
Andara menunggu jawaban dari Senja, meskipun dia siap dengan segala kemungkinan yang ada.
"Jadi, kamu siap jika nanti aku menolak lamaran kamu" ucap Senja.
"Yaa, aku siap dengan segala kemungkinan apapun" ucap andara.
"Yaa aku menolakmu Andara...?" ucap Senja.
"Benarkah aku di tolak, baiklah Senja terima kasih jawabannya. Tapi izini saya sebagai teman kamu, menemani ke Perancis yaa. karena mama saya sudah memesankan tiket, bisa-bisa dapat omelan jika anaknya di tolak" ucap Andara.
"kok andara tidak kecewa dengan penolakan itu" ucap Senja dengan wajah kecewa.
"Hehe kecewa pasti adalah Senja, lagian aku sudah berkaca diri tidak sebanding dengan dirimu, dan intinya aku sudah melega mengungkapkan perasaan ku padamu" ucap Andara.
"tapi.. aku belum selesai, masih ada yang mau aku bicarakan" ucap Senja.
__ADS_1
"emang senja mau bicara apa, andara siap mendengarkannya kok" ucap andara.
Pikiran Andara sibuk menghadapi pertanyaan mama ny, bagaiamana nanti mama bertanya dengan ku yaa tentang lamaran ku ke Senja. aduuh, kenapa juga sih jadi laki-laki gue nggak gentle banget deh gumam Andara dalam hati.
"aku menolak jika lamaran kamu lama..." ucap Senja dengan suara pelan.
"apa maksudnya, jadi Senja mau dilamar secepat mungkin" ucap andara.
"Iya, jika bisa saat ini. Jadi saat diperjalanan ke Perancis kamu adalah tunangan ku" ucap Senja.
Andara pun video call dengan mama dan papa nya. Senja pun meminta Pak Leri sebagai saksi atas pertunangan keduanya, cincin yang di kotak tersebut di buka oleh Senja, mereka pun bertukar cincin. Hanya saja bedanya cincin mereka di pakai kan oleh Pak Leri. Karena Senja berharap ada restu bagi mereka berdua, mama dan papa andara bahagia melihat anaknya menikahi wanita yang sukses luar biasa.
----------
Keberangkatan Senja dan Andara tidak diketahui oleh teman-temannya. Hanya saja Senja yang menampakkan bahwa hanya dia yang pergi ke Perancis, sedangkan Andara sudah berada di ruang tunggu. Dia sengaja mengatakan kepada teman-temannya bahw Dirinya memiliki urusan mendadak sehingga harus berangkat ke luar negeri sekarang. Teman-temannya jelas saja percaya, karena memang saat sekarang masa-masa mereka libur.
__ADS_1
Andara pun sudah berada di dalam pesawat dan menunggu kedatangan Senja yang sudah menjadi tunangannya. Jelas saja Andara bahagia, mereka akan menikah jika andara menyelesaikan studinya.
Sampailah Senja ke dalam kabin pesawat, membuat andara bahagia melihatnya. Andara takut-takutan menyentuh Senja, senja pun menuliskan sesuatu ke ponselnya agar Andara membacanya. Setelah membacanya Andara benar-benar bahagia, mereka boleh melakukan apa saja selama tidak melakukan hubungan suami istri.
"aku juga belum siap menjadi seorang ayah" gumam andara dalam hati..
Tidak banyak yang mereka bicara di dalam kabin pesawat, keduanya lebih memilih untuk istirahat karena tiba disana andara ingin mengajak Senja jalan-jalan. Karena bagi andara hal biasa bepergian seperti ini.
Senja pun bahagia kedatangan ke luar negeri kali ini bersama pasangannya. Sehingga Senja tampak bahagia meskipun sengaja tidak diperlihatkan saja kepada andara.
Senja menatap lekat wajah itu dengan seksama, dia benar-benar tidak yakin sudah jatuh cinta dengan pria seperti andara.
Saat Senja menatap Andara, Andara sontak langsung mencium bibir Senja.
Senja pun kaget melihat itu, senja pun malu-malu jadinya.
__ADS_1
Mereka pun kembali tidur, agar badan bisa fresh ketika sudah sampai nantinya.
🌷🌷🌷🌷🌷