Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 126 - Terpana


__ADS_3

Hari itu pun tiba mereka berangkat ke Indonesia akan tetapi pagi itu, Saga mengamuk karena mama Senja tidak berada di sampingnya.


Hingga Sky mengaktifkan video call agar Saga memahami bahwa nanti mereka akan bertemu di bandara.


"Hai mama Senja, mama kenapa kita perginya tidak bersama, mama Senja mau meninggalkan aku ya," ucap Saga bertanya dalam video call tersebut.


"Nanti kita bertemu di bandara y sayang, mama masih ada urusan makanya lebih baik kita bertemu di bandara oke," ucap Senja memberikan senyuman pada Saga.


Saga pun sudah melihat kesibukan apa yang dilakukan Senja, sehingga dia pun langsung memahami bahwa Senja sibuk menyelesaikan perkuliahannya.


"Oke ma, nanti ketemu di bandara saja ya," ucap Saga sambil tersenyum.


Panggilan pun terputus, Saga sendiri yang mematikan panggilan tersebut. Senja pun kembali menyelesaikan tugas kuliahnya, mereka mengambil keberangkatan malam, karena tugas Senja yang masih menumpuk membuat mereka berangkat malam.


Malam pun menjelang.


Senja bergegas menuju bandara, sedangkan Saga serta yang lainnya sudah tiba di bandara. Saga sibuk bolak balik melihat keberadaan Senja. Hingga Saga terus saja bertanya pada Oma.


"Oma, mama Senja kemana? kenapa belum juga datang?" ucap Saga bertanya.


"Tunggu saja sayang, pasti nanti datang kok mama Senja, Om Sky sedang menunggu di pintu depan bandara," ucap Oma menenangkan Saga yang tidak sabar menunggu Senja.


Oma hanya menggelengkan kepalanya, Saga sangat menyayangi Senja, bahkan jika ada Senja, Oma nya ditinggalkan begitu saja. Oma senang Saga bisa dekat dengan Senja setidaknya itu menjadi obat baginya.


Senja pun tiba di bandara, dan sudah ada Sky yang menunggunya sedari tadi.


"Kamu kok lama banget sih, Saga merengek kangen sama kamu, makanya aku menunggu di luar saja," ucap Sky sambil membawakan koper Senja.


"Masa' sih Saga seperti itu, kan tadi pagi baru saja video call dengan aku," ucap Senja menjawab.


"Iya sih, aku juga sudah jelaskan dengan dia, akan tetapi dia tidak menerima dan hanya ingin bertemu dengan mu, jadi hanya mama saja yang menunggu dia disana sambil merengek," ucap Sky mendengus kesal atas perbuatan Saga.

__ADS_1


"Baiklah segera kita kesana menuju Saga dan mama kamu," jawab Senja dengan senyumannya.


Sky terpesona dengan sikap Senja, bagaimana tidak sejak dia bisa mengajak Saga bercanda dan berbicara seperti mama nya Saga seakan-akan dia makin jatuh cinta dengan Senja.


Padahal Sky sudah berjanji pada dirinya, tidak akan memaksa Senja untuk menerima cintanya karena Saga. Sehingga Sky hanya menahan perasaannya saja, Sky memendam perasaan itu sampai Senja sendiri tidak menyadari perhatian dari Sky.


Ketika sudah berada di dekat Saga, Saga langsung meloncat memeluk Senja. Senja pun langsung menangkap Saga dan untung nya di bantu oleh Sky dari belakang.


Senja pun menoleh ke belakang sambil tersenyum begitupun dengan Sky. Saat Saga melihatnya dia menghancurkan moment romantis tersebut.


"Ih mama Senja, kenapa malah melihat om Sky sih," ucap Saga cemberut.


"Hey Saga, kamu nggak lihat apa kamu hampir saja terjatuh dan ingat Senja itu tidak mampu menggendong mu kalau dengan cara melempar diri begini, gimana nanti mama Senja tangan nya keseleo?" ucap Sky menjelaskan pada Saga.


"Maafin Saga mama Senja, karena Saga terlalu kangen makanya malah loncat, apakah ada yang luka," ucap Saga melihat kondisi Senja.


"Nggak ada," ucap Senja sambil tersenyum.


"Ih kenapa sih malah om yang jawab, emangnya om itu jubirnya mama apa?" ucap Saga menjawab dengan sinis.


"Iya lah, nanti kamu nggak akan manggil aku om lagi, tapi manggil aku papa," jawab Sky sambil menjulurkan lidah.


"Ih nggak mau, punya papa menyebalkan kayak gitu mana mau mama Senja dengan om," ucap Saga balik menjawab.


Keduanya pun masih saja berbalas-balasan hingga tidak menyadari bahwa Senja dan mama Sky sudah pergi meninggalkan keduanya.


Hingga Sky sendiri yang menyadari dan langsung menggendong Saga untuk mengejar keduanya.


"Gara-gara kamu itu om, jadi aku ditinggal mama Senja kan," ucap Saga menjawab dengan kesal.


"Enak saja, semua itu gara-gara kamu ya, ih kenapa sih aku harus bersaing dengan anak kecil mendapat perhatian Senja," teriak Sky pada Saga.

__ADS_1


"Haha, rasain mama senja lebih perhatian pada ku daripada om, kasihan deh om Sky haha," jawab Saga dengan tawa jahatnya.


"Awas saja nanti, kalau minta bantuan dengan om ya kamu," ucap Sky mengancam.


"Oke, aku nggak akan minta tolong dengan om," ucap Saga dengan sinis.


Keduanya pun masih saja mengomel sepanjang perjalanan hingga mereka sampai di dalam kabin pesawat. Dan di sana malah Saga mulai tenang dan tertidur.


Saga pun berdampingan dengan Senja, karena dia tidak ingin berjauhan dengan Senja. Karena itu lah mama Sky bersama dengannya. Sky hanya tersenyum dengan tingkah Saga yang begitu manja dengan Senja.


Mereka pun beristirahat semua, sehingga tanpa terasa sudah sampai di Indonesia. Sky pun membangun mama nya, Saga dan Senja bahwa mereka sudah sampai di Indonesia.


Setelah turun dari pesawat menuju jemputan mereka sudah di panggil oleh si kembar Dina dan Dino, Saga pun berlarian langsung memeluk Dina. Dino hanya menyeringai saja melihat kedekatan keduanya.


"Saga, kok Kak Dina saja yang dipeluk bukan aku," ucap Dino merasa tidak adil Saga memeluk Dina saja.


Saga pun hanya tersenyum karena dia diperebutkan oleh si kembar, Saga pun memeluk Dino. Si kembar pun kembali bertengkar memperebutkan Saga. Saga hanya tertawa melihat tingkah kakak beradik tersebut.


"Sudah kalian jangan bertengkar lagi, hayo masuk ke mobil," ucap mama si kembar.


Senja hanya tersenyum ketika keduanya di tegur oleh mama mereka. Mereka pun masuk semua ke dalam mobil sedangkan Saga selalu bersama Senja, sehingga di dalam mobil tersebut terdengar suara si kembar kembali bertengkar memperebutkan Saga.


Saga sangat bahagia bahkan ikut dengan gelak tawa yang dilakukan oleh si kembar. Mama Sky yang melihat hal itu sangat bahagia, begitupun dengan Sky sangat bahagia atas sambutan keluarga Pak Leri sekeluarga.


Sesampainya di rumah Senja, mereka pun beristirahat karena besok harus menghadiri pertunangan dua saudara Siska dengan Heri dan Jeni dengan Tara, pertunangan pada acara tunggal selain menghemat anggaran, agar bisa memperkenalkan langsung keluarga masing-masing sehingga bisa saling kenal mengenal satu sama lain.


Senja pun beristirahat di kamarnya, sedangkan Saga ingin tidur dengan neneknya. Saga sangat memahami situasi sehingga jika tidur dia lebih memilih sendiri atau tidur dengan neneknya, dalam hal itu Saga pun sudah memahaminya.


🍁🍁🍁


like dan comment ya🤭

__ADS_1


__ADS_2