
Senja pun segera ditangani oleh tim kedokteran, karena Senja belum melewati masa kritis nya jadi dokter tengah berusaha agar Senja stabil.
Pak Leri sekeluarga panik, datanglah Jeni meminta penjelasan dari Dina.
"Kamu kah Dina yang mengangkat telpon tadi" ucap Jeni bertanya.
"Bagaimana keadaan Senja sekarang?, apakah tim dokter sudah menanganinya?" ucap Jeni khawatir.
"Belum Kak, sudah 1 jam berlalu namun belum ada satu pun dokter yang keluar dari ruangan tersebut.
Jeni pun duduk di kursi rumah sakit itu. Tara yang berada di sampingnya hanya berusaha menenangkan Jeni. Jeni terlihat khawatir dengan kondisi Senja.
Senja dalam mimpi...
"Senja kembali ke dunia nak, mama dan papa pasti akan menunggu mu di sini, tapi belum saatnya sayang" ucap Mama nya.
" Tiiidak, aku mau mau ikut mama dan papa, di sana, tidak ada lagi yang menginginkan Senja bahagia, bahkan Senja belum dikarunia anak oleh Allah, padahal Senja sudah lama menikah, salah Senja apa mama dan papa?, Senja tidak punya teman cerita" ucap Senja menangis.
(Senja yang berada di dunia saat di periksa dokter heran dengan air mata yang keluar dari mata Senja yang tertutup)
"Belum saatnya sayang kamu memiliki anak, suatu saat nanti kamu pasti akan menemukan kebahagiaan mu sendiri, sekarang kembali sayang, banyak yang menunggunya dan menyayangi mu" ucap papa membujuk.
"Tiiidak.. Aku mau bersama papa dan mama, apakah papa dan mama tidak menginginkannya juga?" ucap Senja masih menangis.
"Bagaimana mungkin kami tidak menyayangimu sayang, Ingat kan janji Senja dengan papa dan mama, apakah Senja masih ingat?" ucap mama nya.
"Ehm Senja ingat ma?" ucap Senja sambil menghapus air matanya.
"Kalau ingat apa coba?" ucap papa..
"Aku harus meneruskan perusahaan papa karena banyak karyawan yang bernaung di sana, dan semuanya sayang dengan Senja" ucap Senja mengucapkannya sendiri.
"Nah itu benar, kalau begitu Senja kembali yaa" ucap Mama membujuk.
"Baik, tapi aku mau memeluk papa dan mama" ucap Senja berlari menuju orang tua nya dan mereka berpelukan erat.
Senja dan kedua orangtua pun berpelukan hingga cukup lama bayangan kedua orang tua Senja perlahan menghilang, dan ruh Senja kembali ke dunia.
__ADS_1
******
Rumah Sakit......
"Alhamdulilah, akhirnya pasien bisa melewati masa kritis nya" ucap tim dokter.
Mereka pun keluar setelah 2 jam memastikan keadaan Senja.
"Bagaimana Dokter keadaan Nona Senja kami" ucap Pak Leri.
"Alhamdulillah berkat pertolongan Allah pasien sudah melewati masa kritisnya, jika kalian mau masuk di batasi 2 orang saja yaa* ucap Dokter meninggalkan tempat tersebut.
"Terima kasih dokter " ucap si kembar.
Pak Leri dan Istrinya menemui Senja, si kembar dan Jeni hanya sabar menunggu giliran.
"Kak Jeni, nanti duluan saja biar aku sama Kak Dino keluar beli makanan buat kita semua" ucap Dina memegang tangan kakaknya untuk pergi cari makan.
"Biarin Kak Tara dengan Kak Dino saja, kalian berdua saja nanti yang masuk" ucap Tara mengajak Dino.
"Oke deh kalau begitu" ucap Dina.
"Ohya Dina, kamu tahu nggak alasan Andara menceraikan Senja, karena kami tahu betul pasti itu bukan dari kehendak Andara" ucap Jeni bertanya.
"Yang aku denger sih, mama Kak Andara memilih antara kebahagiaan mamanya atau istri nya, jadi Senja lebih memilih diceraikan daripada diduakan, karena Kak Senja tidak mau di duakan" ucap Dina menjelaskan.
"Terus siapa tunangan Andara?, seperti nya wanita itu begitu dekat dengan Andara" ucap Jeni bertanya kembali.
"Yang aku denger sih Kak entah benar apa nggak?, wanita yang menjadi tunangan nya sekarang memang menyukai Andara di kampus, bahkan wanita itu mencari cara untuk dekat dengan Andara padahal sudah menghindar" ucap Dina menjelaskan.
"Yaa ampun tragis banget sih kisah cinta keduanya" ucap Jeni mendengus kesal.
Dering ponselnya pun berbunyi dari Dara...
"Hai Jeni, bagaimana kabarmu?, bagaimana ada perkembangan baru nggak nie tentang Senja aku mengkhawatirkan nya" ucap Dara.
Jeni pun memberi kode kepada Dina bahwa dia mengangkat telpon sebentar. Dina pun memahami dan mengangguk saja.
__ADS_1
"Sorry Dara, tadi aku lagi di Rumah Sakit jadi bicara dengan anaknya Pak Leri' ucap Jeni menjelaskan dan menjauh dari ruangan.
"Kok bisa kamu bicara dengan anak Pak Leri, apakah ini ada hubungannya dengan Senja?" ucap Dara kembali bertanya.
"Yups benar banget Dara" ucap Jeni meneteskan air mata.
"Kok nada bicara mu jadi berat begitu Jen, coba jelaskan kenapa dengan Senja?" ucap Dara khawatir.
"Dara, senja sekarang berada di rumah sakit, kata dokter tadi sempat kritis karena hal itu dokter sampai dua jam di ruangan tersebut, bersyukur nya setelah dua jam tersebut Senja sudah melewati masa kritis tersebut dan sekarang sudah stabil" ucap Jeni menghapus air matanya.
"Ya Tuhan, semoga Senja segera sembuh kembali, dia orang yang sangat baik, terus apakah benar kalau Senja bercerai karena orangtua Andara" ucap Dara bertanya.
"Benar sekali, tadi Dina anak Pak Leri yang menjelaskan nya pada ku tadi saat kita berdua tadi" ucap Jeni.
Jeni pun menghirup udara yang sudah tidaj segar lagi.
"Kabari lagi yaa Jeni, tentang perkembangan Senja kalau aku bisa ke Indonesia rasanya mau menemani mu" ucap Dara sedih.
"Sudah, kami memahami mu karena sudah ada bayi yang harus kamu asuh" ucap Jeni.
"Baiklah, Jeni aku tutup dulu yaa, semoga Senja kembali sembuh dan sehat seperti semula" ucap Dara.
"Aamiin..." ucap Jeni.
Jeni pun menuju ke ruangan tersebut, saat di sana Dino dan Tara sudah kembali dari beli makanan, saat itu juga Pak Leri dan Istrinya selesai dari dalam. Jeni dan Dina pun bergilir masuk ke dalamnya. Sedangkan Tara dan Dino memberikan makanan dan minuman kepada orang tua si kembar.
Jeni langsung memeluk Senja dan berlinangan air mata. Dina pun mengikuti nya karena dia pun sangat menyayangi Kak Senja.
Jeni pun memegang tangan halus Senja dan berkata :
"Senja, bangunlah kita akan bermain bersama, maafin aku tidak berada di sampingmu, tapi aku janji jika kamu sudah bangun aku pasti punya waktu untuk mu selama di Indonesia" ucap Jeni mengutarakan isi hatinya.
Begitupun Dina...
"Dina juga demikian Kak, kakak mau apa saja Dina siap akan selalu buat Kak Senja, tapi Kak Senja harus bangun dulu agar kita bisa bersama-sama" ucap Dina menghapus air matanya.
Setelah selesai keduanya keluar karena waktu Senja istirahat sudah ditentukan sehingga harus bertanya dulu bagaimana untuk yang menjaganya.
__ADS_1
Setelah ditanyakan ternyata boleh karena ruang pasien Senja VIP.
🍁💐💐💐🍁