
Andara terpaksa keluar rumah lebih pagi. Alasannya dia tidak ingin bertengkar dengan istrinya dipagi hari. Kalau Senja ngambek akan lebih sulit menghadapinya begitulah gumam Andara di pagi hari.
Sampai juga di kelas...
Suasana masih sepi.. masih satu jam lagi kelas akan dibuka..
Andara pun membaca buku dekat jendela. Dari bawah dia melihat Lea berbicara dengan Reno.
"ehm kenapa aku malah mikirin Lea, kalau ketahuan Senja bisa-bisa didiamkannya selama seminggu, meskipun Lea menyukaiku tapi dihatiku hanya ada Senja" gumam andara begitulah Andara berbicara ke hatinya.
"Morning andara... tumben pagi... lagi berantem dengan istri ya karena tidak dapat jatah" ucap Lea ceplos aja bicaranya.
"morning juga... ngga biasa aja, aku nggak berantem dengan istriku kok, ingin melihat suasana kampus di pagi hari saja" ucap Andara mengelak.
Lea pun mendekatinya dan berbisik...
"tebakan ku pasti bener lah, karena hal ini pernah terjadi pada kakakku, jadi aku tahu tingkah laki-laki, jangan disimpan lagi" ucap Lea sambil menjauhi andara.
Andara bingung dengan tingkah Lea...
Bagaimana dia bisa tahu, meskipun memiliki saudara laki-laki yang sudah menikah tidak mungkin tahu sampai sedetail itu gumam andara dalam hati.
Dosen pun datang ke kelas tepat waktu. Dan membagi kelompok, ternyata Lea dan Andara berada dikelompok yang sama. Dosen mereka memberikan waktu selama 3 jam dan akan di kumpul nanti sore. Sehingga mereka tidak ada waktu untuk memegang ponsel. Saat andara dan Lea asyik mengerjakan tugas tanpa sengaja Lea hampir terjatuh dari tempat duduknya dan dibantu oleh andara. Lea menjadi salah tingkah atas sikap andara, sehingga membuat Lea terkesima. Namun, dia kembali sadar saat keduanya dibuyarkan oleh tugas deadline mereka.
Saat keduany fokus dengan tugas mereka, dering ponsel andara kembali berbunyi dengan kerasnya. Andara pun mengangkat ponsel tersebut yang ternyata dari Senja.
"Ya sayang, ada apa?" ucap andara.
"kamu udah sampai dikampus kah dan apakah kamu marah dengan aku?" ucap senja bertanya panjang lebar.
"nggak sayang, aku lagi banyak tugas dikampus jadi lebih dulu ke kampus" ucap andara.
"ohw begitu, baik kalau begitu aku hanya memberi tahu kalau aku pulang malam hari ini jadi kamu boleh pulang langsung tidur atas sekalian jangan pulang" ucap Senja menahan sakit atas kecelakaan yang menimpanya.
__ADS_1
"sayang.. kenapa kamu bilang begitu? aku bilang aku baik-baik saja kita tidak ada permasalahan, kenapa kamu jadi membuat semua jadi bermasalah" ucap Andara.
"sayang... kalau aku salah aku minta maaf, untuk beberapa hari kamu tidak akan menerima omelanku lagi, dan semoga kamu bahagia dengan Lea" ucap Senja perkataan terakhirnya yang membuatnya pingsan.
Orang-orang yang melihatnya langsung memopong Senja. Panggilan tersebut pun masih terhubung.
"sayang kamu lagi dimana, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Lea, jawab sayang" ucap andara khawatir.
"Maaf Pak, yang memegang ponsel ini habis kecelakaan sekarang kami bawa ke RS terdekat dari kampus Universal" ucap seseorang tersebut.
"Apa?, Senja ke kampus dan melihat aku sedang berdiskusi dengan Lea, aduuh feeling ku benar, aku harus segera menyelesaikan semuanya" gumam andara dalam hati.
"Lea, tolong selesaikan tugas kita tinggal sedikit ya, aku haru ke rumah sakit karena istriku kecelakaan" ucap andara penuh kekhawatiran.
"oke hati-hati dijalan..." ucap Lea.
Lea pun kembali menggeluti tugas yang tinggal dirinya saja.
Andara pun bersegera mencari kamar pasien tempat Senja dirawat.
Senja pun masih belum sadarkan diri, karena syok yang terjadi pada dirinya membuat kesembuhan cukup sulit. Andara hanya terus menyalahkan dirinya, atas perbuatannya hari ini. Seharusnya dia mengatakan dengan jujur kalau dia kesal dengan Senja bukan malah berlari begini. Kalau ketahuan mama bisa-bisa aku dimarahi habis-habisan.
Seharian penuh Andara tetapa terjaga disamping Senja. Namun, Senja belum juga bangun. Hingga tengah malam tangannya bergerak, dia pun segera memanggil dokter.
Dokter pun mengatakan bahwa Senja sudah bertahap sadar, namun masih perlu pemulihan dan ketika sadar jangan diajak banyak bicara.
Senja pun tersadar dan melihat Andara berada disampingnya. Senja tidak menghiraukannya sama sekali. Senja lebih memilih memalingkan wajahnya dan kembali tidur. Namun, Andara menyadarinya dan mulai berbicara.
"Senja sayang yang kamu lihat itu bukan yang kamu pikirkan, aku dengan Lea hanya diskusi yang ditugaskan oleh Profesor saja dan itu dikumpulkannya hari ini, karena mendengar kamu kecelakaan aku langsung kesini dan aku minta maaf atas sikapku tadi pagi tidak pamit langsung kepadamu, karena aku kesal dengan kemarin malam kamu menyuekin aku" ucap Andara menjelaskan.
Senja hanya diam saja, karena dia tidak ingin banyak bicara. Senja pun mengambil ponsel dan mengirim pesan ke Pak Leri bahwa malam ini tidak bisa menghadiri rapat karena sakit. Senja pun berusaha tidur, tapi andara terus saja menjelaskan dirinya minta maaf.
"Cukuuup Andara... aku ingin istirahat, kamu kembali saja ke aktivitas perkuliahanmu jangan memperdulikanku. Untuk sementara waktu, kita jangan banyak bicara dulu" ucap Senja kesal dam menutup dirinya dengan selimut dan tertidur.
__ADS_1
"sayang, aku janji tidak mengulanginya lagi, tapi aku mohon kamu maafkan aku" ucap andara.
"andara aku benar-benar ingin istirahat sekarang, jadi please jangan ganggu aku" ucap senja berbicara di dalam selimut.
"baiklah, aku akan keluar, jika ada apa-apa katakan saja padaku" ucap andara dengan nada yang lesu.
Senja pun kembali tidur dengan tenang setelah dokter memberikan obat pereda nyeri kepadanya.
Andara pun tidur diluar dia tidak ingin kehilangan satu informasi pun dari Senja.
Di pagi hari......
"Sayang, hari ini aku libur kuliah yaa. Mau istirahat nie, capek banget gara-gara kamu semalam" ucap Dara kepada suaminya.
"kamu juga semalam kuat banget sayang, nggak apa-apa nie aku tinggal kamu sendirian di rumah" ucap Elka bersiap-siap.
"Yaa gimana mau kuliah sayang, malu lah dengan kondisiku sekarang" ucap Dara masih posisi di balik selimut.
"baiklah sayang, sarapan sudah aku siapkam di meja kamu habisi yaa, nanti malam kita main lagi ya" ucap Elka mengoda istrinya sambil mencium keningnya.
"makasih yaa sayang sarapannya" ucap Dara sambil melambaikan tangan ke suaminya.
"Sayang, bangun sudah pagi badan kamu panas thu, pulang mandi dan makanlah, nanti kamu sakit" ucap Senja membelai rambut suaminya.
"biarin aku disini, anggap saja hukumanku karena sudah membuatmu strees" ucap andara.
"sayang... nanti kita bicarakan lagi, tapi kamu turuti keinginanku untuk pulang yaa, jika pulang jangan lupa bawakan pakaianku satu stell saja dan barang lainnya, sini aku bisikin" ucap Senja ke suaminya apa saja yang dibawakan.
"baik sayang aku pulang, tapi janji yaa kita akan selesaikan konflik ini" ucap andara.
Konflik tersebut sudah bisa diredam untuk sementara waktu....
__ADS_1
🍂🌷🌷🌷🍂
Like and comment ya😊