Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 127 - Pertunangan tunggal


__ADS_3

Pagi pun menjelang, sebelum mereka pergi ke pertunangan tersebut, mama si kembar sudah menyiapkan mereka sarapan di pagi hari dengan ditemani oleh mama Sky yang membantu.


Mama Sky membangunkan Senja dan Saga untuk sarapan ,mereka pun menuju kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu, sedangkan si kembar di bangunkan oleh mama mereka. Pak Leri dan Sky sudah berada di luar menghidupi mesin mobil, sembari menunggu laporan untuk sarapan bersama.


Ketika Senja pulang, dia berkeinginan rumahnya ramai, karena dia tidak ingin sendirian, sehingga satu keluarga pak Leri tinggal di rumah Senja begitupun dengan Sky satu keluarga.


Karena hal itu bisa membuat Senja Bahagia tanpa kesepian sendirian apalagi dia gagal mempertahankan pernikahan nya dengan Andara. Bahkan Senja rela dengan ikhlas Andara menikahi Lia, yang sebenarnya hanya Lia yang mencintai Andara. Sedangkan cinta Andara hanya untuk Senja.


Ketika semuanya selesai, mereka pun ke ruang makan untuk sarapan bersama, Senja sangat bahagia rumahnya ramai hingga dia mengambil fotonya dengan bantuan alat agar semuanya dapat semuanya moment tersebut.


Senja begitu bahagia melihat kebersamaan dengan mereka tersebut, hingga dia tidak berkeinginan untuk datang ke pertunangan sahabat nya, akan tetapi Jeni sudah sangat baik padanya.


Jadi baginya wajib untuk datang ke pertunangan tersebut, Senja hanya terdiam jika memikirkan hal itu. Karena dia sangat malas mendengar ucapan orang-orang di sekitarnya.


Setelah selesai sarapan mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian pesta. Ketika semuanya selesai hanya Senja yang masih saja di kamarnya, hingga mama Sky dan mama si kembar menghampiri Senja ke kamar.


"Senja, kamu baik-baik saja kan," ucap mama Sky dan mama si kembar bersamaan.


"I-ya saya baik, saya akan keluar, maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Senja menenangkan pikirannya dan siap dengan segala resiko.


Senja pun keluar dari kamarnya dan mereka akhirnya berangkat juga, mobil terbagi menjadi dua, di mobil satunya keluarga Pak Leri dan satunya keluarga Sky di dalamnya ada Senja juga.


Sesampainya di aula tersebut.


Jeni meliuk matanya mencari Senja, akan tetapi belum terlihat juga, padahal hadiahnya sudah datang lebih dulu, hingga Tara pun bertanya padanya.


"Sayang, kamu sedang melihat apa sih?" ucap Tara penasaran.


"Aku menunggu kedatangan Senja, katanya janji datang,sedangkan hadiahnya juga sudah datang, teman ku lainnya seperti Dara dan Elka juga sudah datang, kalau Andara mana peduli aku, dia teman dekatnya Heri," ucap Jeni sambil melihat ke sekelilingnya.


Saat waktunya tiba, Senja pun muncul membuat hati Jeni datang, hingga Jeni memegang tangan Tara untuk mengajak nya kesana.


Tara pun membantu Jeni untuk menemui Senja, Senja yang melihat hal itu langsung menemui Jeni dengan cepat.

__ADS_1


"Senja, aku kangen, aku pikir kamu nggak datang, malah hadiahnya yang sudah datang semua,," ucap Jeni mulai bersikap manja dengan Senja.


"Hihi, aku datanglah mana mungkin nggak," ucap Senja.


"Wah ada Saga dan si kembar," teriak Jeni.


Mereka pun pelukan, Jeni sangat menyayangi si kembar dan Saga, Jeni sangat menyukai anak-anak, bahkan karena hal itu lah Tara mantap menikahi Jeni meskipun saat ini orang tuanya bercerai akan tetapi Jeni masih bersikap baik pada kedua orangtuanya.


Pertunangan pun di mulai, Jeni dan Tara menuju tempat yang sudah di sediakan. Tampak juga Siska dan Heri yang bertunangan di hari yang sama.


Ini semua atas kesepakatan ketiga keluarga untuk melakukan bersama, dan selain menghemat dana, untuk perkumpulan keluarga sekalian. Hal itu lah yang membuat papa Jeni suka dengan acara sekaligus ini, sedangkan pernikahan juga akan di adakan satu bulan lagi, dan dilakukan bersama.


Pertunangan tersebut berjalan dengan lancar, tanpa ada kejadian yang memalukan. Akan tetapi Senja terpaksa mendengar cemoohan dari mama Andara. Di saat Lia bersama mama Andara dalam kondisi hamil.


"Wah Lia, mama senang kamu lagi hamil sekarang, semoga sehat selalu ya," ucap mama Andara sambil menyinggung Senja yang berada tidak jauh dari mereka.


"Selamat ya jeng, menantu barunya akhirnya bisa memiliki anak," ucap teman mama Andara.


Sedangkan yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing, hingga Jeni yang menyapa nya dari belakang ditemani dengan Dara.


"Hei cantik," ucap Jeni dan Dara kompak.


"Eh kalian, tumben ke sini bukankah kalian harusnya bersama dengan pasangan kalian," ucap Senja bertanya.


"Haha, argh sekali-kali juga bersama dengan teman lah, gimana kabar perkuliahan kamu Senja," tanya Dara sambil merangkul kedua sahabatnya.


"Ehm berjalan lancar, aku akan menyelesaikan nya secepat mungkin karena aku harus kembali ke Indonesia dan fokus dengan bisnis di sini," ucap Senja dengan tersenyum.


"Wah bagus kalau begitu, akhirnya sahabat dekat ku ada di samping ku," ucap Jeni penuh bahagia.


"Ayo kita makan bersama Senja, kita temani ya, jangan hiraukan perkataan yang buat kepala pusing," ucap Dara menarik tangan Senja menuju makanan yang sudah tersaji.


Senja pun mengikuti keduanya, kedua sahabatnya tidak pernah berubah dari nya. Mereka pun memilih meja yang kosong, hingga seorang kolega Senja mendatanginya.

__ADS_1


"Hay nona Senja, bagaimana kabarnya?" ucap koleganya.


"Seperti yang anda lihat saya sehat, bagaimana dengan anda?" tanya Senja.


"Saya sehat juga nona, oh ya nona terima kasih ya atas kerja sama yang membuat perusahaan ku maju pesat hingga sekarang," ucap koleganya.


"Iya pak sama-sama, bapak ke sini dengan siapa?" tanya Senja.


"Dengan istri dan anakku, nah itu mereka menuju kemari," ucap koleganya.


"Hay nona Senja, terima kasih atas semua dukungannya, kalau bukan karena saham nona yang masuk ke perusahaan kami, kami tak akan bisa berdiri di sini," ucap istri koleganya tersebut.


"Iya makasih ya kak Senja, aku pria yang akan melindungi keluarga ku, karena kakak juga akhirnya aku bisa sembuh total," ucap anak kolega tersebut.


"Iya sama-sama semoga kamu jadi anak yang sukses dan jadi kebanggan orang tua mu ya," ucap Senja.


Keluarga tersebut pun meminta foto, jadinya Dara lah yang memfoto mereka dengan Senja. Setelah itu mereka pergi dulu karena masih ada urusan dengan yang lainnya.


Hingga Jeni dan Dara penasaran atas cerita barusan dari koleganya tadi.


"Cerita nya gimana itu Senja? kok bisa perusahaan Bapak itu maju pesat," tanya keduanya.


"Hihi, kalian berdua ini penasaran atau memang mau menghibur aku," ucap Senja dengan senyumannya.


" Ya, kita nanya serius dong, karena kita berdua ini akan dikasih amanah oleh orang tua kita tentang bisnis, jadi lebih baik kita belajar pada teman yang lebih paham duluan," ucap keduanya bersamaan.


"Nanti jika ada waktu, aku pasti mengajar kan pada kalian, waktu nya kita makan dulu ya," ucap Senja menyuapi kedua sahabatnya.


Ketiganya pun saling bercanda satu sama lain, tanpa menghiraukan kesibukan pasangan mereka yang berkumpul dengan sahabat mereka lainnya.


🍁🍁🍁


like dan comment ya🤭

__ADS_1


__ADS_2