
Jeni pun bersegera pulang ke rumah dan mengikuti acara keluarganya. Ketika jenuh melandanya, dering ponselnya bersuara...
drrrrt.....drtttttt....
Jeni pun mengangkat telponnya, dan dia meminta izin ke mama nya untuk mengangkat telpon di kamar tamu. Karena acaranya dirumah tante Nina sehingga tempat teraman di kamar tamu.
"Iya hallo Tara, tumben kamu nelpon sore-sore" ucap Jeni.
"Iya nie Jeni gue mau jujur sama loe, dan gue mau nagih permintaan tadi siang, gue gak mau ditraktir" ucap Tara.
Tara pun menyampaikan perasaannya kepada Jeni. Namun, Jeni masih mencintai Heri. Bagaimana mungkin dia berpisah dengan laki-laki yang dulu selalu ada buat dia.
"Jen, dengerin gue dulu.. Gue nggak apa-apa backstreet sama loe, yang penting gue bisa dapati loe, please pertimbangkan perasaan gue" ucap Tara.
"Nanti, gue pikir-pikir dulu ya Tara. karena gue tidak mau menjalani 2 hubungan sekaligus" ucap Jeni.
"Sekarang gue mau nanya, loe jujur sama guE.Loe punya perasaan nggak sama gue, hanya itu yang gue tanya" ucap Tara dengan tegas.
"kalau mau jujur, gue nyaman sama loe. Meskipun loe terkadang di cap playboy" ucap Jeni ragu-ragu.
"orang aja yang cap gue playboy, baguslah klo loe nyaman. Karena kenyamanan itu yang akan membuat loe cinta sama gue" ucap Tara.
__ADS_1
"Tapi taraa..... emang kamu nggak cemburu aku bersama Heri"ucap Jeni.
"cemburu sih iyah, tapi karena kamu belum bisa melepaskan Heri. Maka hanya gue yang sabar" ucap Tara.
"Maaf Tara, hati nggak bisa terbagi" ucap Jeni..
Panggilan pun terputus, Jeni kembali mengikuti pesta keluarganya. Sedangkan Tara uring-uringan, karena pernyataan cintanya ditolak. Namun, lagi-lagi Tara menyusun strategi tarik ulur dengan Jeni.
Matahari pun menampakkan cahaya indahnya. Senja dan teman-temannya kembali beraktivitas....
"Jen, gue mau bicara sama loe" ucap Heri.
Ketika memasuki kelas keduanya tidak saling pandang bahkan lebih seperti bermusuhan. Dara yang melihat tingkah keduanya berbisik dengan Elka yag berada di sampingnya.
"Elka, loe lihat deh keduanya. Kayakanya mereka berantem yaa, duuh pacaran gitu banget yaaa" ucap Dara berbicara sambil berbisik.
"Udah ahh, berhenti bergosip pelajaran dimulai. Kalau di dengar Senja kita bergosip bisa-bisa kena ceramah satu jam" ucap Elka sambil mempraktekkan gaya ceramah Senja ketika menasehati teman-temannya.
Pelajaran pun usai secara cepat, para siswa keluar sejenak dari penatnya pembelajaran. Ketika keduanya berdiaman datang Senja menghampiri teman-temannya dan mengajak ke kantin. Mereka pun menurut saja ke kantin karena Senja ingin bicara penting.
__ADS_1
Disaat seru-serunya pembahasan Milad nya Senja, lagi-lagi Jeni dan Heri menampakkan pertengkaran dihadapan teman-temannya. Andara yang baru konek kalau Heri dan Jeni sudah jadian menengahi keduanya.
"Heri dan Jeni kalian berdua harus menyelesaikan permasalahan kalian ini jangan sampai berlarut-larut. Dan ingat kalian dulu thu bersama karena apa, ingatkan hal itu. Jangan sampai karena perkara kecil karena malah berantem hebat seperti ini" ucap Andara memberikan nasehat kepada keduanya.
Jeni dan Heri hanya tertunduk dan diam setelah pertengkaran hebat keduanya. Karena bel pelajaran dimulai, mereka pun kembali ke kelas. Pembahasan milad Senja pun tertunda. Jeni dan Heri sepanjang jalan menuju ke kelas merenungi perkataan dari Andara.
Ada benarnya juga yang dikatakan oleh Andara ucap Heri dan Jeni dalam hati mereka masing-masing.
---------------
Jenis Lansyega 16 tahun, kepribadian manja, egois namun suka mengalah.
Tara Khamela, saudara Kembar dari Siska Khamela berbanding terbalik karekternya. Tara bekepribadian hamble, ramah, ambisius dan penyayang.
Siska Khamela saudara kembar dari Tara. Karena Siska lahir duluan, maka Tara memanggilnya Kak Siska meskipun keseharian tidak seperti itu. Karakternya pendiam, ambisius, cerdas dan penyayang.
__ADS_1
Like dan comment yaa
Nantikan Kelanjutannya