Dermaga Senja

Dermaga Senja
Kepergian Senja


__ADS_3

Senja bahagia kebersamaan dengan teman-temannya, namun tinggal beberapa minggu dia tinggal di Indonesia. Senja harus bersekolah di Inggris tempat orangtuanya yang mendaftarakan dirinya untuk bersekolah disana. Senja pun menikmati hari-hari bersama teman-temannya.


Teman-temannya tidak mengetahui kalau waktu senja bersama mereka menghitung minggu. Senja memang sengaja tidak memberi tahu, bahkan hanya kepala sekolah yang tahu kalau dia akan pindah sekolah.


Senja mengerjakan sesuatu yang menyenangkan semua teman-temannya. Bahkan membawa makanan untuk teman-teman di kelas. Sebenarnya hal biasa bagi mereka menerima makanan dari Senja. Karena hampir tiap bulan Senja membawa makanan untuk dibagi.


"Hei Senja, kok kamu melakukan sesuatu yang tidak biasa. Seakan-akan kamu mau pergi jauh" ucap Dara menyelidik.


"Argh itu perasaanmu saja Dara, aku menikmati saja gak ada maksud terselubung" ucap Senja.


Dara dan Senja pun berbicara sepanjang lorong dan banyak hal yang dibicarakan. terkadang ada tawa, kadang jugo jengkel begitulah keduanya dipersatukan. Awalnya Senja tidak memiliki teman bahkan dijadikan musuh oleh Dara. Namun, seiring berjalannya waktu semua itu sirna hanya ada persahabatan di antara keduanya.


Di dalam ruangan kelas.....


"Hei Dara dan Senja, tumben kalian berdua bersama lagi tidak memperebutkan Andara lagi kan" ucap Dina mengelak tawa teman-teman yang tidak suka dengan keakraban keduanya.


Ketika Dara ingin membalasnya, Senja menarik tangan Dara.


"Sudah lah, ayook kembali ke tenpat duduk" ucap Senja.


Dara yang masih kesal, mengancam ke Dina dengan bahasa isyarat begitulah Dara dia tidak terima jika kehidupannya di usik oleh orang lain.


Senja hanya bisa menahan emosi Dara untuk sesaat itu saja, karena Dara tipekal wanita yang gampang tersulut emosi.

__ADS_1


Ketika bel berbunyi semuanya berhamburan beraktifitas diluar ruang kelas. Senja pun kehilangan sosok Dara, padahal belum sampai 5 menit dia mengalihkan pandangannya Dara sudah menghilang. Ehm pergi kemana Dara, tadi pas bel berbunyi menampakkan wajah yang senyum sinis begitu, apakah dia akan melakukan sesuatu gumam Senja.


Senja pun berlari kesana kemari keberadaan Dara, hinga dia mengingat suatu tempat yang biasa dijadikan tempat para teman-temannya berkelahi. Senja pun berlari ke arah belakang sekolah.


"Ayooo kalau kalian berani" ucap Dara.


Ternyata Dara sudah meninju kedua sahabat sohib itu Dina dan Ara duo wanita tukang gosip paling pedas selain dirinya.


"Stop...." ucap Senja.


Namun tiba-tiba pukulan mengenai bahu Senja dan terjatuh mengenai lengannya. Yang ternyata lengan Senja berdarah ketika dilihatnya Senja kena paku berkarat.


"Tunggu saja pembalasan gue buat kalian berdua" ucap Dara.


Betapa terkejutnya Andara, ketika digendong Dara adalah Senja.


"Ini kenapa Dara, tolong jelaskan" ucap Andara dengan penuh tanda tanya.


"Loe bawa segera Senja ke Rumah Sakit terdekat dari sekolah, terus katakan ke dokter bawa pendarahannya disebabkan paku berkarat" ucap Dara menjelaskan panjang lebar.


"Baik, gue pergi Terus loe gimana Dara? ucap Andara.


"Gue haru nemui guru BK sebab saya ketahuan berantem, nanti saya akan jelaskan ke kamu. Segera bawa Senja jangan banyak bicara lagi" ucap Dara.

__ADS_1


andara pun pergi meninggalkan dara, andara pun secepat mungkin. Hingga tiba lah di RS Bhayangkara dekat sekolah mereka, Senja pun segera dirawat dan diperiksa oleh dokter.


Setelah beberapa lama dokter keluar dari ruang tersebut dan mengatakan bahwa jika saja Senja telat dibaws ke RS kemungkinan terinfeksi besar, dan alhamdulillah nya sudah ditangani dengan baik. Dari pagi sampai siang pun andara menemani Senja, sedetikpun dia tidak meninggalkan tempat itu bahkan makan tidak dilakukannya.


"Permisi..." ucap Pak Leri.


" Eeh Pak Lari, aduuh Nona Senja malah masuk RS bukankah harus istirahat kan semingggu lagi harus ke Inggris betapa terkejutnya Andara mendengar ucapan Pak Leri.


"Maaf maksud Pak leri apa?? Senja ke Inggris" ucap Andara penasaran.


Pak Leri pun menceritakan perihal tersebut, betapa terkejutnya Andara bahwa kebersamaan mereka hanya sementara. Andara hanya diam dalam lamunan, tanpa dia sadari Senja sudah terbangun.


Senja pun berbicara banyak dengan Pak Leri. Sedangkan Andara berada diluar karena Senja ingin berbicara dengan Pak Leri .


Pak Leri pun berpamitan dan menyuruh Andara masuk ke dalam karena Senja mau berbicara.


"Andara, maaf ya saya tidak ke kalian bahwa seminggu lagi saya di Indonesia" ucap Senja.


Andara hanya diam mendengar ucapan Senja. Dan teman-teman mereka pun datang menjenguk Senja yang terbaring sakit.


Apa itu perpisahan?Kenapa harus ada perpisahan? gumam Andara dalam hati.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2