
Siska termangun tidak menyangka akan begini adanya, Heri benar-benar sudah pergi ke Austria. saya pun tidak memiliki kontak Senja untuk bertanya apakah Heri sudah disana. Tapi dekat pun tidak dengan Senja bagaimana aku berkomunikasi dengan dia. Pikiran Siska benar-benar tentang Heri. Padahal yang membuat keputusan untuk putus adalah dirinya malah dia menyesal dengan putusan tersebut.
Siska hanya sebentar berada dikosan mantan pacarnya dan menyerahkan kembali kunci Heri serta menitipkan surat kepada temannya. Siska tidak bisa lagi menghubungi Heri kemungkinan masih berada di pesawat.
Selama beberapa tidak ada kontak dengan Heri semua aktivitas nya kacau. Hingga beberapa Minggu dia menemukan bahwa Heri aktif di media sosialnya. Siska menginbox Heri.
"Heri, apa kabar" ucap Siska dalam pesan tersebut.
Heri sebenarnya sudah mengetahui pesan tersebut karena ada pekerjaan jadi dibalasnya "baik, kamu" begitulah jawaban Heri ke Siska sejak itu Siska tidak lagi mengirim inbox. Heri tidak memiliki keahlian memulai dulu. Dia tahu Siska akan terganggu dengan sikapnya. Heri pun sudah terbiasa tanpa Siska... Hingga urusan Heri di Paris mau selesai, dia terkadang berkunjung ke Andara untuk sekedar mengobrol.
Heri pun bertemu dengan Senja dan Andara, ketiganya banyak berbicara terdapat nasehat-nasehat yang baik dari pasangan muda tersebut. Karena keduanya memilih menikah dulu baru pacaran. Karena keduanya memiliki komitmen namun dalam berumah tangga ada saja konflik.
Heri pun pamitan kepada kedua nya banyak hal yang di dapatnya..
"Andara dan Senja terima kasih yaa oleh-oleh dari kalian, dan nanti saya berikan hadiah ini ke Siska, semoga kalian mendapat momongan yaa" ucap Heri kepada keduanya.
Andara pun mengantar Heri sampai ke bawah apartemen nya.
"Heri.. semangat yaaa.. yang tahu hidup kamu adalah kamu sedangkan orang lain hanya memberikan nasehat, jadi jika memiliki permasalahan dengan siapapun selesaikan dengan gentle man because kamu laki-laki kan" ucap Andara sambil memeluk sahabatnya tersebut.
"terima kasih support nya Andara... gue permisi pulang ke Malaysia ya" ucap Heri melambaikan tangannya.
"sorry yaa Heri.. nggak ngantar loe sampai ke bandara, tapi gue sudah pesankan taxi buat ngantar loe ke bandara, Thu mobilnya sudah datang" ucap Andara menunjukkan taxi yang sudah dipesankan untuk Heri.
Heri pun kembali melambaikan tangan..Sungguh pengalaman 2 minggu' yang luar biasa yang dia dapat selama di Paris. Bukan saja tentang keahlian namun juga untuk masa depan.
"Sudah pulang Heri nya" ucap senja kepada suaminya.
"sudah sayang.. ohya ini udah siang kita jalan-jalan ke mall yuuk, aku kangen mau pacaran sama kamu" ucap Andara manja sama suaminya.
"oke kita jalan.. kalau gitu mau siap-siap dulu" ucap Senja bersiap-siap.
"aaargh... serius sayang kita akan pergi ke mall" ucap Andara sambil memeluk suaminya.
"hihi... iyaa sayang mumpung kita ambil cuti sehari untuk menjamu Heri.. sekaligus aja kita pacaran kan"ucap Senja.
Keduanya pun bersiap-siap mau ke mall.. Hingga selesai mereka pun berangkat dengan menggunakan kendaraan umum, karena sangat jarang keduanya bisa lalui hari berdua.
__ADS_1
Β
Siska sudah menanti kehadiran Heri, namun belum juga terlihat olehnya di Bandara. Karena Heri mengabarin akan tiba di Bandara Pukul 19.00 malam.
"kemana yaa?, kok tidak terlihat" ucap Siska sambil matanya melihat orang satu persatu.
Saat Siska lengah.. Tangan itu menyapa dengan perlahan. Siska pun menoleh ke arah laki-laki tersebut.
"Saayang..." ucap Siska memeluk Heri.
"......." Heri hanya diam saja dengan pelukan Siska, saat Heri mau bicara Siska malah mengambil start berbicara duluan.
"Aku minta maaf, kita jadian lagi ya sayang" ucap Siska dengan wajah memelas.
"iyaa sayang..." ucap Heri sambil mencium kening Siska.
Keduanya pun meninggalkan bandara, mereka pun duduk berdua ditengah. Yang tertidur malah Siska.
"Yaa ampun sayang... masuk mobil kamu langsung tertidur, berapa jam sih kamu menunggu? padahal kan sudah aku kasih tahu deadline jam nya" ucap Heri sambil melihat wajah Siska.
Tiba di apartemen, Heri mengambil ponselnya dari tas kecilnya. Karena Siska tidak bisa bangun kalau dia kelelahan, sehingga percuma berbagai hal dilakukan.
"Bro.. loe turun bantuin gue ambil barang gue, karena Siska lagi tidur nie, nanti gue kasih upah deh" ucap Heri ke Veri.
"siaaap bos... segera kebawah menuju mobil" ucap Veri pada Heri.
Veri pun tiba untuk membawa barang-barang Heri, sedangkan Heri mengendong Siska agar tidur dikamarnya.
"thanks yaa Veri sudah bantu gue" ucap Veri.
"tunggu.. gue kasih oleh-oleh buat sahabat gue" ucap Heri memberikan sekantong oleh-oleh buat sahabat nya...
"benar-benar terharu dapat uang dan makanan terima kasih Heri" ucap Veri pergi begitu saja.
Heri pun membaringkan Siska ke atas kasurnya. Sedangkan Heri memilih tidur diluar dengan kasur yang biasa di pakai untuk menonton tv.
Pagi Hari.....
__ADS_1
"aaarghhhh... aku dimana?" ucap Siska sambil melihat ponselnya.
"untung hari Minggu lanjut tidur lagi deh... tapi tunggu ini dimana, kok dekor kamarnya kayak tempat laki-laki" ucap Siska.
"aduuh.. ada apa sih Siska teriaknya gede banget" ucap Heri sambil membuka matanya.
Siska pun tanpa pikir panjang langsung meloncat dan memeluk Heri. Heri melihat hal itu langsung menangkapnya.
"sayang, kalau kamu loncat gitu.. Lama-lama pinggangku retak"ucap Heri.
"maaf.. aku pikir dimana? aku bersyukur itu kamu, temani tidur lagi yaa.. aku masih ngantuk" ucap Siska.
"tapi sayang.. kita harus makan, aku ada banyak cemilan kita makan itu dulu yaa" ucap Heri.
" nggak mau... nanti aku pesan saja melalui internet saja" ucap Siska ambil ponsel dan mendorong Heri untuk tidur.
Keduanya seperti posisi Siska memeluk Heri dalam keadaan berbaring.
"nah udah selesai, makanan kesukaan ku dan kesukaanmu" ucap Siska sambil memeluk Heri.
"kamu nggak berubah yaa sayang, masih kamu yang handle semuanya.." ucap Heri kesal.
"aku kan kangen kamu ... dua Minggu nggak ada kabar" ucap Siska sedih.
"yaa... yaa... maaf sayang, aku sibuk disana ponsel hanya ku aktifkan tanpa menghubungi siapapun? tapi ke depannya janji ya segala sesuatu aku harus ikut andil jika keputusan bersama" ucap Heri berbicara serius pada Siska.
"iyaaa..." ucap Siska sambil merunduk dan ingin bangkit ke kamar mandi, namun Heri menarik tangan Siska.
"kok malah mau pergi sih.. aku mau kamu tersinggung, maaf sayang aku tahu kamu hidup dengan semua permintaan mu diputusi olehmu sendiri, tapi jika kita hidup berdua dan menikah keputusan itu harus berdua, jadi sejak sekarang kamu harus belajar menerima keputusan dari orang lain juga, jika kamu benaran serius dengan hubungan kita" ucap Heri berbicara serius dengan Siska.
"Baiklah.." ucap Siska.
Siska dan Heri pun kembali berdamai mereka pun hanya tertidur sebentar, karena pesanan makanan mereka sudah datang dan keduanya menikmati sarapan pagi mereka dengan hati yang gembira.
πππππ
Like and comment yaβΊοΈ
__ADS_1