Dermaga Senja

Dermaga Senja
Sembuh


__ADS_3

"Uh kalau bukan karena Elka, aku udah bisa kuliah hari ini, tapi yaa namanya juga kewajiban istri hihi" ucap Dara berbicara sendiri sambil bersih-bersih rumah..


Dering ponsel Dara pun berbunyi...


"Hello Senja sayang, lah kok kamu ada terbaring sakit, sakit apa?" ucap Dara khawatir.


"Hihi... Kecelakaan kecil Dara, jangan dikhawatirinlah, kamu apa kabar? Gimana kuliah kamu?" ucap Senja.


"Alhamdulillah kabarku dan suami sehat sayang, hari ini izin dulu karena sakit nie" ucap Dara dengan gaya sakitnya.


"sakit apaan, masih bergerak gitu" ucap Senja.


"sebentar lihat nie kamu cara jalanlu gimana, kalau nggak percaya" ucap Dara sambil mempraktekkan.


"hihi... Iyaa yaa... Kenapa kamu bisa gitu Dara?" ucap Senja dengan wajah polos.


"Ya ampun Nona Senja Direktur ternama masa" kamu nggak tahu kenapa aku gitu" ucap Dara sambil nepok keningnya yang tidak sakit.


"yaa... Aku emang nggak tahu kenapa?" ucap Senja kembali dengan wajah polosnya.


"Sini aku bisikin, eeh salah maksudnya kita kembali telponan aja sudah cukup video call nya" ucap Dara sambil menjelaskan ke Senja yang terjadi.


"whatss?? Masa' sih sampai segitunya Dara, sampai keluar Darah gitu kalau malam pertama" ucap Senja penasaran.


"iyaa aku serius Senja, kamu baca-baca pengetahuan deh itu penting loe, salah satu keharmonisan rumah tangga memuaskan suami dari lidahnya, sikap kita dan tempat tidur, ohya Senja enak loe rasanya satu malam saja sudah lebih dari satu ronde hahahah" ucap Dara menjelaskan panjang lebar.


"baiklah..baiklah... Nanti aku baca-baca pengetahuan tentang hal itu, duuh dengar cerita kamu aku jadi takut deh" ucap Senja.


"Lah kok takut, kita melakukannya dengan suami kita sendiri kok halal Senja, jangan-jangan kamu belum memberikan kewajibanmu sebagai seorang istri ke dia" ucap Dara bertanya.


"ehm.. Kami hampir pernah melakukannya tapi selalu gagal, pernah melakukannya tapi nggak sampai ke situ, karena ada saja gangguan" ucap Senja dengan polosnya.


"ehm kalau boleh saran Senja, sebagai seorang istri penuhi kewajibanmu, meskipun aku tahu andara sangat mencintaimu dan dia sangat sabar tapi dia laki-laki loe Senja, kamu harus pahami itu" ucap Dara panjang lebar.


"Baik Dara terima kasih yaa nasehatnya..." ucap Senja merenung.

__ADS_1


"nanti kamu ketagihan jika sudah pernah melakukannya... Yakin deh sama aku" ucap Dara berbicara dengan penuh semangat.


"ehm begitu yaa Dara..." ucap Senja.


"iyaa lah... Ohya Senja aku tutup dulu yaa, masih banyak nie pekerjaan rumah yang belum ku selesaikan, aku juga ikut kelas online karena nggak masuk kuliah" ucap Dara menjelaskan kepada Senja.


"oke Dara... Terima kasih yaa ilmunya" ucap Senja.


"cepat sembuh yaa Senja ku sayang, maaf nggak bisa menemani mu hanya mendoakan saja... See you sahabatku Senja" ucap Dara sambil melambaikan tangan ke video call.


"see you juga Dara..." ucap Senja.


Senja pun lama berpikirnya. Dia pun belajar hal-hal tentang hubungan suami istri di internet. Tampak Senja khusuk membacanya hingga dia tidak menyadari suaminya sudah masuk ke kamar pasien.


"sayang, kamu baca apa sih?" ucap andara bicara dengan lembut.


"Lah kok nggak sahut sih... Uhm ada satu suara biar dia bisa ke dengaran" gumam andara dalam hati.


"toooolong sayang, aku terluka..." ucap andara teriak ke telinganya.


Andara pun tertawa melihat istrinya yang gelapan.


"sayang mana yang terluka, dekat sini dong kan kamu tahu aku lagi di infus" ucap Senja ke suaminya.


"nggak ada sayang, habis tadi kamu nggak jawab pas aku salam, terus nanya ke kamu, makanya aku teriak yang besar, maaf yaa sayang" ucap Andara.


"oh gitu... Hehehe... Maaf sayang aku lagi fokus baca artikel... Kalau gitu aku mandi duli yaa sayang" ucap Senja sambil mengambil pakaian yang di atas meja.


"mau ditemani nggak sayang..." ucap andara menggoda istrinya.


"iih apaaan sih sayang? Ini di Rumah Sakit bukan di rumah loe" ucap Senja tersenyum mendengar suaminya menggoda dirinya.


Senja pun cukup lama di kamar mandi, karena siang ini dia harus diperiksa apakah sudah bisa pulang apa nggak?. Senja pun selesai dari kamar mandi dan kembali duduk di atas ranjang Rumah Sakit.


"Sayang... Kamu lagi ngadap ponsel ngapain?" ucap Senja.

__ADS_1


"kuliah kami dialihkna online sayang hari ini, jadinya fokus ke ponsel sementara yaa sayang" ucap Andara berbicara dengan istrinya sambil menghadapkan ke ponselnya.


Senja pun memakan buah yang sudah di kupas oleh suaminya.


"apakah suamiku tidur dengan pulas yaa?, tampaknya wajahnya lelah" gumam Senja dalam hati.


Andara pun masih fokus dengan perkuliahannya. Senja pun masih sibuk dengan bahan bacaannya. Beberapa jam kemudian dokter pun datang memeriksa keadaan Senja. Setelah selesai diperiksa dan kebetulan Andara selesai kuliah online. Andara pun berbicara dengan dokternya ke ruangan pribadi dokter tersebut.


"sayang, aku nemui dokter dulu yaa" ucap andara sambil mencium kening istrinya.


"oke sayang..." ucap Senja.


Andara pun menemui dokter tersebut ke ruangannya. Setelah selesai dari ruangan tersebut banyak hal yang dikatakan di dokter selain Senja tidak boleh banyak pikiran dan tidak boleh kecapean. Andara pun bersih keras akan menjaga istrinya.


"sayang, kata dokter kita sudah boleh pulang.. Tapi kamu harus istirahat beberapa hari di rumah ya sayang kata dokter tadi" ucap andara menjelaskan pesan dari dokter.


"siap komandan..." ucap Senja.


Mereka pun berberes-bere untuk kepulangan mereka. Andara pun memesan taxi serta memesan makanan dan keperluan lainnya. Karena dia tidak sempat lagi kemana-mana, hanya fokus kepada kesehatan Senja.


Setelah mereka memasuki taxi, Senja pun tidur dipangkauan suaminya. Wajar jika Senja tertidur karena dokter memberikan suntikan dan efeknya membuat seseorang tertidur. Senja pun tertidur dengan sangat pulas.


Andara pun meminta Pak Sopir tersebut membawa kan barang mereka. Karena dia harus mengendong istrinya. Setelah sampai di apartemen, Andara pun meletakan istrinya sementara untuk memberikan uang tambahan. Setelah pintu dibuka Andara pun meminta Pak Sopir tersebut memasukan barangnya. Andara pun meletakkan istrinya dikamar.


"terima kasih ya Pak atas bantuannya" ucap Andara.


"sama-sama" ucap Pak Sopir.


Andara pun membereskan barang belanjaan serta makanan yang dipesannya. Dan memasukan pakaian kotor ke mesin cuci untuk dibersihkan. Andara dengan Senja terkadang berbagi tugas untuk pekerjaan rumah, jadi bagi Andara itu hal biasa. Sejak dia menikah dengan Senja, banyak hal yang dilakukannya. Setelah selesai andara pun mendekati istrinya sebelum melanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya.


"maafi aku yaa sayang, ke depannya aku akan berkata jujur, semoga kita dalam kondisi baik dan menyelesaikan permasalahan kita yaa" ucap andara sambil mencium kening istrinya.


Andara pun melanjutkan mengerjakan tugasnya diluar kamar. Karena dia tidak mau mengganggu istrinya tidur.


🍂🌷🌷🌷🍂

__ADS_1


__ADS_2