Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 134 - Saga bertemu Papa


__ADS_3

#Biasakan setelah membaca like dan comment ya, terima kasih 🤭


Next.


Saga dan Sky melanjutkan pembicaraan mereka setelah cemilan tersaji di depan mata mereka. Saga sangat menikmati makanan yang di bawakan oleh Om Sky.


"Saga, berapa lama kebersamaan mu dengan papa dan mama?" ucap Sky bertanya.


"Sejak aku lahir hingga aku berumur satu tahun, kala itu kami hidup di sebuah pedesaan yang sangat jauh dari perkotaan, akan tetapi karena sebuah hal papa harus meninggalkan kami," ucap Saga mengenang.


"Karena hal apa Saga?" ucap Sky bertanya


"Karena Oma sudah mendapatkan kami, sehingga papa hanya menyerahkan diri, dan aku sama mama harus menjauh dari papa," ucap Saga bersedih mengingat kenangan tersebut.


"Terus apakah Saga membenci papa?" tanya Sky.


"Tidak dong, kata mama, papa melakukan itu untuk melindungi aku dengan mama, jadi mama tidak membolehkan aku membenci papa meskipun suatu hari nanti papa akan menikah lagi," ucap Saga kembali bersedih.


"Maafin om ya Saga, kita sudahi saja cerita nya agar Saga tidak bersedih lagi," ucap Sky memberikan tisu pada Saga.


"Tidak apa-apa Om Sky, malah aku senang bahwa Om Sky adalah kakak dari mama, dan aku memiliki Oma yang menyayangi aku, juga mama Senja yang mau ku panggil dengan sebutan itu," ucap Saga sambil menghapus air matanya.


"Jadi sampai sekarang Saga sangat menyayangi papa ya, apakah Saga ingin bertemu dengan papa sebelum kita kembali ke rumah Oma?" ucap Sky bertanya.


"Kalau ada kesempatan Saga ingin bertemu dengan papa, akan tetapi karena Oma sangat ketat pada papa, mana mungkin bisa bertemu," ucap Saga mengenang papa nya.


"Iya sih, ya sudah jangan bersedih kita lanjutkan saja cemilan kita sampai habis okey," ucap Sky pada Saga.


Saat kedua tengah asyik mengobrol, Senja perlahan bangun dari tempat tidurnya dan ingin mengambil air putih akan tetapi malah terjatuh.


"Brak," gelas pecah jatuh ke bawah.


Sky dan Saga langsung menemui kamar Senja. Untuk ada bibik yang siaga dan langsung membersihkan.


"Eeh kalian berdua, maaf ya ganggu kalian Sky dan Saga," ucap Senja tersenyum.


Sky pun mengambil minuman dan memberikan pada Senja yang gelasnya sudah di bawakan oleh bibik.


"Terima kasih Sky," ucap Senja.


"Kalian berdua tidak pergi keluar, kan besok kita akan pulang nya," ucap Senja bertanya.

__ADS_1


"Mau sih Saga asal mama Senja sembuh, baru Saga bisa tenang," ucap Saga sambil memegang tangan Senja.


"Mama Senja sudah baikan kok sayang, Saga tidak ada agenda hari ini kah," tanya Senja.


"Ada, kalau mama Senja sudah sadar aku bisa pergi jalan-jalan dengan kakak kembar dengan tenang," ucap Sky tersenyum.


"Mama sudah sehat kok," ucap Senja sambil tersenyum.


Mama Sky dan mama si kembar pun datang, mereka bahagia melihat Senja sudah sadar. Mama Sky pun mengajak Saga untuk keluar sebentar karena sepertinya keduanya ada yang dibicarakan.


"Sky, kamu bisa bantu nggak siang ini menemani aku ke dokter psikolog," ucap Senja.


"Bisa kok, sebenarnya kenapa kamu ingin menemui dokter psikolog," tanya Sky.


"Teman ku yang dokter pribadi ku bilang, sakit ku kali ini ada hubungan dengan mimpi kecelakaan kedua orangtua ku, dan kemungkinan bisa mengungkapkan kasus itu dan mengingat kan aku akan hal itu," ucap Senja menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu kita akan ke sana siang ini, kalau begitu kamu mandi lah dan kita nanti akan makan siang dulu sebelum berangkat, bisa kan berjalan ke kamar mandi," tanya Sky.


"Bisa kok, tadi aku sudah minum, dan juga sudah minum roti tadi," ucap Senja.


"Baguslah kalau begitu, aku keluar dulu kalau begitu," ucap Sky.


" Sama-sama," ucap Sky pamit meninggalkan kamar Senja.


Senja pun mandi dan bersiap-siap untuk makan siang, sebab Senja harus menemui dokter psikolog yang di sarankan oleh temanya atas mimpi nya tersebut.


Sky pun kembali ke dapur untuk membantu, akan tetapi malah di tarik oleh Sky. Sebab mama Sky dan mama si kembar mau masak. Sehingga Sky lah yang tepat untuk mengajak bicara Saga.


Saga dan Sky pun kembali santai di tempat mereka tadi yang ternyata belum di bersihkan sama sekali. Keduanya pun kembali bicara tentang keluarga Saga.


"Om Sky, Saga mau kok bertemu dengan papa, tapi janji pertemuan kami tidak diketahui oleh nenek, kasian papa kalau sampai terluka lagi," ucap Saga pada Sky.


"Oke nanti Om Sky, sama Mama Senja akan mencari tahu keberadaan papa mu ya," ucap Sky kepada Saga.


Saga pun memeluk Sky karena sangat gembiranya. Mama Sky yang melihat keduanya hanya tersenyum dengan sikap mereka. Senja pun datang dan melihat Saga tersenyum bahagia.


"Hai, kalian berdua sedang apa sepertinya bahagia sekali," ucap Senja bertanya dan ikut duduk di antara keduanya.


"Om Sky mau cari keberadaan papa, makanya Saga bahagia sekali ma, setidaknya sebelum pulang bisa bertemu dengan papa," ucap Saga tersenyum bahagia.


"Oh begitu, baguslah kalau memang begitu ada nya, mama senang juga mendengar nya, mama akan ikut membantu Om Sky tentang keberadaan papa," ucap Senja memberikan semangat pada Saga.

__ADS_1


Saga pun memeluk Senja, Senja begitu bahagia di peluk oleh Saga. Seperti di peluk oleh anaknya sendiri. Sky pun tersenyum melihat Senja kembali bahagia.


Panggilan untuk makan pun segera, mereka pun bersiap untuk makan siang. Saat bersamaan si kembar sudah pulang lebih awal dari jam biasanya.


"Hai semuanya," teriak Dina.


"Ye, Kaka Dina pulang," teriak Saga gembira.


"Wah Saga gembira nie, ada kabar apa sih? kok kamu bahagia banget hari ini sayang," ucap Dina bertanya.


"Hehe," ucap Saga cengengesan.


Dina pun pamitan untuk ganti pakaiannya. Dino sudah lebih duluan ganti pakaian dan duduk di meja makan. Dino menjulurkan lidahnya pada sang adik, Dina mendengus kesal dengan sikap sang kakak.


"Ih menyebalkan, enak banget itu rambut aku Jambak deh," ucap Dina dalam hati dan berlalu pergi menuju kamar ganti.


Ketika sudah selesai semuanya pun kembali ke aktivitasnya, Senja dengan Sky pamit karena harus bertemu dengan dokter. Mereka pun berangkat.


Sesampainya di rumah sakit dan Senja sudah di dalam, ponsel Sky berbunyi.


"Ya Hallo, papa nya Saga," ucap Saga to the point.


"Apakah saya bisa bertemu dengan Saga?" ucap Papa Saga.


"Bisa, anda ke ruangan dokter psikolog rumah sakit X ya, saya tunggu di sini," ucap Sky langsung menutup panggilan tersebut.


Sky pun langsung meminta mama nya untuk masuk ke rumah sakit dan membawa Saga, karena ruang psikolog ini ruang pribadi. Jadi Sky sudah meminta izin untuk meminjam ruang tamu untuk waktu yang di pakai Senja untuk terapi.


Pertemuan pun terjadi Saga dan papa nya saling berpelukan, papa nya memberikan sebuah hadiah pada anaknya.


"Sayang, ini no.rekening kamu ya, maafin papa tidak bersama mu," ucap papa memeluk Saga.


Papa Saga pun memberi hormat pada mama Sky, dan meminta maaf atas segala yang terjadi, mama Sky sudah berbesar hati memaafkan semua kesalahan nya.


Karena waktunya memang sedikit, Papa Saga pun berpamitan, Saga melambaikan tangan pada papa nya. Hal yang sama terjadi papa Saga bahagia bisa melihat anaknya.


Senja tersenyum melihat kebahagiaan pada Saga.


🍁🍁🍁


Bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2