
"Senja.. ternyata kamu wanita yang di tolong oleh Sky" ucap nyonya Hyden memeluk Senja dengan sangat erat.
Tanpa terasa air mata tersebut membasahi wajah cantiknya, terima kasih Tante masih mengingat ku, aku kangen dengan pelukan mama ucap Senja memeluk erat.
Sky melihat itu mencairkan suasana "ayoo kita makan dulu sebelum Senja meninggalkan rumah ini untuk kembali ke suaminya" ucap sky mengajak Nyonya Hyden dan Senja.
Ketiganya pun makan dengan berbincang cukup lama, bahkan tanpa terasa sudah dilewatkan oleh waktu, hingga ponsel Senja pun berdering "Kapan kamu pulang, rumah sudah aku bersihkan, makanan kesukaan mu sudah aku siapkan bahkan air hangat pun sudah ku siapkan" ucap Andara khawatir.
"Iya sayang, saya akan pulang kamu tenanglah ya" ucap senja menenangkan suaminya yang khawatir.
Panggilan pun terputus...
"Senja, jika lain kali Tante mengajak kamu makan di luar boleh yaa, sudah lama kita tidak bertemu" ucap nyonya Hyden sambil memeluk Senja yang pergi dari rumahnya.
Sky pun berniat mengantar senja sampai di rumahnya, namun di tolak oleh Senja takut nanti suaminya salah sangka tentang semua ini, Sky pun hanya menuruti kemauan Senja. Padahal dia mau tahu laki-laki seperti apa yang bisa mendapatkan cinta pertama nya.
"Terima kasih sky dan Tante Hyden atas kebaikannya merawat dan menjaga ku" ucap senja.
Senja pun berlalu pergi dengan taxi yang di pesannya menuju apartemen mereka...
Beberapa jam kemudian...
Senja pun menghela nafas dulu, tidak terpikirkan olehnya bagaimana sikap suaminya setelah seminggu tidak memiliki kabar. Saat Senja ingin buka pintu, Andara yang lebih dulu membukanya dan langsung memeluk Senja dengan sangat erat.
"Senja akhirnya kamu pulang, nanti saja bercerita nya, sekarang mandi dan berganti lah pakaian aku menunggu di ruangan keluarga" ucap Andara mengarahkan istrinya ke kamar mandi.
Senja hanya tersenyum melihat tingkah suaminya. Senja sangat menyayangi Andara begitupun dengan Andara, namun sudah setahun mereka bersama belum juga diberi momongan kedua nya hanya bisa sabar atas takdir tersebut.
Dering ponsel Andara pun berbunyi....
"Gimana andara, senja sudah pulanglah"ucap Elka dalam panggilan video.
__ADS_1
"sudah nanti video call sama istri mu juga, kemana dia" ucap Andara.
"saaayang, kesini deh sambil bawa buah yang kamu buat yaa" ucap Elka teriak memanggil dara.
Dara pun muncul di dalam video tersebut...
"Hai Andara, mana nyonya direktur yang baik hati sudah pulangkah dengan selamat" ucap dara khawatir dengan keadaan senja.
"Hai dara, Alhamdulillah sehat udah baik kan kok, terima kasih sudah mengkhawatirkan ku" ucap senja tersenyum pada dara.
"uweeekkk.... " terdengar suara mual dara sehingga dia meminta izin pada senja dan Andara untuk off.
"Andara dan Senja, kami off dulu yaa aku mau urus istriku dulu" ucap Elka.
"oke Elka dan Dara... jaga kesehatan yaa kalian" ucap Elka..
Senja pun melamun ketika dirinya menjadi seorang wanita yang sedang hamil betapa bahagia dirinya. Saat lamunan panjang dilihat oleh Andara dan berkata "sayang kamu kenapa? kita ngobrol Yook di balkon. Aku rindu bicara denganmu.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Lia sayang, kamu harus percaya tapi hari itu memang kami kerja kelompok dengan yang lain namun dia tidak dekat dengan kami, makanya jadi nggak makan di resto pada sore itu, kami disini maksudnya hanya berdua sayang, saya hanya jujur dengan kamu" ucap Andara membela diri.
"Baiklah aku percaya, kita istirahat saja ya sayang, aku benar-benar lelah, besok mau kuliah, sudah banyak mata kuliah yang tertinggal" ucap senja memalingkan wajahnya.
Ketika Senja beranjak dari tempat duduknya, Andara memegang tangan istrinya dan berkata "kamu marah sama aku, aku sudah jujur sama kamu, kalau kamu cemburu dengan Lia, aku juga cemburu dengan teman masa kecilmu Sky, kenapa kamu dipertemukan dengan masa kecilmu ketika bersama ku" ucap Andara kesal.
"Lepaskan Andara, aku lelah dan capek jadi mau istirahat, bicaranya nanti kita lanjutkan" ucap senja pergi ke kamar tidur.
Andara mengikuti istrinya ke kamar tidur dan kembali berbicara "please sayang, kita harus selesai ini dengan benar, aku benar-benar kangen sama kamu, jadi kita jangan bertengkar, kita saling memaafkan saja" ucap Andara sambil memeluk istrinya.
Senja terdiam dan benar-benar terlelap dalam tidurnya. Andara kesal dengan sikap istrinya yang tidak memperdulikan perasaannya. Senja pun pergi ke kamar tidur lebih duluan karena dia memang sudah lelah. Andara pun mengikuti istrinya meskipun mereka di satu ranjang namun keduanya tidak ada bicara apapun.
Pagi hari menjelang....
__ADS_1
Senja sudah tidak ada di rumah meninggalkan tulisan di secarik kertas "sayang, maaf aku berangkat duluan ya sarapan sudah aku siapkan, aku sudah mengirim kan pesan kepadamu bahwa kuliah ku di majukan lebih pagi, aku sudah mengirim ke ponselmu, jadi sayang jangan marah ya pagi-pagi, kemungkinan aku pulangnya sore yaa karena mau nanya perkembangan perkuliahan selama aku tidak mengikuti nya" ucap senja dalam tulisannya.
Andara hanya mendengus dan menghela nafasnya, dan segera mandi untuk sarapan dan menuju ke kampus. Setelah semua selesai dilakukan, Andara pun meninggalkan apartemen.
Sesampainya di kampus, Lia kembali mencari perhatian ke Andara...
"awww...."
"kamu tidak apa-apa Lia" ucap Andara membantu Lia berdiri.
Lia pun dengan senang hati memegang tangan Andara, di belakang mereka ada yang memotret mereka karena ketidaksukaan kedekatan mereka.
"waah Lia kamu mau jadi pelakor" ucap Teo kepada Lia.
Mata Andara terbelalak mendengar ucapan Teo seperti itu...
Andara pun berlalu meninggalkan Teo dengan omelannya diikuti oleh Lia dan Teo di belakangnya.
Teo sudah sejak lama menyukai Lia, namun Lia terus menolak nya dan mengabaikan karena menganggapnya sebagai teman.
Lia pun mendekati Teo dan berkata "tolong jaga bicaramu Teo aku tidak ingin jadi pelakor, aku hanya ingin berteman dengan Andara itu saja, jadi jangan menyebarkan gosip yang tiada berhenti.
Teo hanya terdiam dengan sikap Lia membela Andara.
di sudut kelas Andara dengan khidmat mendengar semua arahan dosen tersebut, dia pun kembali terpikir oleh ucapan senja semalam. Hingga fokusnya terbuyar, saat tak terduga dia ingin menoleh pandangan matanya beradu dengan Lia. Lia melihat itu di depan matanya hanya meneguk pandangan sesaaat tersebut "sungguh tampannya Andara jika menjadi suamiku" begitulah pikiran Lia.
Andara pun kembali ke arah dosen mendengar kan seksama "ehm kenapa juga ada Lia di sampingku ketika aku menoleh".
Andara tidak tahu bahwa kedekatan dengan Lia akan membawa petaka bagi hubungannya nya dengan iatrinya.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1