Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 109- Saga kuat


__ADS_3

Saga memeluk Senja dengan sangat erat, seakan-akan dia tidak ingin ditinggalkan oleh Senja.


"Saga, besok kakak harus ke pengadilan, jadi besok Saga masuk sekolah yaa, Saga mau kan sekolah, sekolahnya dekat rumah kakak kok, dan kalau belum di antara oleh Pak Leri atau kakak, Saga tidak boleh ikut walau alasan orang tersebut di suruh Kak Senja, kamu paham kan Saga," ucap Senja memberikan nasehat.


"Baik Kak mengerti, tapi Saga sudah ketinggalan dong," jawab Saga dengan polos.


"Hey Saga, kakak tahu kamu anak pintar jangan pura-pura lagi okey," ucap Senja memegang hidung Saga.


"Hihi, iya Kak Senja siap laksanakan, terima kasih yaa Kak Senja mau menjadi wali aku," jawab Saga polos.


"Iya sayang, nanti kakak urus ya keberangkatan kita ke luar negeri nantinya atau kamu mau menetap di sini dengan keluarga Pak Leri," ucap Senja memberi opsi.


"Memangnya Pak Leri ada anak yang seusia aku," jawab Saga polos.


"Nggak sayang, anak Pak Leri baru SMA kelas 1 mereka kembar namanya Dina dan Dino serta mereka masih memiliki Ibu, kamu bisa menganggap beliau sebagai Ibu mu, nanti kakak perkenalkan ya Saga," ucap Senja menjawab.


"Oh ya Kak, tuhan adil sama aku," jawab Saga polos.


"Maksudnya adil gimana? kakak mau dengar," ucap Senja bertanya.


"Mama aku meninggal, mama meninggalkan ku di perusahaan kakak, aku yakin ada something, tapi tidak tahu apa?" jawab Saga.


Senja pun memeluk Saga dengan sangat erat dan menciumnya, Senja hanya memberikan pelukan tanpa berkata apapun, sehingga Saga merasa nyaman berada di dekat Senja.


"Kakak, Saga kuat kok, Saga yakin mama di surga bahagia melihat Saga bertemu dengan Kak Senja, semoga dengan pertemuan ini bisa mempertemukan Saga dengan adiknya mama, walau Saga tidak tahu keberadaannya," ucap Saga.


"Baiklah, mari kita ke kamarmu, dari tadi kita bicara terus di ruang tamu," ucap Senja menarik tangan Saga.


Sesampainya di kamar Saga terdiam tanpa berkata-kata dan tiba-tiba meneteskan air mata.


Senja pun mendekatinya.


"Kenapa Saga? apakah tidak suka dengan kamarnya? kakak belum hias sesuai dengan keinginan mu, apakah karena hal itu?" ucap Senja bertanya panjang lebar.


Saga langsung memeluk Senja tanpa berkata. Senja pun memandang Saga dan memegang wajah Saga.


"Coba katakan dengan kakak kamu mau apa? atau kamu lapar lagi, nanti kakak pesankan makanannya," ucap Senja bertanya.


"Tidak, bukan itu Kak Senja, dulu waktu mama hidup, mama janji dengan Saga akan memberikan kamar untuk Saga, tapi mama tidak pernah menanggapi karena aku dan mama selalu di kejar oleh keluarganya papa, sehingga aku hanya bisa mengkhayalkan itu semua, tak di sangka Tuhan mengabulkan doaku, meskipun saat ini tidak bersama mama," ucap Saga mengusap air matanya.


Saga begitulah dia dipanggil, dia seorang anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun mama nya sudah meninggal sedangkan papa nya dipaksa menikah dengan perempuan lain karena sebuah perjanjian perusahaan.

__ADS_1


Senja mendengar kisah itu dari mulut Saga sendiri, sejak kecil dia harus berjauhan dari papa nya dan berpisah dengan mama nya tanpa diketahui siapapun.


Mama Saga keluar rumah saat itu di saat Saga sedang kritis, karena Saga di nyatakan dokter meninggal dunia, mama Saga tetap yakin bahwa anaknya sembuh, hingga Saga di rawat mama nya di pedesaan lama kelamaan Saga pun sembuh dengan bantuan herbal kala itu.


Papa nya Saga tidak mengetahui bahwa dia memiliki seorang anak laki-laki. Tapi bukti dari semuanya yaitu akte kelahiran yang dibuat oleh mama nya, bahkan Kartu Keluarga ada pada tas yang di pegang oleh Senja.


Saat Saga tertidur dengan pulas, Senja pun membuka tas yang dimiliki oleh Saga. Betapa terkejut dirinya, dokumen rahasia yang dimiliki oleh Saga. Dia melihat foto itu dan tidak asing lagi dengan pria yang di sampingnya beserta perempuan yang tidak muda lagi.


Senja pun langsung terkoneksi dengan Sky. Senja pun menghubungi Sky.


Sky pun mengangkat telpon tersebut meskipun dia sibuk setelah rapat.


πŸ“ž"Eeh Senja, apakah kamu? kenapa baru menghubungi ku sekarang? di Indonesia kamu baik kan semua sehat kan," ucap Sky bertanya panjang lebar.


πŸ“ž"Please nanti saja membahas tentang ku, coba perhatikan foto yang aku kirim, apakah kamu mengenalnya?" ucap Senja bertanya.


πŸ“ž"Tunggu aku lihat dulu," ucap Sky memperhatikan dengan seksama foto yang di kirim oleh Senja.


πŸ“ž......... (menangis Sky)


πŸ“ž"Hey, kenapa kamu menangis? coba ceritakan," ucap Senja khawatir.


πŸ“ž"Senja dimana kamu ketemu foto ini, dan dimana adikku berada sekarang?" ucap Sky bertanya.


πŸ“ž"Baik, aku akan mengabari mama, sekarang aku pesat penerbangan dengan mama ku, Senja terima kasih ya, sampai bertemu kembali, aku tutup dulu ya," ucap Sky menutup panggilan tersebut.


Senja pun tak menyangka ternyata Saga adalah ponaan nya Sky.


"Saga sebentar lagi kamu bertemu dengan oom dan nenekmu, kamu akan bahagia berada di sana, di bawah perlindungan mereka berdua," ucap Senja mencium kening Saga.


Senja pun kembali ke kamarnya. Dia beristirahat karena sudah sangat lelah dengan kesehariannya.


Pagi pun menyingsing di Indonesia, namun berbeda keadaan Sky dan mama nya.


"Jadi kamu serius dapat kabar adikmu Sakura dari Senja," ucap mama Sky bahagia.


"Mama buka ponsel mama sekarang," ucap Sky membereskan keperluannya.


"Iya benar ini Sakura, semoga kita bisa bertemu dengannya setelah 10 tahun tidak bertemu," ucap mama Sky membereskan keperluannya juga.


"Bagaimana mama sudah ready kan?" ucap Sky bertanya.

__ADS_1


"Siap sayang," jawab mama Sky.


Mereka pun menuju bandara dengan di antar sopir pribadi mereka. Setelah sampai di bandara keduanya beristirahat dan menuju kabin pesawat.


Di Indonesia.


"Morning Saga, hari ini kamu mau ikut sama kak Senja atau bermain di mall dengan si kembar dan mama nya," ucap Senja bertanya.


"Memangnya Kakak kembar dengan mama nya ada dimana Kak Senja?" ucap Saga bertanya.


"Sebentar lagi mereka ke sini, tapi Saga makan dulu ya sayang," ucap Senja mengajak Saga makan.


"Baik Kak Senja," jawab Saga langsung makan.


Keduanya pun sarapan pagi, setelah mereka selesai datanglah si kembar menyapa.


"Assalamualaikum Kak Senja," ucap Dina langsung berlari memeluk Senja.


"Eh inikah namanya Saga yang mau dikenalkan sama kami dan mama," ucap Dina mengulurkan tangannya.


"Iya Kakak namaku Saga, senang berkenalan dengan Kakak," ucap Saga.


"Iih imutnya," ucap Dina mencubit pipi Saga.


"Bu Inah nanti jagain Saga bermain dengan si kembar bermain yaa, tolong buat dia senang," ucap Senja langsung memberikan uang tunai.


"Aduh Nona Senja, kita punya uang kok," ucap Bu Inah.


"Ini untuk hari ini saja, buat makan sekalian, dan nanti siang atau sore kita akan mempertemukan Saga dengan keluarga nya," ucap Senja tersenyum.


"Oh baiklah nona Senja," ucap Bu Inah.


"Saga kemari, Kak Senja mau bicara," ucap Senja.


"Hari ini bermain di mall dengan Bu Inah dan Kakak kembar ya, masalah keamanan Saga tenang saja, ada bodygourd yang jaga kalian, jadi Saga nikmati bermainnya yaa, dan harus nurut sama Bu Inah, Saga paham kan maksud kakak," ucap Senja memberikan nasehat pada Saga.


"Siap Kak Senja, laksanakan, semoga lancar urusan kakak ya," ucap Saga.


Senja pun mencium Saga dan berpamitan dengan Bu Inah.


"Nanti Bu Inah dijemput sama Pak Leri setelah saya sampai di pengadilan," ucap Senja menyalim tangan Bu Inah.

__ADS_1


Senja pun berlalu pergi meninggalkan Saga dengan si kembar.


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2