Dermaga Senja

Dermaga Senja
Senyuman Senja


__ADS_3

Semua teman-teman Senja benar-benar menikmati pesta yang di sajikan olehnya. Bahkan empat mata yang tak lelah memandang wajah Senja, karena takjub dengan segala usaha Senja. Mereka adalah Elka dan Andara. Keduanya masih bersaing memperebutkan hati Senja, meskipun Senja sudah mengetahui keduanya. Namun, Senja tidak pernah menghiraukan hal itu. Bagi Senja perusahaan adalah segalanya karena hidup semua karyawan berada disana. Maka hati Senja sudah mati sejak kepergian orangtuanya. Bahkan sakit pun Senja masih memikirkan perusahaan. Senja termasuk wanita yang keras kepala, jika dia harus menyelasaikan sesuatu maka akan diselesaikan.


------------------------


Pagi yang cerah menyambut kebahagiaan bagi teman-temannya Senja. Mereka pun mendapatkan kejutana dari para guru, teman-teman dan semua orang yang berada di sekolah. Bahkan produk mereka sudah masuk pasaran nasional dan internasional. Karena marketing mereka menggunakan berbagai usaha dan bekerja sama dengan orang-orang yang mampu mendongkrak produk mereka.


Senja dan teman-temannya pun dipanggil ke podium, Senja pun menyampaikan sesuatu untuk teman-temannya. Hal itu membuat para guru merasa bangga memiliki seorang siswa bernama Senja.


--------------------------


"Senja, kenapa muka mu pucat" ucap Dara.


Yang lain pun langsung memperhatikan wajah Senja. Belum sampai Senja berbicara, dia pun jatuh pingsan.


Heri pun langsunh berinisiatif membawa Senja diikuti oleh Jeni dan Dara sedangkan Elka dan Andara dipanggil oleh Kepala Sekolah.

__ADS_1


Senja pun diperiksa oleh Bu Rina.


"Kalian tak perlu khawatir ya, Senja hanya kelelahan saja, kalian masuk ke kelas sana. Biar Ibu yang menjaga disini" ucap Bu Rina.


Mereka pun masuk ke kelas masing-masing sesuai dengan mata pelajaran yang di ambil.


Jeni menuliskan pada secarik kertas kepada Heri yang disampingnya. Karena jam pelajaran akan dimulai, dan kebetulan mereka mengambil mata pelajaran yang sama.


"sayang, makasih ya kamu gercep memopong Senja tadi, love you sayang" ucap Jeni dalam tulisan tersebut.


"Ya, sayang. Aku kira kamu cemburu melihat aku memopong Senja" ucap Heri dalam tulisan tersebut.


Jeni pun menerima tulisan tersebut dan memberikan isyarat agat mereka fokus pada pelajaran yang dijelaskan oleh guru


-------------------

__ADS_1


Jam istirahat pun berbunyi, hanya dara, jeni, heri langsung ke UKS untuk menemui Senja. Namun, betapa terkejut mereka. Melihat Elka dan Andara berebut menyuapi Senja. Senja hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Lagi-lagi mereka terpesona dengan senyuman Senja, karena baru kali itu mereka melihat senyuman Senja yang begitu lepas.


Dara pun langsung mengambil buah yang berada ditangan keduanya. Dan langsung memakannya sendiri, bahkan setelah dia memakannya. Dara langsung mengambil buah dan menyuapi Senja. Elka dan andara hanya terkesiap melihat tingkah Dara yang begitu cepat.


Mereka pun semuanya tertawa melihat tingkah ketiganya. Karena Dara sangat jarang peduli dengan orang, boro-boro peduli lihat orang sakit saja dia nggak mau. Phobia katanya. Mereka pun menghibur Senja yang terbaring sakit sejak pagi hingga siang hari ini.


"Senja, loe jaga kesehatan dong. Agar kita-kita bisa diajak ke atas perusahaan loe lagi. Disitu indah banget tempatnya" ucap Jeni.


Yang lain pun ikut ngobrol juga hingga suasana ruangan itu ramai sekali.


"Terima kasih ya teman-teman atas doa dan support kalian" ucap Senja.


Heri pun mengambil inisiatif untuk foto bareng berenam. Agar ada kenang-kenangan saat bersamaan ketika susah dan senang. Mereka pum berfoto bersama.


Senyuman Senja dihari itu pun dimulai, bahkan seolah-olah hari-harinya sudah kembali. Meskipun kehadiran kedua orangtuanya tidak disampingnya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2