Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bingung


__ADS_3

Elka pun semalaman menenangkan istrinya yang tengah menangis menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya. Elka sebenarnya tidak habis pikir dengan kedua orangtua Dara yang akan bercerai dan akan menikah lagi dengan pasangan mereka. Karena alasan itulah Dara ingin segera menikah sama Elka, sebab dia tidak ingin ketika menikah orangtuanya sudah memiliki pasangan baru.


"sayang, aku akan berusaha selalu ada untukmu, ketika jalani semuanya berdua ya" gumam Elka ke telinga istrinya yang sudah terlelap dalam tidurnya dengan mata yang masih sembab.


Dara pun tenang tidur dalam pelukan Elka. Dara bahagia dengan pernikahan hari ini. Setidaknya kebahagiaan itu telah ada pada dirinya yang telah membina rumah tangga dengan Elka.


 


"saaayang....." ucap Senja berteriak sangat besar.


Andara tidak mendengar suara itu karena dia sedang asyik tertidur pulas.


Senja pun berdiri mencari keberadaan suaminya. Saat dirinya mencari dia dapati suaminya tertidur dibagian bawah kasur. Senja pun memopong suaminya ke atas kasur. Dia pandangi suaminya dari dekat dan berkata......


"gantengnya suamiku kalau dari dekat begitupun kalau dia jauh dariku pasti aku sangat merindukannya" ucap Senja sambil mencium bibir Andara berkali-kali.


Andara yang merasakan bibir dicium pun terbangun. Matanya terbelalak saat Senja yang menciumnya berkali-kali. Andara sengaja diam karena dia akan membalas dengan lebih hebat lagi.


Andara pun bangun dari tidurnya dan membalas ciuman istrinya. Senja hanya menikmati ciuman tersebut, keduanya pun larut dalam ciuman ganas tersebut. Hampir saja keduanya menuruskan ke hal berikutnya, namun dering ponsel Andara pun berbunyi...


"ehm kesel banget sih, di saat mau melanjutkan malah gak jadi terus" gumam Andara sambil mengangkat telponnya.


"Andara ini mama, kalian semalam istirahat dimana dengan Senja, bisa kah hari ini berkunjung ke rumah dan papa" ucap Mama.


"ohya ma, kalau gitu kita akan siap-siap ke rumah ya" ucap andara.


"oke mama tunggu kalian jam 10 pagi ya sayang" ucap mama.


"baik ma, kami akan datang dan mengabarin" ucap Andara.


Andara pun berbicara dengan istrinya...


"Sayang, ayo kita mandi dulu" ucap andara.


"baju kita kan bawa sayang, gimana mau mandi" ucap Senja tertawa.


Andara pun langsung menelpon mama nya,bahwa mereka akan terlambat ke rumah karena harus pulang ke rumah senja dulu sebab pakaian mereka berada di rumah Senja.

__ADS_1


Andara dan Senja pun bergegas pulang ke rumah istrinya karena harus bersiap ke rumah Andara...


Di tempat berbeda...


"Siska... bangun sayang udah pagi nie, ponsel kamu dari tadi berdering dan aku sudah memesan sarapan kita" ucap Heri sambil menyiapkan makan di atas meja.


"Saayang cium dulu baru aku makan" ucap Siska manja.


Heri pun menemui Siska dan mencium bibir pacarnya benar saja Siska langsung bangun namun dia minta di gendong. Heri pun mengendong Siska.


Heri dan Siska pun sarapan bersama... Setelah selesai Siska pun menelpon balik papa nya.


"ehm baik pa, Siska akan mengajak pacarku jam 10 ke rumah kita"ucap Siska saat bicara pada papanya.


Siska bingung harus bilang ke Heri.


"Sayang, ada yang mau aku bilang. Tapi janji kamu harus kabulkan ya, ini permintaan papa" ucap Siska sambil memegang tangan Heri.


"whats?? papa kamu mau bilang apa ke aku?" ucap Heri.


"ehm nggak tahu Heri, please kamu datang yaa jam 10 nie ke rumah nanti aku kirim alamat rumahku, sekarang kita siap-siap pulang ke rumah" ucap Siska.


"kalau gitu kita siap-siap pulang ya sayang" ucap Siska.


"tunggu sayang kesukaan orangtua apa ya dan aku bawa apa nie" ucap Heri.


"ehm apa saja sayang?? karena papa dan mama nggak pernah hitungan orangnya"ucap Siska.


"oke deh sayang" ucap Heri.


Mereka berdua pun berpisah ketika di lobi. Siska pun memeluk kembali Heri dengan erat dan meyakinkan Heri bahwa semua akan baik-baik saja. Heri pun berusaha tenang dihadapan Siska padahal bathinnya gelisah harus berbuat apa?"


Siska pun tiba di rumah, dia pun mandi dan berpakaian dengan rapi serta cantik.


Heri pun tiba di rumah...


Bersiap-siap ke rumah Siska karena dia sudah membeli bawaan yang akan diberikan kepada orang tua Siska.

__ADS_1


Di tempat berbeda...


"Sayang kita kesiangan, bakal aku dimarahi papa nie, kita di suruh jam 10 pagi ke rumah sedangkan sekarang sudah jam 9" ucap Tara kepada Jeni dan berusaha membangunkannya.


Jeni pun terbangun karena teriakan dari sang pacar.


"Ya ampun sayang ini masih siang, aku udah izin dengan orangtuaku bahwa tidur di rumah teman, terus pagi nie harus ke rumahmu juga, mana sempat juga ke rumah ku yang jaraknya lumayan jauh dari sini" ucap Jeni gelisah atas kebingungannya.


"nie ponselku sayang,kamu pilih pakaian yang disuka sebelum ke sana kamu mandi dulu" ucap Tata menyodorkan ponselnya.


"tak perlu sayang, kita langsung ke butik saja,kalau gitu aku mandi dulu" ucap Jeni.


Jeni pun bersegera mandi dan keluar masih berpakaian yang sama. Tara pun masuk ke kamar mandi.


Setelah semuanya selesai keduanya pun bergegas menuju butik.


Tiba waktunya mereka sampai di rumah Tara..


Betapa terkejut kedua kakak beradik itu melihat kakaknya bergandengan dengan Heri mantan dari pacarnya. Tara pun mengandeng erat Jeni, begitupun Heri memegang tangan Siska tak pernah lepas.


"Waah semuanya sudah datang, mari kita semua masuk ke ruang tamu" ucap papa Siska.


Semua terasa tegang ketika papanya Siska membuka obrolan.


"Saat ini mama kalian, sedang menjaga adik kalian di kamar karena nangis dari pagi tadi, jadi papa yang mewakilkan untuk berbicara" ucap papa Siska berbicara dengan lugas.


"Baik... sebelumnya terima kasih kepada Jeni dam Heri sudah datang ke rumah ini, terima kasih juga atas hadiah dari kalian, dalam hal ini papa dan mamanya si kembar (siska dan tara) ingin menikahkan kalian semuanya agar kalian bisa mengurusi kehidupan kalian ke depannya. Untuk masalah pembagian harta untuk anak papa, sudah papa bagi semuanya dan berharap tidak ada saling iri di antara kalian. Orangtua Jeni dan Heri sudah kami hubungi mereka menyerahkan semua keputusan kepada kalian semua" ucap papa si kembar (Tara dan Siska).


Mendengar hal itu Heri bingung harus berkata apa?" karena dia tidak pernah berpikir untuk menikah muda. Begitu pun dengan Jeni tak pernah sekalipun dibenaknya untuk menikah di usia muda.


"karena kalian semua diam, papa akan memberi waktu kalian selama 3 hari, karena yang papa tahu Siska dan Heri masih disini selama 3 hari, jadi papa akan menunggu kabar dari kalian " ucap papa si kembar.


Untuk menghilangkan kekakuan tersebut Mama nya siska pun mengajak mereka untuk makan siang, mereka pun makan bersama sambil berpikir hal yang di ucapkan oleh papanya si kembar (siska dan Tara).


🍂🌷🌷🌷🍂


Bagaimana kelanjutannya, keputusan apa yang akan diambil oleh mereka?

__ADS_1


Like and comment ya😊


Terima kasih😊


__ADS_2