
πππππ
Keduanya pun kembali berbicara setelah membereskan tenda STAN tersebut. Elka pun bertanya sama Senja.
"Senja, bagaimana perolehan dari omzet penjualan hari," ucap Elka sambil bantu beres-bereng pakaian yang masih tersisa.
"Ehm. lumayan sih, nanti........" ucap Senja tercegat kata-katanya karena ingin mengetahui siapa yang diajaknya bicara.
Ketika Senja mau berbalik badan.
"Kamu Elka, aku pikir siapa? berbicara panjang lebar kayak wartawan saja," ucap Senja sambil tertawa kecil.
"Lah, berarti dari tadi kamu tidak melihat aku, atau kamu lupa aku membantu dari tadi," ucap Elka.
Senja pun hanya senyum-senyum mendengar ucapan Elka.
"Ohya Senja, lusa papa ingin bertemu kamu di waktu weekend. Tempatnya masih dipikirkan Papa dan Mama, ada kah waktu nantinya," ucap Elka bertanya.
"Lah kok ada mama kamu, kan aku nya mau bicara dengan papa kamu saja," ucap Senja menjawab.
"Mama juga ingin bertemu kamu karena sudah lama tidak bertemu Senja kata Mama, nanti mama ku sedih jika kamu berkata begitu Senja," ucap Elka.
"Oke deh mau bertemu dengan Tante, nanti saling berkabar saja yaa Elka," ucap Senja.
Pameran pun selesai semua peralatan di tempat acara dan diluar gedung selesai dibersihkan, hanya beberapa yang belum yang menyelesaikannya dari Event Organizer.
Waktu pun menjelang sore menuju peraduannya. Senja pun berangkat karena waktunya sudah harus pulang. Senja pun berpamitan dengan Elka. Dari kejauhan tampak Andara melihat Senja ingin mengejar namun tidak kesampaian.
"Duuh ketinggalan deh, padahal mau bicara" gumam Andara dalam hati.
Ditempat lain waktu yang sama
Β
"Jeni, aku antar kamu ke rumah ya," ucap Heri.
Jeni pun menghampiri Heri memberi isyarat untuk jaga jarak. Karena jika diketahui oleh Papa nya dia pacaran bisa kena marah 7 hari 7 malam (kayaak apaan ya hehe).
Heri pun tidak memperdulikan hal itu, karena Heri dengan Jeni baru jadian selama 1 bulan. Dan dia sangat menyayangi Jeni begitupun sebaliknya.
Jeni pun memberikan isyarat agar mereka melakukan pembicaraan ditelpon saja.
"Heri, please honey . Jangan bicara lagi, kalau di dengar teman-teman lain. Bisa-bisa papa ku akan tahu. Biarin kita backstreet saling menyemangati di Whatshapp atau sosial media lainnya dan fokus pada impian dan semoga jalani cinta kita terjaga tanpa diketahui papa," ucap Jeni berbicara panjang lebar kepada Heri.
__ADS_1
"Baiklah, tapi janji kita telponan nanti malam. Aku sudah terbiasa sebelum tidur mendengar suara kamu," ucap Heri bersikap manja melalui telpon.
"Okey but no promise, ohya Honey jemputan Sudah datang, pergi dulu ya," ucap Jeni dengan memberikan kecupan kasih sayang melalui telpon (alaaamak siapa nie nostalgiaπ).
Heri pun menatap dari kejauhan dari kepulangan Jeni, namun mereka tidak mengetahui. Bahwa ada yang mendengar percakapan mereka. Seorang wanita yang diam-diam menyukai Heri dari dulu, namun sengaja disimpan untuk diungkapkan pada waktu yang tepat.
Jeni pun menelpon Heri sebelum tidur. Karena kamarnya kedap suara, jadi tidak mungkin orang tuanya akan mendengar suara mereka telpon.
π"Heri, sudah tidur belum," ucap Jeni bertanya.
π"Belum lah sayang, aku menunggu kamu dari tadi, aku kan sudah bilang, belum bisa tidur jika belum mendengar suara kamu sebelum tidur," ucap Heri menjawab dengan panjang lebar.
π"Heheh, sabar sayang, kamu tahu sendiri kan, aku lagi cari suasana yang tepat agar papa dan mama tidak tahu, jadi sabarlah jangan manyun begitu," ucap Jeni memberikan semangat pada Heri
π"Baiklah, aku nggak manyun lagi deh, tapi asal buat aku senang dulu, sebelum aku tidur," ucap Heri manja.
π"Idih kamu mau kayak mana, aku buat candaan atau buat gombalan, bukannya kebalikan ya sayang, kan harusnya kamu yang begitu," ucap Jeni tersenyum.
π"Oke deh, kalau begitu, kita giliran saja, bagaimana sayang?" ucap Heri.
π"Oke, kamu duluan sayang," ucap Jeni pada Heri.
π"Kangguru apa yang mencemaskan," ucap Heri kepada Jeni.
π"Nggak tahu argh yang," ucap Jeni malas menjawab.
π"Hahah, mana aja guru menciumku," ucap Jeni menjawab.
π"Terus kamu mau buat gombalan apa buat aku?" ucap Heri bertanya.
π"Air apa yang tidak bisa kering," ucap Jeni.
π"Air Zamzam lah sayang," ucap Heri.
π"Kalau air zamzam itu keajaiban Allah, bukan itu coba lagi deh sayang apa hayoo?" ucap Jeni.
π"Air mata kebahagiaan," ucap Heri.
π"Lah bukan lah, nyerah atau terus nie," ucap Jeni bertanya.
π"Nyerah aja deh sayang," ucap Heri pasrah.
π"Ai rindu sama Heri," ucap Jeni tertawa.
__ADS_1
π"Hahahah, iih ayaaang bisa saja deh, hihi makasih yaa sayang, aku akhirnya bisa tidur, makasih yaa sudah menghiburku," ucap Heri.
π"Oke sama-sama, kalau begitu kita rehat ya sayang, sudah malam nie jam 22.00, selamat malam dan mimpi indah," ucap Jeni.
π"Selamat malam dan mimpi indah juga sayang," ucap Heri.
Panggilan pun terputus.
Malam pun tiba dengan cahaya bintang bertaburan dilangit.
Β
Ketika Senja mulai rebahan dari handphone pun berbunyi dengan kerasnya.
"Aduuh, malam-malam siapa yang menelpon," gumam Senja mulai mengambil ponselnya.
Ketika Senja hendak mengambil handphone tersebut dilihat dari layar ponselnya bertuliskan "Andara". Dia pun mengangkatnya.
π"Ya hello, Andara ada apa?" ucap Senja jawab seadanya.
"Ehm, maaf ganggu waktunya Senja. Saya mau ngucapin terima kasih atas semua bantuannya. Dan maaf setelah aku membeli pakaian tersebut, aku tidak kembali lagi. Maafin ya," ucap Andara merasa bersalah karena tidak membanti bereskan pakaian-pakaian yang belum terjual.
"Tidak apa-apa, malah terima kasih karena bantuanmu setidaknya omzetnya lumayan buat diberikan ke beberapa panti sosial," ucap Senja bicara tanpa jeda.
"Terima kasih ya Senja, ohyaa senja ada yang mau dibicarakan boleh kah meminta waktunya sejenak," ucap Andara bertanya.
"Ya sama-sama, boleh mau bicara apa. Tapi, tidak bisa lama-lama ya karena mau istirahat, karena terbangun tidur karena kamu," ucap Senja menjawab
"Ehma nggak jadi saja, selamat istirahat ya Senja. Maaf jadi mengganggu malamnya," gumam Andara dengan wajah yang cemberut.
"Okey" ucap Senja singkat.
"Tunggu Senja," ucap Andara.
"Apa tadi katanya nggak jadi?, terus mau berkata apa lagi?" ucap Senja bertanya.
"Besok bisa mengobrolkah," ucap Andara bertanya.
"Iya boleh, ada lagi kah," ucap Senja bertanya.
"Tidak ada," ucap Andara.
Panggilan pun terputus, katen bintang ingin bersembunyi dibalik bulan.
__ADS_1
"Senja memang wanita tercuek jika di dekati oleh siapapun, pasti dia orang yang setia, andai jika nanti dia jadi pasangan hidupmu, wah sempurna sekali memiliki wanita seperti dia, tapi nggak segampang itu sih, harus berhadapan dengan Elka, lelaki masa lalunya," gumam Andara dalam hati sebelum tidur.
πππππ