Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 122 - Jaga Jarak


__ADS_3

Ketiganya merenungkan semua perbuatan mereka Senja, Lia dan Andara. Hingga malam itu mereka terlelap dalam kesedihan yang mendalam.


Pagi pun memancarkan sinar cahaya bagi yang merasakan keindahannya.


Lia mengetok pintu kamar suaminya yang dari pagi tidak bersuara, hingga Lia sendiri masuk ke kamar suaminya. Dia pun memeriksa suhu tubuh suaminya, betapa terkejut Lia, suhu tubuh Andara tinggi.


Lia pun menelpon dokter pribadi yang biasa keluarga nya telpon. Dokter pun datang dan memeriksa mengatakan bahwa Andara hanya demam biasa, dokter pun memberikan resep obat kepada Lia. Lia pun langsung menyuruh temannya yang biasa dia suruh untuk membeli obat sesuai resep obat tersebut.


Lia pun mengompres Andara dengan pelan. Andara bergumam dalam mimpinya meminta maaf dengan Senja dan dirinya. Awalnya Lia tidak bisa menerima, akan tetapi dia memaklumi semua yang terjadi.


Lia hanya berusaha sabar karena dia juga gegabah mengambil keputusan tersebut. Waktu pun terus berlalu, Andara pun terbangun dari tidurnya. Di atas meja tersebut tersedia obat, kompres serta makanan buat dirinya serta surat dari istrinya.


To : Suami ku.


Maaf ya aku harus pergi ke kampus karena harus presentasi, lagian juga kamu kan tidak mau melihat wajah ku, jadi aku sudah memeriksa suhu tubuh mu sudah kembali normal. Jangan lupa minum obat jika sudah membaca surat ini.


Ehm, jika aku pulangnya malam berarti aku menginap di rumah teman ku. Kamu tenang saja, aku baik-baik saja. Memang lebih baik jika kita jaga jarak saja sekarang.


Jika kamu menginginkan kita pisah apartemen akan ku lakukan, atau biar aku saja nanti pulang saat kamu tidak ada. Kamu cukup kasih jadwal kamu di luar.


Itu saja suamiku, aku izin ke kampus.


Dari : Istrimu.


*


Andara yang membaca surat itu hanya menghela nafas yang tidak jelas. Andara terus berpikir tentang dirinya.


[Untung hari ini tidak ada jadwal kuliah, ehm sepertinya aku harus di rumah saja, agar Lia tidak khawatir lagi, dia sebagai istri sudah menjalankan tugasnya, akan tetapi aku... argh aku bingung harus melakukan apa] teriak Andara dalam hati.


Andara pun meminum obat dan makan yang sudah di siapkan istrinya. Andara pun hari itu hanya istirahat sepuasnya di rumah. Hingga seharian itu kerjaannya hanya rebahan.

__ADS_1


Hingga dia tiba-tiba teriak memanggil istrinya.


"Lia, kamu kemana?" teriak Andara.


"Ya ampun, aku lupa kalau dia tidak di rumah, ehm malam ini sepi sendirian di rumah, walau tidak bicara setidaknya bisa melihat wajahnya sudah cukup," ucap Andara.


Andara pun menelpon istrinya, hanya sekedar menanyakan kabarnya.


Dering ponsel Lia pun berbunyi, pembicaraan dengan temannya pun terputus untuk sementara, karena panggilan tersebut dari suaminya.


📞" Ya Hallo suamiku, ada apakah gerangan?" ucap Lia dengan santun.


📞"Kamu dimana? kok ramai begitu," ucap Andara bertanya.


📞"Ohya, aku sekarang sedang dikampus, masih ada beberapa hal yang di didiskusikan terus kita nanti kumpul di apartemen teman," ucap Lia menjelaskan.


📞"Jadi benaran kamu malam ini nggak bakal pulang ke rumah," ucap Andara bertanya.


📞"Iya, di surat kan sudah aku bilang, malam ini aku tidur dengan temanku di apartemen nya, kami hanya kumpul dengan wanita saja kok," ucap Lia menjelaskan.


📞"Nggak bisa, aku sudah janjian dengan teman-teman ku lagian juga kamu kan sedang sakit, jadi di rumah saja pemulihan, kan aku sudah bilang kita jaga jarak saja sekarang," ucap Lia dengan tegas.


📞"Iya, tapi mau selesai jam berapapun aku jemput ke sana, kamu itu istriku dan kamu adalah tanggung jawab ku Lia, ingat kamu sudah punya suami, jadi dibolehkan apa nggak nya harus izin suami?" ucap Andara penuh penekanan.


📞"Maaf Andara, untuk sekarang aku belum ingin melihat wajahmu, kita jaga jarak saja sekarang, lagian jika aku sampai rumah, aku tidak berniat berbicara dengan mu," ucap Lia menurunkan nada bicaranya.


📞"Baiklah, aku mengizinkan mu malam ini tidur di rumah teman mu, tapi kirim alamatnya agar aku jemput kamu pulang," ucap Andara.


📞"Tidak perlu, kami langsung ke kampus, karena kosan teman dekat dengan kampus, lagian juga besok ada presentasi jadi kami mempersiapkan nya," ucap Lia mencoba berdamai dengan hatinya.


📞"Kamu mencoba menghindari ku kah, aku suami mu, kenapa harus di hindari," ucap Andara mendengus kesal.

__ADS_1


📞"Tanyakan sama dirimu, yang menggigau ketika sakit menyebut nama Senja berulang kali, meminta maaf pada dia, maka aku mengizinkan mu untuk meminta maaf padanya, kan sekarang aku tidak di rumah, maka berkomunikasi lah dengan mantan istrimu, aku tutup dulu, kami mau pergi," ucap Lia langsung mematikan panggilan tersebut.


Semua teman Lia yang mendengar hal itu pun terdiam, akan tetapi Leia mencairkan suasana. Mengajak teman-teman nya untuk membeli cemilan nanti malam. Mereka pun pergi dengan kendaraan masing-masing.


Waktu pun berlalu Andara yang berada di rumah merenung semua perkataan istrinya. Dia malah makin penasaran perkataan apa yang membuat Lia begitu sakit hati dengannya.


[Wajar saja jika istriku belum mau bicara dengan ku, toh aku yang memulai semuanya, dia tidak bersalah, berarti aku harus menyelesaikan urusan pribadi ku dengan Senja] gumam Andara dalam hati.


Saat Andara hendak menuju apartemen Senja, tampak Sky menunggu di luar dan Senja pun keluar dengan pakaian rapi.


"Hayo, kita menemui mereka berdua," ucap Senja tersenyum.


"Oke, ohya Senja kamu sudah mempersiapkan semua nya," ucap Sky bertanya.


"Sudah sih, kemungkinan keduanya nya kita bisa masukan ke bakat melukis dan menyanyi saja, kita masukan mereka ke sekolah tersebut, agar kedua kakak beradik itu bisa sejahtera ke depannya," ucap Senja tersenyum.


[Kok, aku merasa ada yang melihat dari belakang ya, ehm tapi siapa ya,] gumam Senja sambil menoleh kebelakang.


"Kamu kenapa Senja menoleh ke belakang? apakah ada orang lain yang ingin kamu temui?" ucap Sky bertanya sambil melihat arah belakang.


"Ehm nggak ada kok, hayo kita pergi," ucap Senja langsung mengajak Sky masuk ke lift.


Keduanya pun masuk ke lift, walau Senja merasa ada yang memandang mereka dari belakang, akan tetapi Senja tenang karena ada Sky di sampingnya.


Keduanya pun mengobrol tentang Maura dan Maudy, dua wanita remaja yang mau mereka angkat sebagai adik mereka. Keduanya terlihat semangat ketika mengadakan pertemuan keduanya di sebuah mall.


Senja pun masuk ke dalam mobil Sky, Sky tampak bahagia kali ini dia bisa bersama dengan wanita yang dia cintai. Meskipun saat ini Senja belum bisa membuka dirinya


🍁🍁🍁🍁🍁


Penasaran.

__ADS_1


like, comment, gift dan vote ya🤭


terima kasih.


__ADS_2