Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 14- H-10 day Pensi


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀🍀


Seluruh elemen di School Internasional sibuk dua minggu terakhir karena akan perayaan Pensi setiap tahunnya. Namun, konsep pada tahun ini berbeda. Yang mana setiap kelas harus memiliki produk yg bisa dipasarkan di outlet-outlet yang disediakan. Selain itu beberapa siswa tergabung pada penampilan sains projeck, dan siswa yang mengikuti drama musikal.


Namun tema yang dibawakan sesuai dengan Kebudayaan masing-masing sehingga mencintai negaranya sendiri Indonesia. Kesibukan pun terjadi di semua lini kegiatan H-10 Pensi nanti. Membuat semua siswa terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain ajang promosi sekolah, juga menampilkan keunggulan School Internasional.


Andara yang lelah dengan semua kegiatan yang akan segera dilaksanakan pada waktu dekat terasa lelah. Ketika Andara beristirahat ditengah panasnya matahari datanglah seseorang menghampirinya. Dan memberikan sebuah minumanya.


"Andara, nie minuman buat kamu. Semangat yaa menuju Pensi, kita semua pasti bisa dan kamu harus tetap sehat. Dan minuman ini saya letakkan disamping sini ya," ucap Senja memberikan minuman pada Andara.


"Hey, loe siapa sih membangunkan tidur gue. Loe," ucap Andara terhenti mulutnya ketika samar-samar wajah itu tampak karena sinar matahari yang menghalangi sehingga terlihat samar-samar.


Andara pun terbangun dari tidurnya. Andara pun bangun serta berdiri. Andara pun menghampiri Senja dan langsung berdiri mengejarnya.


"Senja, bisa kah kamu kesini sebentar hanya sejenak kok," ucap Andara.


"Duuh, apa yang mau dibicarakan dengan Senja tadi aku nyuruh dia pergi eeh malah menyuruh dia mendekat. Bisa-bisa dibilang laki-laki nggak punya pendirian, gumam Andara dalam hati.


Senja pun mendekat.


"Bukankah tadi Andara mengusir aku, terus kenapa disuruh kesini lagi?" ucap Senja menjawab.


"Ehm terima kasih ya minumannya, aku hanya lelah saja Senja. Aku tidak tahu jika yang memberikan minuman adalah kamu, maaf yaa kamu jangan marah dong, bisa-bisa hari-hariku kacau kalau kamu marah," ucap Andara sekonyong-konyong mulutnya ngomong tidak berhenti kayak burung beo.


Senja pun tertawa melihat tingkah Andara seperti itu, entah kenapa ketika berbicara dengan Andara. Ada saja lelucon yang dibuat olehnya.


"Nggak apa-apa kok, Andara istirahat saja jika lelah kembali ke tempat Pensi agar mengetahui kekurangannya apa? teman-teman pasti menunggu Andara. Dan maaf yaa aku tertawa lucu saja lihat tingkahmu barusan," ucap Senja.


Andara pun bangkit dari tempat istirahatnya dan meminum suplemen yang diberikan oleh Senja. Padahal kan hanya air mineral yang diberikan padanya (kalau udah cinta semua barang pemberian terasa indah hehe).


Andara pun berpamitan dengan Senja dengan langkah yang penuh semangat. Senja pun berbalik memberikan semangat dengan tangan yang dikepal ke atas. Sontak saja melihat hal itu kelelahan yang dirasakan Andara menghilang begitu saja. Namun, karena tidak melihat ke depan, dia pun menabrak Bu Lili. Andara pun malu sejadi-jadinya dan membereskan barang Bu Lili dengan sigap.


"Bu Lili, maafi Andara ya. Mau cepat pergi melihat dekorasi Pensi," ucap Andara berlalu meninggalkan Bu Lili.

__ADS_1


"Ya, lain kali kalau jalan lihat ke depan bukan ke belakang ya Andara," ucap Bu Lili menjaaab


"Baik Bu Lili cantik," ucap Andara pergi secepat kilat.


Bu Lili yang melihat kekonyolan Andara terhadap Senja ikut tersenyum melihat tingkahnya tersebut.


"Senja, kenapa tidak ikut berpartisipasi dalam acara musikal drama akan tetapi malah memilih ikut pameran diluar saja," ucap Bu Lili bertanya.


"Senja tidak suka tampil di khalayak ramai Bu, Senja juga tidak bisa ikut drama begitu, fisik Senja tidak kuat Bu," ucap Senja menjawab.


"Lain kali Senja ikut ya, Ibu yakin kamu memiliki bakat dalam drama tersebut, meskipun fisik kamu tidak mendukung," ucap Bu Lili menepuk pundak Senja.


"Baik, terima kasih Bu Lili atas supportnya," ucap Senja sambil tersenyum.


Bu Lili pun pergi meninggalkan Senja yang sendiri dan dengan senyumannya sendiri. Senja ingin menikmati masa-masa ketika berada di School Internasional. Karena tahun depan harus pindah ke sebuah sekolah yang mendukung karier perusahaannya.


Senja pun berfokus dengan hal yang akan dikerjakannya. Elka menatap Senja dari jauh, dia cemburu kedekatan Senja dengan Andara. Saat Senja sedang fokus dengan kegiatannya.


Senja pun menerima telpon di atas atap sekolah.


📞"Ya Pak Leri, ada apa? silahkan bicara," ucap Senja bertanya.


📞"Begini Non.....," ucap Pak Leri membicarakan pekerjaan perusahaan panjang lebar.


📞"Oke ambil saja plan A saja dulu, nanti bila belum berhasil maka ambil plan B," ucap Senja menjawab.


📞"Baik Nona, akan kami lakukan, maaf sudah mengganggu kegiatan Nona Senja," ucap Pak Leri.


📞"Biasa saja Pak Leri, terima kasih yaa sudah menjaga perusahaan," ucap Senja.


📞"Itu sudah kewajiban saya nona, saya kembali kerja kembali ya non," ucap Pak Leri.


📞"Oke silahkan," ucap Senja.

__ADS_1


Panggilan telpon pun terputus, saat Senja berbalik sudah ada Elka di belakangnya.


"Kamu ngapain disini Elka?" ucap Senja bertanya.


"Bisakah kita berdua berbicara sejenak Senja," ucap Elka bertanya.


"Boleh dong, mau membicarakan apa Elka?" ucap Senja bertanya.


Elka pun duduk begitupun dengan Senja. Mereka pun membicarakan waktu mereka bersama dulu. Gelak tawa di antara keduanya sangat terlihat jelas. Saat Elka dan Senja masih larut dalam tawa mereka berdua. Ada mata yang memandang cemburu di antara keduanya.


Tiba-tiba Andara datang tanpa suara.


"Hey kalian berdua nie, sejak kapan kalian berdua di sini," ucap Andara menyapa keduanya.


Elka hanya menatap sinis Andara yang datang tiba-tiba.


"Aduuh nie orang, ganggu saja kebersamaan gue dengan Senja sih," gumam Elka kesal.


Andara pun nimbrung ke tengah, Elka kesal bukan main dengan sikap Andara. Senja pun bingung sejak kapan Andara berada disini?.


"Kamu kok bisa disini," ucap Senja bertanya.


"Kok kamu bilangnya gitu sih Senja, aku tadi sih lagi cari suasana saja, lagi butek pikiranku, di atap kan suka sepi nggak ad orang, eeh ada kalian berdua nie, terkejut lah jadi mending gue berada disini bersama kalian, iya kan, gue nggak ganggu kalian kan," ucap Andara bertanya.


"Nggak kok, kami hanya membicarakan saat kami masih bersama masa kecil dulu," ucap Senja menjawab.


"Oh bercerita tentang masa kecil, yaa wajar sih jika Elka bisa bicara hal itu, karena kalian teman masa kecil," ucap Andara sinis.


Ketiganya pun mengobrol untuk sesaat. Lalu pergi kembali ke tugas masing-masing.


Langit menampakkan keindahannya, tersenyum pada mereka yang merasakan. Tersenyumlah meskipun masalah menimpamu dengan hebat. Dan kamu hebat kok sudah bisa melewati ini semua (kata-kata motivasi buat para pembaca).


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2