Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 19-Jejak Masa Lalu (2)


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Elka terkagum-kagum dengan kebersamaan Senja dengan mamanya. Hingga dihatinya dia pun berbicara :


"Senja, meskipun jika nanti aku tidak bisa memiliki mu, aku meyakinkan bahwa kamu harus selalu bahagia, jika tidak laki-laki itu akan berhadapan dengan ku," gumam Elka dalam hati.


Senja pun berpamitan karena hari sudah menjelang sore. Pak Leri pun tiba di depan rumah kediamanan keluarganya Elka.


"Senja, kalau ada apa-apa kesini mampir ya. Tante dan Om selalu ada buat kamu," ucap Mama Elka sambil memeluk Senja dengan erat.


Tanpa terasa air mata Senja, dan hal itu dilihat oleh Elka. Elka pun merasakan sedih melihat hal itu. Senja pun pergi meninggalkan rumah Elka dan menuju ke mobilnya.


Sepanjang perjalanan Senja meminta Pak Leri untuk pelan mengendarai mobilnya. Karena dia ingin beristirahat didalam mobil. Pak Leri pun menuruti kehendak Senja.


Isi hati Senja seharian sebelum dia tertidur.


(Papa dan mama, Senja sangat merindukan kalian, melihat kebersamaan keluarga Elka membuat ku ingat akan kebersamaan kita, andai saja papa dan mama masih disampingku, pasti aku sangat bahagia, tapi aku akan terima takdir yang sudah diberikan padaku) gumam Senja.


Setelah 1 jam sampailah dirumah, karena Pak Leri tidak berani membangunkan Senja. Pak Leri pun hanya menyetop mobil tersebut depan rumah, namun beberapa menit kemudian Senja terbangun. Sadar bahwa dia tertidur didalam mobil. Senja pun segera pamit ke Pak Leri untuk ke kamar untuk istirahat.


"Pak Leri, kenapa tidak membangunkan Senja, terima kasih yaa Pak Leri, Senja masuk rumah dulu, Pak Leri boleh pulang, besok jemput seperti biasanya saja," ucap Senja sambil tersenyum.


Senja pun sampai dikamarnya, dan beristirahat dengan tenangnya. Namun, dalam mimpinya Senja bertemu dengan papa dan mama.


Tanpa Senja sadari, dalam dunia nyatanya. Senja tertidur seharian tanpa bergeming. Bik Rina yang tidak biasa dengan keadaan Senja, menggedor pintu kamar tersebut. Betapa terkejutnya, dia menemukan Senja dalam keadaan tidak sadar. Bik Rina pun bergegas menelpon dokter Pak Erwin untuk memeriksa Senja. Perlu waktu 30 menit menuju ke rumah Senja.


Ketika sampai di rumah, Pak Erwin memberi tahu bahwa Senja dalamm keadaan tidak sadarkan diri. Senja hanya perlu istirahat mungkin saat ini bertemu orang tuanya dalam mimpi. Ucap Dokter Erwin, dokter pribadi Senja.


"Maksudnya dokter bagaimana?" ucap Bik Rina bertanya.


"Bik Rina, hanya harus ada di samping Senja saja, jaga dia dengan baik, dia sedang rindu dengan orangtuanya saja, jangan terlalu mengkhawatirkannya, letakkan saja minuman serta buah-buahan di meja kamarnya," ucap dokter Erwin.

__ADS_1


"Terima kasih dokter Erwin atas bantuannya," ucap Bik Rina.


Bik Rina pun menjaga Senja dengan sangat baik, bahkan dia izin dengan anak-anaknya di rumah bahwa tidak pulang malam ini, karena Senja sedang sakit. Anak-anaknya pun memahami dan mengizinkannya.


Malam pun tiba.


Bik Rina pun tiduran di sofa dekat kasur Senja. Benar saja Senja sedang menggigau, tentang rindu papa dan mama, karena dalam mimpinya selalu merindukan mamanya.


Dalam mimpi Senja.


Senja bertemu dengan orangtuanya dan berpelukan dengan mereka, tanpa kata apapun mereka berpeluk satu sama lain. Mama nya hanya bisa membelai anaknya dengan lembut, begitupun dengan papanya.


Saat terbangun Senja menangis sejadi-jadinya, namun dia tertidur kembali. Bik Rina membersihkan keringat Senja dengan perlahan, akan Senja tidak terbangun. Air mata itu tidak hentinya mengalir, Bik Rina dengan sabar membersihkan nya. Setelah itu Senja pun berhenti menangisnya.


Karena dalam mimpinya, papa dan mamanya memberikan semangat pada Senja. Hal itu lah yang membuat Senja terus semangat menghadapi dunia ini.


Pagi pun tiba, Senja terkejut Bik Rina tidur di dekat kasurnya dengan kain dan baskom berisi air. Senja pun berusaha membangunkan Bik Rina.


Bik Rina pun terbangun.


"Tidak perlu, sekarang tugas bibik hari ini tidur yaa, setelah tidur mandi berberes rumah dan masak setelah mandi, dan ingat Bik hari ini tidurnya yang lama ya, atau begini saja Bik Rina bisa pulang lebih awal hari ini, dan terima kasih Bik Rina sudah merawatmu malam ini," ucap Senja.


"Saya kerja saja nona Senja, karena sudah pagi seharusnya aku kerja nona Senja," ucap Bik Rina.


"Oke begini saja, untuk hari ini bibik pulang lebih awal ya, ini uang tambahannya dan istirahat lah di rumah, Pak Leri sedang menunggu di bawah," ucap Senja.


"Aduuh tak perlu di antar oleh Pak Leri nona Senja, saya bisa cari angkot sendiri, dan terima kasih nona Senja uangnya," ucap Bik Rina.


"Baiklah, jaga kesehatan yaa Bik, maaf Senja tidak bisa mengantar sampai pagar karena mau siap-siap sekolah," ucap Senja.


Bik Rina pun pamit pulang, sedangkan Senja mandi dan bersiap ke sekolah.

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah Senja sembuh karena kerinduan pada orangtuanya, bulan berikutnya dia pun jatuh sakit kembali.


Satu minggu Senja tidak sadarkan diri, teman-temannya silih berganti menjenguk keadaan Senja. Mereka merasa kehilangan dengan sesosok Senja. Karena Senja wanita yang sangat peduli dengan teman-teman meskipun sifat acuh tak acuhnya lebih dominan.


Keluarga Elka pun selalu menyempatkan diri menjenguk keadaan Senja. Seperti yang lain merasakan perbedaan ketika Senja tidak berada disisi mereka.


Dalam Dunia Mimpi Senja.


"Senjaa, saatnya kamu pulang, bermainnya sudah selesai ya. Dan Papa terima kasih karena kamu sudah menyampaikan amanah dari papa," ucap Papa Senja.


Mama Senja pun memeluk erat Senja dengan penuh kerinduan dan kasih sayangnya. Senja pun tidak mampu mengungkapkan kata-kata. Hanya mengatakan bahwa Senja juga menyayangi papa dan mama.


Setelah kerinduan terpenuhi, papa dan mama berjanji akan bertemu membuat Senja semangat untuk kembali.


Saat Senja sadar, di depannya malah Andara yang menjenguk. Melihat hal itu tanpa sadar Andara memeluk Senja.


"Uftz maaf Senja, gue tidak sengaja," ucap Andara dengan penuh penyesalan.


Senja pun hanya memberikan isyarat tangan. Andara pun memanggil dokter erwin, setelah dokter erwin datang dan masuk ke kamar Senja. Dokter Erwin pun memeriksa keadaaan Senja, dan mengatakan kalau Senja sudah sembuh total.


Kesembuhan Senja pun diketahui oleh teman-temannya, tanpa terkecuali keluarga Elka. Sore itu juga rumah Senja kehadiran para teman-teman, perwakilan guru serta keluarga Elka yang menjenguk.


Melihat hal itu membuat Senja bahagia karena rumahnya ramai. Senja pun mengucapkan terima kasih kepada semuanya telah mendoakannya. Meskipun Senja masih terbaring di atas kasur, semua teman-temannya merasa bahagia atas kesadaran yang dialami Senja.


🍂🍂🍂🍂🍂


Pagi pun tiba dengan sinar cahayanya yang terang, Senja menyambut pagi dengan penuh kebahagiaan. Karena Senja kembali ke sekolah setelah sakitnya selama 1 minggu.


Senja pun merasakan hiruk pikuk kota yang dtinggalinya ini, kota yang banyak membuat kenangan dengan orangtuanya..

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂


Keinginan yang belum tercapai, bisa saja karena kamu belum pantas mendapatkannya saat itu. (buat para pembaca).


__ADS_2