Dermaga Senja

Dermaga Senja
Terpaksa


__ADS_3

Senja terus saja menangis di ruangan tersebut. Pak Leri yang melihat itu hanya bisa menenangkan dan memberikan tisu kepada Senja. Senja baginya seperti anaknya.


"Nona Senja, Apa yang harus saya lakukan agar Nona berhenti menangis?" ucap Pak Leri khawatir.


"Cukup temani saya saja Pak Leri" ucap Senja.


"Baik Nona, tapi Nona keluarga saya berniat mau menjenguk nona malam ini apakah boleh mereka ke sini" ucap Pak Leri.


"Boleh Pak dengan senang hati" ucap Senja tersenyum.


[Aku tak boleh lemah seperti ini, aku hidup sendiri di dunia agar aku bisa kuat menghadapi semuanya, lagian masih ada Pak Leri dan keluarga nya yang sangat menyayangi nya] gumam Senja.


"Pak Leri, tolong berjaga di luar saja ya. Saya mau cuci muka, tidak ada yang boleh masuk keluarga Pak Leri" ucap Senja.


Senja pun masuk ke dalam Kamar mandi, dia melegakan tangisannya yang tadi tertunda. Malam ini mama Andara sedikit pun tidak menjengukku bahkan mengatakan dipesan cepat sembuh pun tidak ada.


"Aaargh" gumam Senja kesal.


Setelah selesai dari kamar mandi, Senja kembali memanggil Pak Leri.


"Siap Nona, Pak Leri lelah kah. Sekarang silahkan duduk saja di Sofa, bagaimana perusahaan beberapa hari saya berada di Indonesia" ucap Senja.


"Semuanya baik Nona, tapi para karyawan merindukan Nona" ucap Pak Leri.


"Merindukan ku, bagaimana bisa?" ucap Senja.


"Saya tau semua yang nona lakukan terhadap para karyawan, nona begitu peduli terhadap para pegawai sehingga waktu semasa sulit dan nona sibuk dengan perkuliahan tidak ada sedikit pun dari mereka berkutik untuk meninggalkan Kantor, mereka malah mengerjakan dengan kemampuan mereka" ucap Pak Leri.


"Ohw begitu kah aku di mata karyawan, jadi rindu dengan perusahaan" ucap Senja.


Waktu pun berjalan dengan cepat. Dering ponsel Senja kembali berbunyi dari mertuanya..


"Hallo Senja, maaf yaa mama tidak bisa menemanimu kamu cepat sembuh yaa, dan mama meminta tolong sama kamu untuk menerima Lia sebagai madu kamu, mama tahu kesalahannya bukankah itu hal yang baik jika suami mu menikah dengan orang yang dikenalnya, jadi mama berharap kamu mau mengabulkan permohonan mama dengan sangat"ucap Mama Andara memohon dipanggilan telpon tersebut.


"Terima kasih maa, atas doanya Senja yakin akan sehat beberapa hari lagi. Senja akan mengabulkan permintaan mama itu H-1 sebelum pertunangan Andara dan Lia" ucap Senja menahan sakit.


"Terima kasih Senja, semoga kamu sehat selalu" ucap Mama Andara bahagia tampak dari cara bicaranya.

__ADS_1


"Tapi ma, Senja meminta satu hal tapi mama harus setuju membantu ku kali ini" ucap Senja tegas.


"Katakan Senja, mama akan membantumu, apapun itu?" ucap Mama Andara.


"Suruh Andara tanda tangan Surat Cerai Di Rumah Sakit, karena Andara tidak mau mentanda tanganinya" ucap Senja menahan tangisnya.


"Kenapa bercerai Senja, mama menyayangi mu karena situasi ini saja sulit mama menjelaskan nya?" ucap mama Andara merasa bersalah.


"Maaf Ma, aku bukan berhati malaikat, jadi sebelum pertunangan itu berlangsung aku ingin Andra sudah cerai dengan aku, Bagaimana pun mama membujuk Andara? karena itulah syarat ku agar mama bisa menikahi Andara dengan Lia.


"Taapi Senja..." ucap mama Andara.


"Ma, aku lelah mau istirahat dulu yaa. Aku berharap mama bisa mengabulkan agar permintaan ku dikabulkan dan permohonan mama untuk menikahkan Lia dan Andara harus dulu memenuhi keinginan ku" ucap Senja.


Panggilan pun terputus.


Senja pun menangis sejadi-jadinya, Keluarga Pak Leri yang melihat itu merasa sakit hati dengan keluarga Andara. Istri Pak Leri yang bernama Yati pun memeluk Senja dengan hangat. Tatapan Senja begitu bahagia begitu dipeluk oleh Bu Yati.


Dino dan Dina adalah anak kembar Pak Leri, saat itu mereka usia 15 tahun. Kedua anak Pak Leri sudah beranjak remaja. Mereka berdua sangat peduli dengan Nona Senja. Bagi mereka Senja sudah sebagai kakak bagi keduanya. Sehingga Dino dan Dina mempunyai keterampilan bela diri, alasan mereka sederhana mereka ingin melindunginya Nona Senja.


"Huuui (menyenggol kepala Abangnya)... Eeh elu Bang baru juga ilmu bela diri dikit mau ngehajar orang saja, nembak cewek aja di tolak hahaah" ucap Dina meledek Abangnya.


"Iih curang loe yaa sama Abang loe sendiri" ucap Dino geram.


"Ehm.. kalian berdua kok malah berantem sih, Kak Senja kan lagi sakit, maaf yaa Senja, anak Ibu suka buat guyonan" ucap Bu Yati sambil melihat ke anak-anak nya minta maaf pada Senja.


"Tak perlu minta maaf Bu Yati, aku senang kok dengan kehadiran Dino dan Dina di sini, ohya jika nanti Kakak sudah cerai dengan Andara, Kakak bolehkah tidur di rumah kalian sementara" ucap senja sambil tersenyum.


"Argh boleh banget Kak Senja, kita sudah lama menantikan Kak Senja ke rumah kita" ucap Dina bahagia.


"Tapi Senja... Kamu jangan bicara begitu Nak, rumah tangga kalian masih bisa diperbaiki bukankah Andara tidak mau kamu bercerai dengannya"ucap Bu Yati menenangkan Senja.


"Saya tidak mau berbagi cinta dengan siapapun Bu Yati" ucap Senja.


Malam itu pun begitu kelam, Keluarga Bu Yati tidak pulang ke rumah karena sudah sangat larut. Sehingga Senja merasa tidak kesepian.


[Apakah begini nasib ku menjadi yatim piatu tidak punya keluarga, hanya berharap belas kasih dari orang lain. Mama dan Papa, Senja kangen dengan kalian semoga nanti Senja biss berkunjung ke makam] gumam Senja dan langsung tertidur.

__ADS_1


H-1 pertunangan pun tiba...


Mama Andara mulai berpikir untuk menyelesaikan misinya agar Lia dan Andara menikah. Karena Andara masih saja menjenguk Senja dan dia begitu menyayangi putranya untuk keturunan keluarga ini terpaksa aku harus berbohong. Namun, hal iti bukan kebohongan yang terjadi mama Andara jatuh dari tangga dan jatuh pingsan.


Andara yang melihat hal itu langsung membawa mama nya ke Rumah Sakit, sehingga setelah di periksa hanya memiliki luka kecil.


Mama Andara pun tersadar...


"Ma, ceritakan apa yang terjadi?" ucap Andara.


"Mama banyak pikiran, kamu tidak mau mengabulkan permintaan mama maka kabulkan mama agar mama bisa sehat kembali" ucap Mama Andara.


"Tidak bisa Ma, aku sangat menyayangi Senja" ucap Andara kesal.


"Kami tinggal pilih istri kamu atau mama" ucap Mama Andara.


Pintu pun di ketok ...


Tok...tok...


"Masuk.." ucap Andara.


Andara bahagia melihat istrinya datang meskipun dengan kursi roda di dorong oleh Pak Leri di belakangnya.


"Hai Ma, semoga segera sembuh yaa, kabulkan saja keinginan mama mu, ingat surga di bawah telapak kaki Ibu" ucap Senja sambil memberikan surat cerai.


"Tidak bisa dan tidak mau" ucap Andara memberontak.


Mama Andara pun nekat mengambil pisau yang berada di sampingnya.


"Andara kamu lihat ini, kamu mau menggores ini?" ucap mama Andara.


"Jangan Ma, baik Andara akan melakukannya dengan syarat izinkan aku memeluk Senja" ucap Andara sambil bersedih.


Andara pun memeluk Senja. Setelah itu dia mentanda tangan surat cerai tersebut. Senja pun pergi dengan tatapan menyedihkan air matanya mengalir begitu deras. Andara yang berada di ruangan mama nya hanya terpaku dan terdiam atas kejadian hari ini. Senja pun berdiri dan meninggalkan Pak Leri. Pak Leri paham bahwa Nona Senja ingin sendiri di dalam ruang pasien tersebut, alasannya menggunakan kursi roda agar dia bisa terlihat tenang dan tidak berlari ketika melihat surat cerai tersebut.


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2