
Saga dengan si kembar dan Bu Inah tengah asyik bermain di mall. Mereka merasa bahagia bermain bersama, apa lagi Dina dan Dino tengah libur di karenakan ujian kakak kelas mereka.
"Mama, kasian ya sama adek Saga, semoga segera bertemu dengan keluarga mama nya," ucap Dina berbicara dengan Ibu nya.
"Iya sayang, kamu mainlah dengan mereka ya, Ibu memantau kalian dari sini," ucap Bu Inah.
Bu Inah sibuk memotret kebersamaan ketiganya, Bu Inah mengirim moment ini agar nona Senja tenang di pengadilan bersama temannya. Bu Inah sangat sayang dengan Senja, apapun yang Senja minta mereka satu keluarga pasti akan sigap menolongnya. Karena bagi mereka Senja bukan saja menolong keluarga nya tapi seperti keluarga baginya.
Di pengadilan.
Ponsel Senja pun dapat kiriman dari Bu Inah. Senja tersenyum melihat hal itu, dia pun langsung mengirim ke Sky dan mama nya. Senja pun kembali fokus pada sidang perceraian orang tua Jenny.
Setelah berjam lamanya Jenny pun bernafas lega, karena papa dan mama nya bercerai dengan damai tanpa rasa benci. Akan tetapi saat Jenny ingin keluar dari ruang sidang, dia terkesima orang tua mereka sudah memiliki pasangan dan menemui mereka.
"Jenny, walau papa dan mama sudah cerai, kamu masih hak kami, jadi papa dan mama akan terus menafkahi mu hingga ke pernikahan mu nanti," ucap papa Jenny.
Hal yang sama dilakukan oleh mama nya.
"Oh ya sayang, papa dan mama kamu, akan mengadakan dinner bersama, jadi kamu ajak Tara memperkenalkan ke kami ya," ucap mama Jenny.
"Jenny, rumah yang ditempati mu sekarang sudah jadi milikmu," ucap papa memberikan rumah itu kepada anaknya.
"Terus papa dan mama tinggal dimana?" ucap Jenny bertanya pada keduanya.
"Kami sudah memiliki rumah masing-masing dengan pasangan kami sayang," ucap mama.
Papa dan mama nya izin pamit duluan dengan Jenny, karena mereka ingin segera melangsungkan pernikahan. Jenny yang mendengar rencana papa dan mama nya terkejut dengan hal itu.
Ternyata papa dan mama nya, sudah lama mengajukan gugatan cerai, tapi pengadilan meminta agar menunggu Jenny tamat kuliah. Sedangkan orang tua nya ternyata sudah menikah sirih tinggal mereka meresmikan pernikahan mereka saja.
Jenny hanya terduduk mendengar pernyataan itu, dia terdiam dan terpaku dengan semua itu.
Senja pun memeluk Jenny, Jenny hanya bisa menangis di pelukan Senja. Dering ponsel Jenny sibuk berdering.
"Jenny, seperti nya Tara menelpon mu, coba di angkat," ucap Senja mengelus pundaknya.
π"Hallo Tara, ada apa?" ucap Jenny menahan rasa sakitnya.
π"Aku sekarang berada di depanmu, bisa kah kamu menangis di pelukan ku saja," ucap Tara membuka pelukannya.
Jenny langsung memutar badan nya, dan berlari memeluk Tara. Senja yang melihat itu hanya mendekati dan menenangkan Jenny.
"Jenny, kita bisa melewatinya yaa, kamu jangan sedih sendirian yaa," ucap Senja.
__ADS_1
"Tara, aku minta kamu nikahi aku sekarang," ucap Jenny dengan terus terang.
"Sayang dengerin aku dulu, aku tahu perasaan mu sekarang, tapi hal ini harus dibicarakan dengan orang tua kita," ucap Tara menghibur Jenny.
Jenny pun masih menangis.
"Senja, terima kasih yaa sudah menjaga Jenny, sekarang biar saya saja menjaganya nanti aku kabari lebih lanjut," ucap Tara.
"Iyaa yang dikatakan Tara benar, terima kasih yaa Senja sudah menemani ku malam ini, aku pasti bisa kok," ucap Jenny.
Senja pun kembali memeluk Jenny, Senja pun izin untuk pulang, bukan untuk ke perusahaan.
Senja pun kembali ke rumah nya, karena mendapat kabar bahwa si kembar dan Saga terlelap tidur setelah sampai di rumah.
π"Aman nona Senja, semuanya terlelap dalam tidur, terus masalah pesanan nona sudah sampai semua," ucap Bu Inah.
π"Bu Inah, malam ini menginap di rumah ku saja ya, karena nanti sore ada tamu, aku tidak mau sendirian menyambutnya," ucap Senja meminta.
π"Baik nona akan saya laksanakan," ucap Bu Inah.
π"Bik saya pulang telat ya, paling jam 3, barusan dapat pesan dari Pak Leri, ada rapat dadakan, saya tutup dulu ya panggilan nya," ucap Senja.
Senja pun kembali ke perusahaan nya, dia pun fokus mengemudi.
Senja sibuk dengan rapat dadakan perusahaan nya, sehingga menguras energi nya hingga di sore hari sampai jam 6 malam. Hingga dering ponsel Senja pun berbunyi.
π"Kamu sudah selesai kerjanya? sudah barusan sekarang rebahan sejenak," ucap Senja menjawab.
Senja pun berberes karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Senja melihat ada mobil Pak Leri yang biasa menjemputnya.
"Pak Leri, maaf ya menunggu lama, kita pulang yaa, pasti Sky dan mama nya sudah tiba di rumah, aduh Pak Leri apakah Bu Inah sudah mempersiapkan semuanya?" ucap Senja berbicara tanpa melihat disampingnya adalah Sky.
"Sudah nona Senja, terima kasih," ucap Sky.
"Sa.." belum selesai bicara dilihatnya ternyata Sky.
"Sky, kok kamu menjemput ku, Pak Leri baik-baik saja kan," ucap Senja khawatir.
"Hehe, Senja Pak Leri di rumah mu bersama yang lainnya, Senja terima kasih ya," ucap Sky.
"Terima kasih buat apa?" ucap Senja bertanya.
"Anak kecil yang bersamamu itu adalah keponakanku, mama sangat bahagia bisa menemukannya, meskipun adik kami sudah meninggal tapi kami sangat berterima kasih pada mu, sudah menjaga Saga dengan baik," ucap Sky.
__ADS_1
"Oh iya syukurlah kalau Saga sudah bertemu dengan mama mu," ucap Senja sambil sandaran.
"Senja, apakah kamu lelah? apakah perlu kita ketempat pijat?" ucap Sky bertanya.
Tanpa bertanya Sky pun menuju tempat pijat yang nyaman.
"Senja, kita sudah sampai," ucap Sky.
"Apa?, kok kita malah kesini," ucap Senja terkejut.
"Tapi aku belum mandi," ucap Senja.
"Gampang, mandi saja atau di pijatnya belum mandi juga nggak apa-apa juga kan," ucap Sky.
"Ehm tapi Sky, aku tidak ada kartu member," ucap Senja merengek.
"Apa? kamu kok bisa ada kartu membernya," ucap Senja terkejut.
"Sudah masuk sana nona Senja," ucap Sky mendorong.
Tiba-tiba di depan mereka ada Lia dan Andara.
"Wah..." belum selesai Lia bicara.
Sky menarik Senja untuk duluan masuk.
"Maaf yaa Senja duluan," ucap Sky menyuruh pegawai tersebut Senja duluan.
Alhasil Senja pun masuk lebih dulu, sebum masuk Sky berbisik ;
(jangan memikirkan apapun, fokus kesehatan kamu).
Lia pun di pijat, keduanya menunggu wanita mereka masing-masing. Tidak pembicaraannya di antara keduanya, hingga Andara bertanya lebih dulu.
"Apakah kalian punya hubungan spesial?" ucap Andara bertanya.
"Tidak ada, Senja hanya teman masa kecilku, dia hanya mencintai mu, namun saat ku dengar hal itu rasanya aku ingin memukulmu laki-laki pengecut," ucap Sky geram.
"Katakan saja umpatan itu pada ku, aku beranggapan yang mengatakan itu Senja, sejak kejadian itu dia menjadi lebih dingin seperti waktu kami bertemu pertama, aku sakit melihat nya begitu, tapi apa daya ku Sky," ucap Andara membela diri.
Pembicaraan terhenti karena Sky mengangkat telpon.
πΌπΌπΌπΌπΌ
__ADS_1