Senja yang ternyata ditabraknya lagi. Andara pun memulai pembicaraan dengan Senja. Senja pun menanggapi semua pembicaraan yang disampaikan oleh Andara.


Bel tanda masuk kelas pun berbunyi, Andara dan Senja memasuki kelas masing-masing. Namun...


"Senja, thanks you very much ," ucap Andara mengucapkan terima kasih Senja yang sudah memberikan masukan untuk acara pensi.


" Okey," ucap Senja sambil tersenyum.


Suasana kebisingan kelas pun sekarang telah dilalui Senja. Dia bahagia kembali ke sekolah, dan tidak menyangka semua teman sekelas memperdulikannya. Alasan mereka takut berbicara dengan Senja, karena Senja yang menyendiri dan tidak banyak bicara. Namun, hal itu berubah 180 derajat sejak kesembuhannya. Senja terkadang memulai pembicaraan dan nimbrung dengan teman-teman lainnya.


Karena Senja hanya bertahan sekolah disini selama 6 bulan lagi. Senja pun berusaha mengubah sikapnya, agar dia memiliki teman selama berada disini.


Senja pun ikut permainan dengan teman-temannya, mereka mulai menyukai keberadaan Senja, Senja pun mulai membuka dirinya untuk teman-temannya di kelas. Mereka pun melakukan permainan dengan hati yang riang dan bahagia, tidak ada tampak kesedihan di antara pertemanan tersebut.


Heri yang melihat dari kejauahan bahagia melihat Senja kembali bahagia, Heri menganggap Senja seperti adiknya sendiri, karena Senja selalu membantunya dalam kesulitan kala itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2