
Andara dan Senja pun menikmati setiap kebersamaan mereka di hotel tersebut tanpa hp, tanpa apapun yang dipikirkan oleh keduanya hanya lah sebuah kepuasan yang diinginkan oleh mereka selama ini. Bahkan Andara kembali semangat ketika istrinya menerimanya kembali dan mereka memulai kembali dari nol.
"*Sayang... terima kasih yaa sudah memaafkan aku dan menerima ku kembali, aku janji ke depannya akan jujur pada mu setiap yang aku lakukan" ucap Andara dengan posisi keduanya masih berpelukan.
"iya sayang, tidak apa-apa, aku juga mencintaimu dengan setulus hatiku semoga pernikahan kita bisa damai dan aman selamanya" ucap Senja*.
Keduanya masih diposisi tanpa bu***** berpelukan dan dengan masih memiliki hasrat keduanya meneruskan adegan ran**** tersebut.
Sensor
****
Tara kembali ke Indonesia, dan beberapa menit kemudian sampai di rumah. Namun, dia belum menerima pesan balik dari Jeni.
"kemana kah dia sekarang? apakah terjadi sesuatu?' ucap Tara kesal.
Saat Tara melamun dan beristirahat dikamarnya, dering ponselnya berbunyi...
drrrrrrtttt..... drrrrtttt...
"Hai sayang... maaf yaa baru di balas" ucap Jeni menahan rasa sakit karena habis kecelakaan dan sekarang berada di Rumah Sakit.
"Ehm tiada maaf bagimu..." ucap Tara kesal.
Namun Jeni melepaskan ponselnya karena teman-temannya kampusnya pada menjenguknya.
"*Ya ampun Jen, kaki mu sampai seperti ini bagaimana dengan motor yang kamu pakai?" ucap Tata teman dekatnya.
'hehehw motor sih aman, cuma rusak sedikit dan sudah dibawa ke bengkel oleh sopir ku" ucap Jeni.
"teman-teman kampus nanti sore ke sini, mereka masih di jalan khawatir melihat kondisimu" ucap tata.
"Ya ampun tata... kenapa teman-teman pada kesini aku jadi malu" ucap Jeni*.
Tata dan Jeni pun berbicara dengan lepas dan canda tawa. Namun, Jeni lupa bawa Masih dalam panggilan telpon dengan Tara. Tara pun mematikan dan berniat nanti malam akan berkunjung.
Di kamar Tara...
__ADS_1
"aku pacar apa sih? baru juga jadian tapi aku masih mementingkan ego ku, dia sekarang di rumah sakit, bahkan tidak mau menceritakan nya pasti alasan tidak mau membuat ku repot dan membuat ku khawati, nanti malam aku harus ke rumah sakit" ucap Tara mencari nomor ponsel mama Jeni.
Tara pun berusaha menelpon mama nya Jeni dan di angkat oleh Mama Jeni dan memperbolehkan Tara menjaga Jeni, kebetulan mama nya sudah sangat lelah. Tara pun bergegas mandi dan makan serta menuju ke Rumah Sakit.
Saat Tara hendak pergi mama nya bertanya ;
"kamu hendak kemana Tara? kan baru sampai rumah sudah pergi lagi" ucap Mama Tara.
"ehm Jeni masuk rumah sakit ma, tadi mama Jeni nelpon aku, jadi aku mau jagain Jeni di sana" ucap Tara bergegas.
"yaa sudah hati-hati yaa sayang, titip salam buat Jeni semoga segera sembuh" ucap Mama Tara.
"oke siap ma" ucap Tara.
Tara pun mengenderai motor dengan cepat menembus angin malam dengan memakai jaket pemberian dari Jeni, wanita pertama yang membuat nya jatuh cinta untuk pertama kali
Sesampainya di rumah sakit Tara bertemu dengan mama Jeni dan berpura-pura dengan anaknya untuk pulang.
Pintu pun diketok oleh Tara...
"Assalamualaikum Tante dan Jeni"
"baik Tante, Tara akan jaga kekasih Tara" ucap Tara kepada Mama Jane.
Mama Jane hanya bisa tersenyum kecil dan mencium kening Jeni agar beristirahat dengan tenang.
Tara dan Jeni akhirnya berdua saja di ruangan tersebut. Jeni menutup wajahnya dengan selimut putih tersebut, karena takut bakal di omelin sama Tara kalau tahu dia masuk rumah sakit.
"My Jeni ku, aku kan sudah bilang sama kamu, kalau ada apa-apa cerita sama aku, hal apa yang terjadi pada dirimu, kamu tahu sendirikan khawatirnya aku bagaimana?" ucap Tara kesal dan duduk menghadap Jeni yang sedang menutup wajahnya dengan selimut putih tersebut.
"iyaaa maaf Tara... karena kamu baru sampai mana mungkin aku cerita dengan kamu, kasian kamu lelah" ucap Jeni takut dengan Tara.
"aku khawatir sayang, aku merasa jadi cowok egois kalau aku tidak tahu keadaan mu" ucap Tara.
"terus kamu dapat informasi ku dari siapa?" ucap Jeni penasaran.
"tadi, dari percakapan dengan temanmu mungkin kamu lupa mematikan panggilan tersebut hingga aku masih mendengar percakapan dengan teman kampusmu tata" ucap Tara me jelaskan...
__ADS_1
"ohw sejak itu ya sayang, eheheh maaf ya semoga kamu tidak marah' ucap Jeni.
"aku tidak marah sayang, hanya saja berharap kesepakatan kamu beri tahu aku jangan sampai aku tahu berita tentang mu dengan orang lain" ucap Tara tegas.
"Yaa sudah jangan marah, hayoo temani aku tidur kasurnya muat dua orang" ucap Jeni.
"ih kamu ngaco sayang, kasur kecil beginie mana muat buat 2 orang" ucap Tara.
Tara pun mengabulkan permohonan kekasihnya, benar saja Jeni langsung menarik tubuh Tara dan mereka pun pelukan tanpa melakukan apapun.
"aku merindukan mu tara, bahkan sangat rindu' ucap Jeni mendongak ke wajah Tara.
cuuup.... ciuman pun mendarat ke bi*** seksi Jeni. lalu keduanya pun terlelap dalam tidur mereka.
"Jeni aku pun sangat merindukan mu" ucap Tara dalam lirih.
***
"aaaargh...." Lia berteriak dengan sekesal-kesalnya karena tidak mendapatkan yang diinginkannya. Lia menghempas barang-barang di depan matanya bahkan hal itu terdengar hingga ke kamar kedua orangtuanya.
"Papa, please kita harus ke kamarnya Lia sekarang, aku khawatir Pa tentang anak kita, nanti dia melukai dirinya sendiri 10 tahun yang lalu" ucap Mama nya khawatir.
"tunggu saja istriku, kita harus kesana ketika dia tenang, kamu ingat kan kita pernah menenangkan dia ketika ngamuk begitu malah kena luka kami nya, aku nggak mau hal itu terjadi lagi, dan papa malah menampar Lia kala itu, penyesalan tiada Tara yang papa sesali hingga sekarang" ucap papa Lia.
"jadi kita harus menunggu dia reda baru kita ke kamarnya" ucap Mama..
"iyaa nunggu hati nya sudah tenang baru nanti kita ajak bicara Lia nya" ucap papa menenangkan pikiran istrinya.
"kenapa Andara tidak memiliki? malah dia memilih istrinya, aku sangat mencintai Andara, dan Andara harus menjadi milikku. Saya akan menjadi wanita elegan ke depannya, melakukan trik dengan cara elegan dengan begitu Andara tidak akn mengetahui niat terselubung ku" ucap Lia tersenyum sinis.
Lia pun membereskan kamarnya yang berantakan. Lalu dia mencuci muka, dan keluar dari rumah meminta pelayan di rumah untuk membersihkan kamar tidurnya. Lia pun memberi pesan kepada mama nya bahwa dia baik-baik saja, dan ingin ke salon mengubah gaya rambutnya.
"Ma, Lia izin ke salon yaa. Mama dan Papa tenang saja Lia sudah lebih baik sekarang" ucap Lia dalam pesan tersebut.
"baik Lia, hati-hati ya sayang, jika ada sesuatu hubungi mama segera" ucap Mama Lia.
Lia Sagita satu-satunya anak konglomerat dari Sagiyata papa nya dan mama nya Utari Putri seorang pengusaha terkenal di kota tersebut. Namun, Lia hanya lah seorang anak manja bagi kedua orang tuanya. Tidak banyak berubah dari Lia, namun sejak Lia jatuh cinta banyak perubahan pada dirinya sehingga papa dan mama nya penasaran dan khawatir dengan semua sikapnya.
__ADS_1
🍁💐💐💐🍁