Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 124 - Pertunangan Tunggal


__ADS_3

Sky dan Senja salah tingkah atas ucapan Maura. Senja pun mencairkan suasana dengan menyuruh mereka segera memakan yang sudah tersaji.


Mereka pun menikmati makanan mereka dengan gembira. Setelah usai Sky dan Senja mengajak kedua nya ke mall, untuk membeli keperluan keduanya.


Setelah selesai selama lebih dari 2 jam mereka pun mengantar Maura dan Maudy rumah mereka.


Maura dan Maudy terlelap dalam tidurnya, Senja dan Sky hanya tersenyum melihat keduanya.


"Sky lusa aku mau pulang ke Indonesia, karena ada teman-teman ku yang mau tunangan," ucap Senja.


"Kok teman-teman, lebih dari satu ya teman-teman kamu tunangannya," ucap Sky bertanya.


"Haha, iya benar banget Sky," ucap Senja menjawab.


"Kok kamu tertawa begitu Senja, bisa kah kamu ceritakan tentang sahabat mu yang akan menikah itu," ucap Sky bertanya dengan tersenyum sambil melihat wajah Senja.


"Teman aku itu Jeni dan Heri, awalnya mereka itu pasangan, yaa mungkin bukan jodoh kali ya, mereka jadi putus kan," ucap Senja mengambil minum karena haus.


"Lalu Jeni berpasangan dengan Tara adik dari Siska, dan Siska berpasangan dengan Heri, kenapa dijadikan pertunangan bersama, karena kedua pasangan tersebut menyanggupi syarat dari papa Siska dan Tara," ucap Senja menjawab.


"Wah syarat apa yang diajukan oleh papa mereka, hingga anak-anak nya segera menikah," ucap Sky penasaran.


"Karena jika mereka tidak menikah muda lebih baik putus saja, karena papa dari Siska dan Tara tidak ingin anak-anaknya terlalu lama pacaran yang menyebabkan sesuatu hal yang membuat keluarga malu," ucap Senja menjawab.


"Wah, aku jadi penasaran dengan orangtua dari Siska dan Tara, bisakah aku datang ke sana nanti nya, dan kita ajak Maudy dan Maura di sana, sekaligus kita tanya mama dan Saga mau nggak ikut," ucap Sky memohon.


"Haha, boleh saja sih, aku sangat senang kalian bisa ikut ke Indonesia nantinya," ucap Senja menjawab dengan senang.


Senja dan Sky pun saling tersenyum satu sama lain. Maura dan Maudy masih terlelap tidurnya. Hingga mereka sampai di rumah Maura dan Maudy, Senja pun membangunkan keduanya dengan perlahan. Keduanya pun terbangun dan mengucapkan terima kasih sudah mengantarkan.


"Terima kasih ya Kak Senja dan tuan Sky," ucap keduanya.


"Iya sama-sama, nanti kita kabari lebih lanjut ya, kalian istirahat lah," ucap Senja.


Senja dan Sky pun melajukan mobilnya menuju mension Senja.


Beberapa menit kemenangan.

__ADS_1


"Sky, terima kasih ya buat hari ini," ucap Senja melambaikan tangan.


"Siap, nanti kalau perlu apapun kabari saja ya Senja," ucap Sky melambaikan tangannya.


Sky pun pergi dengan melajukan mobilnya dengan cepat.


Di mension Sky.


"Oma, Saga kangen dengan Mama Senja," ucap Saga merengek.


"Nanti saja sayang, Mama Senja pasti lelah sekarang, nanti Oma janji ya kita dinner bareng ajak Papa Sky," ucap Oma menenangkan Saga yang merengek setelah bangun dari tidur.


Saga pun tertidur kembali setelah di bujuk oleh neneknya.


Sky pun datang dan mencari mama nya yang berada di kamar Saga.


"Mama, gimana kabar Saga?" ucap Sky bertanya.


"Tadi Saga bangun dari tidurnya, dan berkata bahwa dia kangen dengan mama Saga," ucap Oma.


Sky pun menuju kamarnya untuk beristirahat, hatinya bahagia melihat kebersamaan nya dengan Senja, meskipun dinner berempat dengan Maudy dan Maura.


Matahari pun memancarkan cahaya nya dengan sinar terang nya.


Waktu berlalu dengan cepat, tiba waktunya Senja mengunjungi rumah Sky sebab Saga sangat kangen bertemu dengan dirinya.


Saat Senja masuk, Saga langsung memeluk Senja.


"Mama Senja, kapan mama menikah dengan om Sky?" ucap Saga bertanya begitu saja.


Senja hanya tersenyum saja, dan mama Sky pun langsung memberi kode pada Saga untuk tidak berbicara yang tidak semestinya. Saga pun memahami dan langsung meminta maaf.


"Mama Senja, maafi Saga ya, sudah berkata tidak baik, mama Senja mau kan maafin Saga," ucap Saga menatap Senja dengan memohon.


Senja pun langsung duduk di hadapan Saga dan memeluknya.


"Iya mama Senja maafin, Saga mau ikut nggak ke Indonesia, ada teman mama yang bertunangan," ucap Senja bertanya dengan senyuman indahnya.

__ADS_1


"Mau mau ma, tapi om Sky dan Oma di ajak juga kan," ucap Saga bertanya.


"Nah karena hal itu lah mama Senja sekaligus bertanya dengan mama Sky," ucap Senja langsung bertanya dengan mama Sky.


"Ayo masuk dulu Senja, ih Saga sih kan jadi mama Senja capek tahu berdiri di situ saja," ucap mama Sky mengajak Senja untuk duduk di ruang tamu.


Mereka pun berbicara banyak, apalagi mereka akan pergi ke Indonesia hanya beberapa hari saja, karena Senja hanya izin beberapa hari di kampus, dengan tugas presentasi melalui online ke mahasiswa saat perkuliahan.


Hal itu di sanggupi oleh Senja, karena Senja sudah biasa persentase, akan tetapi hal yang berbeda di minta oleh dosen lainnya. Senja di minta berbicara memperkenalkan pengelolaan perusahaan.


Hal itu pun terpaksa di lakukan Senja, karena hal itu harus lah dilakukan karena beratnya mata kuliah semester ini. Di sebabkan ada beberapa mata kuliah mereka harus berkunjung pada sebuah perusahaan dan persentasi.


Setelah usai pembicaraan mereka Senja pun izin untuk pulang ke rumah. Meskipun Saga enggan berpisah dengan Senja, akan tetapi terus di bujuk oleh Oma nya sehingga Saga pun hanya menatap dengan sedih kepergian Senja.


"Senja, Saga begitu menyayangi mu ya, hingga benar-benar dia menganggap mu sebagai mama nya sendiri," ucap Sky mengucapkan sambil mengemudi.


"Ehm mungkin saat itu aku menolong adikmu sehingga dia merasa aku adalah mama keduanya, hingga sekarang pun aku tidak mengetahui ayah kandung nya, meskipun sebenarnya Saga mengenal nya akan tetapi dia tidak ingin mengingat nya," ucap Senja mengingat kala itu.


"Oh begitu, jadi Saga ingat dengan wajah papa nya," ucap Sky penasaran.


"Iya, Saga pun tahu kenapa mereka di usir dan dijauhkan oleh keluarga papa nya," ucap Senja menjelaskan.


"Bisakah kamu ceritakan walau sedikit," ucap Sky makin penasaran.


"Sebenarnya papa Saga sudah berusaha melindungi mamanya dan Saga, akan tetapi papa nya tidak bisa bertindak dan bahkan dia diancam sehingga lebih memilih istri dan anaknya selamat, daripada dia melihat mayat istri dan anaknya," ucap Senja menjelaskan.


"Argh, nanti jika kita punya waktu tolong ceritakan selengkapnya ya Senja," ucap Sky sampai di rumah Senja.


"Oke Sky, maakasih ya sudah mengantarkan ku pulang," ucap Senja.


Sky pun hanya mengangguk saja. Sky penasaran dengan cerita Senja tentang keponakan dan almarhumah adiknya. Akan tetapi, dia lebih memilih mendengar cerita tersebut ketika memiliki waktu santai dengan Senja.


🍁🍁🍁🍁🍁


like dan comment ya, gift dan vote


makasih😘

__ADS_1


__ADS_2