
Setelah selesai menyelesaikan tugas di Indonesia Senja pun harus kembali ke Paris tempat kuliahnya. Kebetulan juga bersamaan dengan Sky, mama Sky dan Saga. Jadi keluarga Pak Leri yang mengantarkan mereka ke bandara.
"Kak Senja, kapan lagi pulang ke Indonesia?" ucap Dina memeluk.
"Sabar yaa adikku tersayang, aku pulang 2 tahun lagi selesai kok perkuliahannya," ucap Senja pada Dina.
"Idiiih, nggak adil atuh kok yang dipeluk Dina saja, Dino nggak boleh apa?" ucap Dino seperti merengek.
"Sini kakak peluk kalian berdua," ucap Senja membujuk si kembar.
Sky yang melihat hal itu merasa bahagia karena Senja di kelilingi olah orang-orang baik di sekitarnya, sekarang tugasnya yang menjaga nya di Paris.
Pesawat pun melaju, akan tetapi betapa terkejutnya Senja, Lia dan Andara satu pesawat dengan mereka. Bahkan Lia sendiri yang menyapa Senja.
"Hai Senja, kamu apa kabarnya?" ucap Lia begitu bahagia dan memegang tangan Andara dengan erat.
"Ehm saya baik kok," ucap Senja menjawab seperlunya.
"Oh baguslah, tetapi kenapa kamu tidak datang ke pernikahan kita, malah membawa sebuah hadiah yang sangat bagus," ucap Lia.
"Kebetulan hari itu perusahaan sedang sibuknya, jadi saya meminta tolong kepada karyawan saya untuk mengantarkan hadiah di pernikahan kalian," jawab Senja dengan nada datar.
"Wah kalian sudah jadi keluarga bencana ya, kamu sudah lengkap itu, ada lelaki, seorang anak kecil dan ibu mertua," ucap Lia menjawab dengan yang dilihatnya dan menunjukan ke arah Senja.
"degh..." hati Senja begitu sakit mendengar perkataan tersebut, dia pun mengakhiri pembicaraan tersebut dengan menutup matanya dengan buku di depannya.
Sky ingin menjawab, akan tetapi Andara sudah melakukan tugasnya sebagai seorang suami yang mendidik istrinya.
"Kamu keterlaluan banget Lia, Itu sahabat Senja sejak kecil dan juga jangan mengusik Senja, kamu bisa paham nggak sih?" ucap Andara memahami dengan nada melotot.
"Aku tidak akan mengusik Senja, jika kamu memulai menyukai ku Andara, fokus mata mu hanya untuk ku saja, kamu sekarang milikku dan kita menikah dengan resmi bukan diam-diam, dan aku seorang wanita yang sangat pencemburu berat, jadi aku berharap kamu bisa memahami akan hal tersebut," ucap Lia langsung cemberut.
__ADS_1
Andara dan Lia kembali diam, Lia lebih memilih tidak memperpanjang masalah tersebut, akan tetapi hatinya sakit ketika Andara memilih membela Senja, padahal mereka sudah menjadi masa lalu.
[Maafkan aku Senja, saat ini Andara adalah milikku, jadi aku hanya ingin menunjukkan kepemilikan ku saja, ku harap kamu mengerti] gumam Lia dalam hati.
Senja di dalam hatinya.
[Aku mengerti maksud di hati mu Lia, aku tidak ada lagi hubungannya dengan Andara, kami sekarang hanya sebagai orang asing saja, jadi ku harap ke depannya jaga saja suami mu] gumam Senja dalam hati.
Semua orang yang berada di pesawat tersebut pun beristirahat dengan tenangnya. Setelah sejam kemudian pesawat lepas landas.
Saat Antri menunggu tas mereka, Saga dan Mama Sky pergi ke kamar mandi, sedangkan Sky berdua menunggu tas mereka dengan Senja.
"Senja, setelah ini apakah kamu akan kembali ke rumah mu tersebut, atau ke rumah kita dulu? bukankah barang-barang mu belum di pindahkan semuanya," ucap Sky khawatir.
"Ehm, kalau Andara harus pindah ke rumah ku dong, kalau Senja bisa menempati apartemen itu sementara, daripada jika di rumah Sky akan jadi fitnah," ucap Lia dengan nada sinis.
"Cukup Lia, hayoo kita pulang, Sky dan Senja, saya minta maaf atas kelakuan Lia, kami permisi dulu ya," ucap Andara menarik Lia untuk pergi meninggalkan keduanya.
Andara pun memegang tangan Lia untuk sementara setelah itu di lepaskan nya dengan kuat.
"Kalau kamu mau aku tidak menganggu Senja maka jangan ada hubungan atau perasaan pada Senja lagi, aku adalah istri sah mu, jadi tanggung jawab mu hanya pada ku seorang," ucap Lia berjalan lebih duluan.
Andara kesal dengan sikap Lia yang kekanak-kanakan, baginya melakukan provokasi itu hal yang tidak dewasa dan Andara tidak menyukai hal itu.
Sementara itu, Senja terdiam atas ucapan Lia yang mengaduk hatinya. Hingga Saga membuyarkan lamunan nya.
"Kak Senja, kenapa melamun? oh ya tadi aku membeli cokelat kakak mau nggak menerima cokelat cinta dari Saga," ucap Saga sambil tersenyum memperlihatkan gigi nya.
Senja pun tersenyum dan mencium Saga dengan hangat. Bahkan, Saga mengatakan sesuatu yang mengejutkan semuanya.
"Mama Senja, apakah aku boleh memanggil demikian, karena mama ku pernah bilang siapapun yang menolong ku nanti, jika itu lelaki aku akan memanggilnya papa, jika dia perempuan maka aku akan memanggil mama, dan itu pesan dari mama, apakah kak Senja membolehkan aku memanggil mama?" ucap Saga penuh harapan.
__ADS_1
"Saga, jangan begitu dong, Kak Senja kan masih muda, lagian juga Kak Senja pasti bahagia dengan menganggap mu sebagai mana mestinya, maaf yaa Senja," ucap mama Sky.
"Boleh kok, akan tetapi Saga saat ini harus menuruti kata nenek dan Om Saga ya, karena Kak Senja tidak selalu bersama mu sebab fokus dengan kuliah, akan tetapi sesekali kakak akan silaturahmi, okey," ucap Senja tersenyum pada Saga.
"Horeee, akhirnya aku punya mama, jadi kalau di sekolah nanti, aku akan bilang bahwa papa ku Sky dan mama ku Senja," ucap Saga dengan bahagia.
Sky dan Senja pun terdiam mendengar perkataan Saga, akan tetapi keduanya pun sama-sama terdiam, Senja lebih memilih untuk beristirahat sedangkan Sky fokus ke ponselnya.
Saga pun terlelap dalam tidurnya, mereka semua yang berada di mobil tersebut terlelap dalam tidur kecuali sopir dan Sky.
Setengah jam kemudian.
Saga di bangunkan, begitupun dengan Senja.
"Senja bangun, ini udah sore jadi kamu istirahat di rumah Tante dulu ya, setelah itu besok Sky yang mengantar kamu ke rumah, sekarang ikut Tante dan beristirahat," ucap Mama Sky.
Senja pun mengikuti saja, dia hanya membawa keperluan barang pribadinya sisanya di bawa kan oleh Sky dan pelayan rumah Sky.
Saga, mama Sky pun mengantarkan Senja ke kamar tamu, karena kamu tamu tersebut setiap hari di bersihkan.
"Senja, kamu istirahatlah ya, Tante yakin kamu capek, Saga juga mau bawa ke kamarnya," ucap mama Sky menutup pintu, akan tetapi di cegah oleh Saga.
"Nanti dulu omma , aku mau bicara dengan mama Senja dulu, boleh ya," ucap Saga mendekati Senja
"Mama Senja yang cantik dan manies, ke depannya jangan sedih lagi ya, kalau ada yang menyakiti mama bilang sama Saga, Saga akan terdepan melindungi mama," ucap Saga sambil tersenyum.
"Terima kasih sayang," ucap Senja mencium kening Saga.
"Makasih mama, Saga mau tidur kalau begitu," ucap Saga melambaikan tangannya.
Saga dan mama Sky pun pergi meninggalkan Senja di kamar tersebut.
__ADS_1
💜💜💜💜
Penasaran, like dan comment ya jangan lupa bunga dan vote , terima kasih.