Dermaga Senja

Dermaga Senja
Kepergian Senja (2)


__ADS_3

Semua panik atas pertistiwa yang terjadi dengan Senja. Para sahabat-sahabat serta guru-guru silih berganti menjenguknya. Mereka khawatir yang terjadi pada Senja. Akibat dari peristiwa tersebut Dara, Ara dan Dina diskor oleh pihak sekolah selain membuat keributan mereka juga sudah menyebabkan satu korban masuk rumah sakit. Namun, Senja tidak mempermasalahkan akan tetapi pihak sekolah tidak bisa mentolerensi hal itu sehingga tetap menskor ketiganya.


"Hei teman-teman, kok aku nggak lihat Dara. Dia kemana? kok kalian tidak mendampingi" ucap Senja khawatir.


"Kok kamu masih mengkhawatirkan Dara sih, kan dia salah satu yang membuatmu terluka" ucap Elka.


"Senja, kamu tak perlu khawatir. Ada andara mendampingi Dara untuk menjelaskan kepada orangtuanya" ucap Jeni dan Heri.


Senja hanya terdiam melihat yang terjadi. Namun, kehadiran teman-temannya membuatnya semangat kembali karena Senja mengkhawatirkan Dara.


"Heri, tolong telpon atau video call Andara dong, biarin saya bicara dengan orangtuanya Dara" ucap Senja kepada Heri.


Heri pun mencoba menelpon Andara, berharap di angkat oleh Andara. Ternyata tidak ada jawaban sama sekali, bahkan kata andara disini sedang genting mohon doanya agar Dara tidak dihukum berat oleh orangtuanya. Heri pun menjelaskan apa isi pesan tersebut kepada Senja, Senja tetap mencari cara untuk menghubungi Dara.

__ADS_1


"Elka, tolong ambilkan handphone ku yang lagi tercas" ucap Senja.


"Baik Senja... " ucap Elka.


Senja pun menghubungi Mama nya Dara berharap di angkat. Benar sekali dugaan Senja mama Dara mengangkat telpon dari panggilannya.


"Maaf tante ini Senja, apakah Senja berbicara dengan suami tante" ucap Senja.


"Tante tanya dulu ya" ucap mama Dara.


Papa nya Dara pun menerima telpon tersebut dan Senja menjelaskan semuanya. Namun, Senja tidak tinggal diam jika sahabatnya sampai terluka karena hukuman yang tidak pantas. Senja pun terus membujuk papanya Dara, meski awalnya tidak mempan bujukan Senja. Namun, ketika Senja menjelaskan krisis perusahaan papanya Dara. Membuat papa nya mengabulkan permintaan Senja agar tidak menghukum terlalu berat. Orangtuanya hanya membuat hukuman ringan. Selama 1 minggu diskor Dara di suruh membersihkan rumah serta belajar menjadi anak rumahan selama 1 minggu. Dara menuruti semuanya hukuman ini paling ringan meskipun bagi Dara berat sebab semuanya dilayani sekarang dirinya harus melayani kedua orangtuanya. Tapi kalau dulu hukumannya tidak dapat jatah uang sama sekali selama sebulan sehingga waktu itu membuat Dara hampir frustasi dan bersyukurnya dia bisa melewatinya.


----------

__ADS_1


Dara melakukan aktivitas harian di rumahnya, meskipun semua pekerjaan dia melakukan. Dara berusaha bisa menghadapinya karena jika ada keluhan bisa-bisa jatah jajan harian hilang.


Di waktu yang sama dan tempat berbeda, Senja harus beristirahat untuk memulikan kondisinya. Karena hal itu lah Senja menunda ke Inggris, pihak sekolah di Indonesia dan di Inggris pun memperbolehkan masa penyembuhan Senja. Sebab Senja termasuk yang lemah fisik, jadi butuh waktu dalam menstamina fisiknya Senja.


Di Sekolah....


"Sepi yaa tidak ada Dara dan Senja" ucap Jeni kepada teman-temannya.


"Kan kita bisa menjenguk kalau Senja, tapi Dara nggak bisa karena pegang hp pun tidak diperbolehkan, kita hanya boleh bertemunya ketika diizini oleh orangtuanga..." ucap Andara panjang lebar menjelaskan.


"Terus kapan kita bertemu keduanya, mereka berdua kan perlu dukungan kita" ucap Elka.


"Kita cari waktu yang tepat yaa,, sebab Senja dalam proses penyembuhan sedang Dara dalam proses hukuman" ucap Heri.

__ADS_1


Yang lain pun mengangguk setuju dengan pernyataan dari Heri....


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2