
Senja, Dino dan Dina mengajak kedua remaja itu ke perusahaan selain memperkenalkan sebagai adiknya. Senja juga memperkenalkan beberapa fasilitas yang ada dalam perusahaannya.
"Kak Senja, fasilitasnya sungguh lengkap yaa malah ada gym segala" ucap Dina...
"Iyaa kantin nya juga luas banget Kak Senja, wah andai yaa suatu saat bisa kerja disini" ucap Dino.
"Bisa dong Dino, asal kalian belajar dari hal kecil dulu" ucap Senja.
"Iyaa lah,kata Ibu dan Ayah sesuatu itu dimulai dari hal yang kecil" ucap Dina.
"Kalau kayak gitu silahkan kalian keliling kalau mau ke atas bilang sama Pak Satpam yaa agar nanti kakak sana setelah memantau karyawan.
"Siap Kak Senja' ucap keduanya kompak.
Dino dan Dina mengamati semua tempat setiap incin mereka amati. Bahkan, Dino sangat mendetail memeriksanya.
"Kak ayoo kita ke atas.."ucap Dina.
"Oke ayoo kka izin dulu dengan Pak Satpam,' ucap Dino.
"Eeh Pak Satpam bantu kita ke lantai atas sekali mau lihat pemandangan dari atas gedung ini" ucap Dino berbicara sopan.
"Oke... Hati-hati yaa kalian berdua" ucap Pak Satpam.
Keduanya pun sampai juga ke rooftop.
"Wah pemandangan dari sini bagus sekaki ya kak Dino" ucap Dina.
"Iyaa Dina, Kak Senja keren yaa biss memimpin perusahaan sebesar ini di usia muda tapi kak Andara menyia-nyiakan nya" ucap Dino terkesima.
Ceklek...Ceklek....
"Iih Kaka kenapa foto aku sih?" ucap Dina.
"Haha, nggak ada kakak hanya pengen foto adik ku saja buat jadi wallpaper my ponsel" ucap Dino.
"Kok gitu, emang ada apa kak?" ucap Dina penasaran.
"Ada wanita yang sangat menyukai kakak, dia nggak percaya kalau kakak punyanya dia. Yaa padahal kka dah bilang punya pacar, malah lihatin foto kamu, dia nya malah nggak percaya, kakak bosen pacaran mau fokus sekolah" ucap Dino.
__ADS_1
"Hahaah, serius ini Kak Dino, sejak kapan mau rajin ke sekolah?" ucap Dina menyelidik.
"Iiih, kamu baru tahu yaa kalau kakak mu sudah berubah" ucap Dino.
Dina pun memukul pundak kakaknya, Dino tidak membalas karena keduanya biasa suka saling jahil. Saat itu ada Senja yang melihat keduanya, Senja pun kembali teringat masa-masa bersama dengan Andara. Jika mengingat hal itu membuat nya sedih dan makin terpuruk. Saat kedua kakak beradik itu tengah bercanda, Dina melihat ke arah Senja.
"Kak Senja kesini deh, duduk bareng kita dong" ucap Dina teriak.
Semua orang yang berada disana terkejut dengan sikap Dina yang begitu berani memanggil Senja dengan santainya. Senja pun mendekati keduanya.
"Kak, kok mereka melihat aku sinis banget sih" ucap Dino.
"Yaa wajarlah elo lihat deh, Kak Senja ke arah kita semua pada nunduk semua nah elo manggilnya nggak sopan gitu" ucap Dino.
Senja pun sampai ke tempat kakak beradik itu duduk, Senja pun membantu menentram Dina karena dia paham kesedihan diwajah adik angkatnya itu. Yaa, Dina dan Dino sudah seperti adik angkat bagi Senja.
"Maaf atas ketidaknyamanan kalian, perkenalkan ini Dina dan Dino mereka adalah anak Pak Leri yang sangat anggap seperti adik angkat" ucap Senja.
Para karyawan dan orang luar yang tengah menikmati tempat tersebut mengangguk paham dengan ucapan Senja.
"Maaf yaa Dina, buat kamu takut jangan sedih lagi ya" ucap Senja menghapus kesedihan adik angkatnya itu.
"Hehe, gak apa-apa lah kan Dina dan Dino seperti adik bagi kakak, jadi jangan sedih lagi yaa, ohya kalian sudah pesan makanan belum, kakak udah pesan tidak tahu kesukaan kalian apa?" ucap Senja berkata kepada mereka.
"Kami berdua penyuka semua jenis makanan kak, selagi bukan durian" ucap Dino.
"Iyaa kak, bener banget" ucap Dina.
Ketika ketiganya asyik bicara datanglah sajian makan di atas meja makan mereka. Keduanya langsung memfoto makanan tersebut.
"Hey Dina, kebiasaan kamu banget yaa dikit-dikit foto, dikit-dikit foto" ucap Dino dongkol dengan tingkah adiknya.
"Ih biarin, lagian aku nggak pernah tag kakak kalau posting" ucap Dina menjulurkan lidahnya ke Dino.
"Heheh, kalian ini selalu bertengkar yaa jangan-jangan ikatan kalian satu sama lain sangat kuat ya" ucap Senja tersenyum kecil.
"Heheh iya bener banget kak, kami satu sama lain saling menyayangi meskipun sering bertengkar" ucap Dina.
Dino hanya tersenyum dengan ucapan adiknya tersebut.
"Hayoo Kak Senja makan, kalau bicara dengan Dina tidak berkesudahan lagi" ucap Dino sambil memakan seafood yang berada di depannya.
__ADS_1
Senja, Dina dan Dino pun makan bersama. Senja sangat bahagia dengan kehadiran ketiganya. Mereka sangat menikmati malam itu hingga waktu pun selesai. Ketiganya bergerak meninggalkan perusahaan tersebut. Dan Senja menelpon supir bayaran untuk menyupir mobil Senja.
Di dalam mobil...
"Kak Senja, terima kasih yaa hari ini kita sangat bahagia" ucap Dina tersenyum melihat hasil jepretan nya.
"Iya Kak, terima kasih banget sudah mengajak di bawel Dina dan Dino yang kalem" ucap Dino.
"Kalem darimana, cerewet minta ampun aku di dekati cowok saja udah mulai menjahilin, apa lagi hal lain ?, jadi mana ada kakak orangnya kalem" ucap Dina menjulurkan lidahnya.
"Hahaahh, kalian berdua nie, hayoo tidurlah sampai di Rumah Sakit lebih kurang setengah atau se jam" ucap Senja.
"Baik Kak siap" ucap Dino yang berada di depan dekat sopir.
"Oke Kak Senja, Saranghae" ucap Dina langsung kolep tertidur.
[Ya Tuhan, aku sungguh bahagia dengan dua bocah ini meskipun keduanya sering berantem tapi moment mereka lah yang membuatku bangkit kembali, bahwa diluar sana masih ada yang harus ku buat bahagia, hm aku harus siap ke Pangadilan lusa nanti] gumam Senja dalam hati.
Senja pun tertidur sejenak, karena dia pun lelah karena harus memantau para karyawan nya sebelum bersenang-senang dengan dengan para bocah.
Sesampainya di Rumah Sakit, supir pun membangunkan Nona Senja, Dina dan Dino. Setelah melakukan pembayarannya, Dino dan Dina bersemangat kembali karena mereka akan istirahat lebih panjang.
"Kak Senja, kita sudah sampai di Rumah Sakit lagi, setelah ini kita lupakan masa lalu yang membuat kakak jadi terluka, kakak janji loe mau tersenyum buat kita berdua" ucap Dina memeluk Kak Senja.
"Iiih pamer, aku mah cowok gentle mana boleh peluk gitu, manja banget..." ucap Dino mencibir adiknya.
"Iiih dasar tukang iri..." ucap Dina menjulurkan lidahnya.
"Iih Mak lampir marah, kaaabuuur. Kak Senja aku duluan yaa bawa koper kami" ucap Dino duluan naik ke atas.
"Dina, temani kakak Yook ke mini market buat cemilan kalian kita besok jalan-jalan lagi, karena kakak besok udah boleh pulang" ucap Senja mengajak Dina ke mini market.
"Horee..." ucap Dina menuju ke mini market dengan semangat.
"Terima Kasih Ya Allah, Engkau masih memberikanku kesehatan dan kesempatan untuk kembali bernafas, luka yang mendalam itu harus ku lupakan dan aku akan menyambut dunia baruku" ucap Senja memberi semangat pada dirinya sendiri.
"Kak Senja, hayoo kesini temani Dina, boleh kah Dina memilih kesukaan Kak Dino juga" ucap Dina teriak.
Senja pun tersenyum kecil dengan ucapan Dina yang teriak padanya padahal banyak orang di mini market. Senja pun memberi kode mengiyakan permintaan Dina, dan mendekati nya.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1