Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 125 - Cerita Saga


__ADS_3

Senja dan Sky memiliki waktu berdua di rumahnya Sky, tiba malam itu sudah sangat larut, hingga Senja di suruh untuk menginap saja, karena Saga meminta Senja untuk membaca buku darinya.


Sebab Saga merengek terus tidak mau tidur sebelum di bacakan cerita oleh Senja. Hingga Senja mengabulkan permintaan Saga.


Setelah Saga terlelap tidur, Senja ingin pulang ke rumah hanya saja tidak diperbolehkan oleh Mama Sky dengan beralasan sudah malam dan mama Sky ingin mendengar cerita anaknya dari Senja pertama kali bertemu.


Mereka bertiga pun duduk di ruang tamu, tampak makanan ringan di sajikan oleh mama Sky dan minuman untuk menemani percakapan mereka malam itu. Senja hanya tersenyum dengan mama Sky dan Sky yang begitu menghargainya layaknya seorang kakak dan mama nya sendiri.


Hingga lamunan Senja dibangunkan oleh Mama Sky. Senja pun kembali tersenyum dan memulai cerita tersebut.


Senja memulai cerita dengan pertemuannya pertama kali, Senja bercerita bahwa dirinya bertemu pertama kali di lobi dan tersenyum dengan Saga. Saat itu Saga pun tersenyum melihat Senja, saat itu pun mama Saga pergi meninggalkan nya dengan meninggalkan sepucuk surat.


Mama Saga pun berpesan kepada anaknya untuk menjaga dirinya, Saga percaya mama nya akan menjaga dan dia pun percaya akan segera bertemu keluarganya.


Hingga Saga di pertemukan oleh Senja melalui resepsionis nya yang melihat Saga hanya berdiri saja dengan tatapan seperti mencari.


Hingga Senja pun bertanya dan Saga pun memeluknya dengan erat. Senja hanya terdiam menatap pelukan Saga tersebut. Hingga mama Saga pun tertabrak di depan matanya, dan untungnya segera di bawa oleh bodyguard Senja dan secara diam-diam karena itu permintaan dari Saga.


Mama Saga pun di bawa ke rumah sakit, tanpa sepengetahuan keluarga suaminya karena saat itu tahap pengejaran. Hingga Mama Saga menghembuskan nafas terakhir. Dan Saga pun sudah tegar melihat mama nya sudah tidak bersamanya.


Bahkan Saga dengan santainya berkata bahwa dia yakin akan bertemu dengan keluarga mama nya melalui saya. Akhirnya, aku pun mengangkat Saga sebagai anak, dengan bantuan dinas sosial dari surat wasiat mama nya. Saga pun bersih keras bahwa dia hanya ingin di asuh oleh saya.


Sehingga beberapa hari itu kami lalui bersama, Saga bahkan bersama dengan keluarga ku di Indonesia yang menjagaku seperti anak mereka.


Saga begitu percaya bahwa dirinya akan bertemu kebahagiaan, bahkan Saga sudah banyak hal di ajarin oleh mama nya. Jadi, sejak kecil Saga belajar banyak hal sebab mama dan papa nya terpaksa cerai atas keinginan orang tua papa nya akan tetapi mereka menginginkan Saga.

__ADS_1


Padahal Saga tidak mengindahkan nya sehingga papa Saga menghubungi mama nya agar mereka segera pergi dari kontrakan mereka.


Saga tidak membenci papa nya, Saga hanya membenci keluarga papa nya yang menghancurkan rumah tangga mama nya. Bahkan, walau sudah berstatus cerai papa nya masih memberi uang nafkah kepada mereka, dan kedua orangtua Saga masih saling mencintai.


Mereka bercerai untuk melindungi Saga, agar Saga tidak dijadikan boneka oleh nenek nya sendiri. Sehingga papa Saga menjalankan cerai agar orang tua nya tidak berusaha kembali mencari Saga.


Ternyata setelah mama nya cerai, istri baru papa nya belum bisa memberikan keturunan sehingga mereka mencari keberadaan Saga dan mama nya. Papa nya bahkan menolong kaburnya mama Saga untuk membantu istrinya.


Ternyata nenek mereka mengetahui hal tersebut sehingga dengan cepat sigap mencari keberadaan Saga dan mama nya. Ketika itu juga tiba-tiba mama Saga menuju perusahaan dan meninggalkan Saga di kantor tersebut, setelah meninggalkan Saga dengan menitipkan pesan dan sebuah foto keluarganya mama Saga pergi begitu saja setelah mencium anaknya.


Tidak lama dari situ, mama Saga di tabrak oleh sebuah mobil, dan itu murni sebuah kecelakaan. Saga yang saat itu menyaksikan kematian mama nya hanya bisa meneteskan air mata sambil di peluk oleh Senja.


Sejak saat ini Saga berpikir bahwa pengganti mama nya adalah Senja. Saga tidak bisa jauh dari Senja saat itu, bahkan beberapa hari berada di Indonesia membuatnya makin dekat dengan Senja serta orang-orang terdekat yang begitu ramah pada nya padahal mereka buka keluarganya.


"Begitulah Tante dan Sky, cerita saat saya bertemu Saga dengan mama nya, surat itu tertulis jelas yang Tante pegang sekarang bahwa mama nya yakin bisa bertemu dengan kalian," ucap Senja.


"Terus Senja, apakah kamu tahu keluarga ayahnya Saga?" ucap Sky bertanya.


"Saya tidak tahu sama sekali, saat saya bertanya pada Saga tentang papa nya Saga malah berkata lain, seolah-olah enggan membicarakan tentang papa nya," jawab Senja.


"Hal apakah itu kalau boleh saya tahu," ucap Sky makin penasaran.


"Baginya tabu membicarakan papa nya, saat terakhir bertemu dengan papa nya, papa nya berkata pada Saga bahwa jangan mencari papa nya cukup Saga dan mama aman itu sudah cukup bagi papa, begitulah ucapan Saga saat itu pada saya," ucap Senja menjawab.


"Baiklah, setidaknya ke depannya Saga harus selalu dalam pengamanan mama di Indonesia, agar neneknya di sana tidak mengincar Saga," ucap Sky pada mama nya.

__ADS_1


"Iya benar, tapi apakah kita akan mengajak Saga ke Indonesia, mama hanya khawatir tentang keselamatan nya," ucap mama khawatir.


"Mama lupa ya, Saga tidak bisa jauh dari Senja, apa lagi dia tahu kita akan ke Indonesia, bahkan Saga bilang dia mau bertemu si kembar, memang si kembar siapa Senja?" ucap Sky bertanya.


"Oh Si kembar, anaknya sekretaris aku, mereka layaknya seperti keluarga ku sendiri sih makanya Saga senang ramai banyak orang selalu minta si kembar bermain dengannya, si kembar tahun ini mau selesai sekolahnya," ucap Senja menjawab.


"Oke baiklah kalau begitu, kita harus istirahat besok pagi sudah berada di bandara," ucap Sky.


Mereka pun beristirahat, begitupun dengan Senja kembali ke ruangan tamu yang sudah di sediakan oleh Sky.


Pagi pun menjelang.


Saga ribut mencari keberadaan Senja.


"Oma, mama Senja dimana?" teriak Saga yang baru selesai mandi.


"Mama Senja pulang ke rumah dulu sayang, nah ini pesan dari mama Senja, kita nanti bertemu di bandara," ucap Oma.


"Ih begitu, jadi Saga ikutkan, Saga tidak ditinggalkan ya," ucap Saga bertanya pada Oma nya.


"Tidak sayang, Oma dan yang lainnya mengajak kamu kok, ya sudah bersiaplah sana," ucap Oma.


" Siap Oma," ucap Saga berlari menuju kamarnya.


Oma tersenyum melihat tingkah Saga, seakan-akan dia melihat sosok anaknya pada Saga.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Like dan comment ya, terima kasih🤭


__ADS_2