
Siska dengan selalu ada di samping Heri, hingga Heri merasakan bentuk kasih sayang yang melimpah dari Siska. Orangtua Heri pun tak bisa berkata-kata atas sikap perlakuan Siska terhadap Heri dan Papa nya yang sedang sakit begitupun perlakuan dari orangtua Siska.
Saat Siska dan Mama Heri ngga ada di ruang rawat papa nya. Heri dan papa nya pun berbicara...
"Her, kamu benaran siap menjadi suami dari Siska wanita hebat kayak gitu, kamu siap menyeimbanginya" ucap papa bertanya.
"ehm sebenarnya siap ngga siap sih Pa, mau gimana lagi? Heri udah cinta banget dengan Siska, Siska berbeda dengan wanita lain, dia tidak manja Pa bahkan dia tidak memaksa orangnya kecuali kalau lagi sakit, aargh Heri ngga bisa kemana-mana harus bisa terlihat dimatanya dia, jadi Heri hanya menurutinya saja karena dialah wanita yang bisa menerima semua kekuranganku, bahkan saat belajat dia support dan dia bisa jadi pembimbing aku Pa, karena terkadang materi yang belum kami pelajari dia sudah mempelajarinya makanya sekali-kali aku suka bertanya pada Siska" ucap Heri menjelaskan panjang lebar tentang Siska kepada papa nya.
"kalau papa sih, setuju aja kalau kalian menikah asal kamu benar-benar bertanggungjawab dengan anak gadis orang lain apalagi Siska salah satu keluarga elit yang bisa menerima keadaan kamu" ucap papa Heri.
"Hehehe... kita berdua masih fokus menyelesaikan kuliah Pa, tapi nggak tahu nanti perrjalanan hidup gimana?" ucap Heri.
Saat keduanya asyik berbicara datanglah Siska dan mamanya Heri. Lalu mereka pun semua pun gampak akrab satu sama lain.
Di tempat berbeda....
Elka harus menemani Dara selama proses perceraian orangtuanya selain mengurusi hal lain, Dara juga mendapatkan beberapa pembagian harta dari kedua orangtuanya. Dengan demikian mereka sebagai orangtua dari Dara sudah melepaskan tanggung jawab mereka ke Elka dan beberapa usaha yangd dibangun sendiri oleh Dara atas bantuan orangtuanya. Dara tetap tersenyum terhadap keduanya karena mereka tidak memiliki perasaaan apapun.
Setelah sidang perceraian selesai Dara pun langsung memeluk suaminya untuk meminta kekuatan pada Elka. Elka pun selalu mendampingi istrinya dengan tenang dan baik. Saat Dara berada dipelukan suaminya, orangtua Dara bermaksud berbicara padanya di dekat cafe. Dara pun meminta izin suaminya untuk berbicara dengan orangtuanya. Elka pun mengizinkannya, dan Dara pun berbicara cukup lama dengan kedua orangtua. Pada akhirnya ketiganya berpelukan dan saling menyemangati kehidupan masing-masing. Orangtua Dara pun kembali ke pasangan mereka, dan rumah yang ditepati Dara jadi hak miliknya sehingga jika nanti Dara kembali ke Indonesia bisa dijadikan tempat tinggalnya.
Dara pun berpisah dengan kedua orangtua, sebenarnya orangtua Dara sangat menyayangi bahkan sempat berpikir kalau Dara belum menikah mereka akan tetap menafkahi anaknya. Karena Dara selalu membawa keberuntungan bagi kedua orangtuanya meskipun cinta di antara mereka tidak ada lagi.
Dara pun di dalam mobil hanya diam membisu dalam pelukan Elka. Elka hanya menenangkan dengan pelukan dan selalu memberikan kata-kata semangat bagi Dara. Bagi Dara saat ini cukup ada Elka disampingnya sudah cukup.
"Saayang, kita sudah sampai di rumah" ucap Elka membangun Dara.
"ehm baik sayang, terima kasih" ucap Dara.
Dara pun menuju ke kamarnya dan kembali tidur diiringin Elka dibelakangnya.
__ADS_1
"Elka sayang suamiku, bisakah beri aku waktu satu hari saja untuk sendiri. Sementara ini bisa kah kamu tidur ditempat lain dan menyelesaikan perkuliahan" ucap Dara sambil mencium kening suaminya.
"taapi sayaang aa...ku?" ucap Elka terbata-bata.
"Suamiku sayang aku hanya butuh sehari saja, aku janji aku baik-baik saja" ucap Dara.
Elka pun memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Baiklah tapi janji jika ada apa-apa telpon aku, aku ngga kemana-mana, aku berada di kamar tamu ya sayang" ucap Elka.
"Iyaa sayang, terus jika ada suara berisik apapun dari kamarku kamu jangan berusaha masuk ya, karena dengan cara itu aku menenangkan hatiku, intinya kamu tenang saja ya sayang" ucap Dara.
"taaapi saa...yaang.. aku khawatir denganmu" ucap Elka.
Dara pun mendorong suaminya agar keluar kamar, karena beberapa barang suaminya sudah diletakkan dikamar tamu. Elka hanya bisa menuruti istrinya. Dia pernah bertanya pada Andara sikap negatif apa yang ada pada dara, kata Andara sikap negatifnya suka melempar barang-barang ketika emosinya tidak stabil dan itu sulit untuk menenangkannya. Karena hal itu lah Elka berusaha memahaminya.
Di dalam kamar Elka merenung...
Setelah setengah jam Elka dalam kamar dia benar-benar tidak tahan dengan kondisi ini. Elka pun menuju kamar Dara yang tadinya ada suara bising dan sekarang hening.
Elka pun segera menghubungi Dara melalui telpon...
"Saayang, kamu baik-baik saja kan di sana" ucap Elka.
"Yaa sayang aku baik" ucap Dara menahan tangisannya.
Elka pun mendorong pintu kamar Dara yang memang tidak terunci. Elka terkejut dengan kamar Dara yang berantakan, saat dia dapati ternyata Dara tengah memegang lututnya sambil menangis. Elka pun mencoba mendekati Dara. Saat Dara melihat Elka dia pun memeluknya dan berkali-kali meminta maaf pada Elka. Elka belum bisa berkata apa-apa dia hanya memperdulikan kondisi Dara. Ketika Dara dalam keadaan tenang dan tertidur dalam pelukan Elka. Elka pun membereskan kamar istrinya. Setelah di membereskan kamar tersebut ada pembantu yang mengantarkan makanan buat Dara. Elka pun meletakkan makanan dan minuman untuk Dara.
"Bik Sri, kira-kira berapa lama Dara akan bangun setelah usai menangis karena selama mengenalnya belum pernah melihat kondisi Dara seperti ini" ucap Elka penasaran.
__ADS_1
"besok sudah lebih baik kok Nak Elka" ucap bik sri.
Bik Sri pun pergi meninggalkan Elka yang penuh tanda tanya. Dia pun perlahan menutup pintu kamar Dara.
"Semoga Dara besok lebih baik, aamiin" ucap Elka berharap Dara sehat dan baik.
Di tempat berbeda....
Senja berada dirumahnya Andara karena mamanya masih meminta keduanya berada di rumahnya.
"untung saja sayang, aku mengambil penerbangan besok sore, kalau hari ini mama bisa ngamuk" ucap andara.
"hihi... udah argh sayang, aku mau nemani mama dulu yaa buat masa malam nie" ucap Senja.
Senja pun menemani mama Andara. Mama Andara sangat senang ditemani dengan Senja, karena papa nya Andara ingin masakan sehingga harus memasak. Keduanya pun saling membantu buat masakan malam nie. Kadang canda tawa di kala masak membuat keduanya tidak terasa bisa menyelesaikan tugasnya. Namun, disaat selesai urusan masakan tersebut. Telpon Senja pun berbunyi dari Pak Leri ingin meminta video call atas rapat yang diadakan tadi siang.
"Baik Pak Leri, tunggu waktu 10 menit saya ganti pakaian dulu ya" ucap Senja.
"Ma, Senja pergi dulu ganti pakaian ya mau rapat online" ucap Senja sambil memeluk mama Andara.
"Yaa sayang.." ucap mama Andara.
"Sungguh menantu idaman, sungguh beruntung Andara mendapatkan Senja" ucap Mama dalam hati.
🍂🌷🌷🌷🍂
Bagaimana kelanjutannya?😊
Like and comment ya😊
__ADS_1
Terima kasih😊