
Andara dengan sigap mencari mama nya untuk menanyakan keadaan Senja.
"Mama... kemana saja sih? Andara dari tadi mencari Mama kemana-mana," ucap Andara.
"Duduk dulu disini, mama akan menceritakan semua hal tentang Senja. Namun, dengan syarat kamu harus siap mendengarnya," ucap mama Syaren.
Mama Syaren pun menceritakan semua yang diketahui tentang Senja. Sejak Senja sadar bahkan sudah out dari Rumah Sakit.
Terpaku, terdiam dengan raut wajah yang tidak dimengerti oleh Mama Syaren.
"Andara, kamu baikkah? ucap Mama Syaren.
Andara diam sejenak dan menjawab seadanya.
"Andara sedih ma, Andara tidak mau jauh dari Senja. Andara tidak mau kehilangan Senja. Ma, temani Andara untuk kerumah Senja. Andara mohon Ma," ucap Andara berharap pada mama nya.
Mama mengangguk dan menelpon Senja. Meskipun Andara mau nelpon tapi dia meminta Mama Syaren yang menghubungi.
"Hello, selamat siang. Apakah ada Senja? saya Mama nya Andara mau berbicara," ucap Mama Syaren bertanya.
"Hello, siang tante Syaren. Ini Senja sendiri, ada apa tante menelpon?" ucap Senja kembali bertanya.
"Tante ingin berkunjung ke rumah Senja, bolehkah bersilaturahmi kerumah Senja bersama dengan Andara," ucap Mama Syaren bertanya dalam panggilan telpon tersebut.
"Boleh tante, tapi besok siang saja yaa tante. Karena sore sampai malam hari ini Senja mau istirahat," ujar Senja menjawab.
"Baik, terima kasih Senja," ucap Mama Syaren mengatakan.
"Sama-sama tante, sekali lagi maaf tante" ujar Senja menjawab.
Telpon pun terputus, dengan senyum indahnya Mama menyampaikan dengan Andara bahwa besok bertemu dengan Senja di siang hari di rumahnya. Mendengar hal itu Andara bahagia. Bahkan, berlari-lari kecil karena keringan. Melihat itu Mama Syaren kembali tersenyum melihat tingkah konyol anaknya tersebut.
__ADS_1
Senja pun kembali beristirahat, dia hanya menyuruh pelayan yang ada di rumahnya mempersiapkan sajian makanan buat besok siang. Karena Senja belum menerima tamu siapapun hari ini karena dia harus fokus kesehatan sebelum banyak yang menjenguknya.
Malam pun tiba.
Senja gusar dalam tidurnya, entah apa yang terjadi padanya dalam mimpi tersebut. Senja berteriak dan menangis dalam mimpinya, sepertinya Senja teringat akan kejadian kecelakaan pada orang tuanya kala itu.
Senja pun terbangun dari mimpinya, dia pun meminum air putih yang ada di dekatnya. Senja terdiam sejenak atas mimpi yang terjadi malam itu.
Senja pun ke kamar mandi untuk melakukan sholat, untuk menenangkan pikirannya. Setelah selesai sholat Senja pun kembali istirahat dan mendoakan orang tuanya sebelum dia kembali istirahat.
Pagi pun tiba, matahari menampakkan sinar cantiknya. Senja pun terbangun dalam keadaan cukup sehat untuk beraktivitas. Setelah selesai membersihkan kamarnya dan mandi, Senja pun turun untuk sarapan.
Di rumahnya hanya ada satu pelayan yang melayani rumahnya, itu saja tugasnya hanya memasak, dan mencuci pakaian Senja, urusan bersih-bersih Senja memakai alat meskipun di kerjakan orang yang sama. Namun, untuk urusan kamar nya tidak pernah dibersihkan siapapun. Karena Senja tidak suka ada yang membersihkan kamarnya.
Senja pun menikmati lagi itu dengan menghirup udara pagi, karena tanamannya terawat dengan baik. Senja senang dengan taman yang dibuat oleh almarhum mama nya.
Setiap Senja melihat taman tersebut, dia selalu teringat dengan mama nya. Sedangkan pandangan Dermaga di kamarnya teringat akan papa nya. Karena hal itu lah yang tidak membuat Senja jadi sedih, sebab dia merasa orangtuanya selalu bersamanya.
Senja sehat seperti sedia kala, meskipun dia tidak boleh beraktifitas di luar rumah. Karena masa pemulihan yang cukup untuk tubuhnya harus di stabilkan.
*****
Mobil pun melaju dengan kecepatan perlahan menuju ke rumah ke Senja. Dengan malu-malu Andara mengikuti langkah mama nya. Karena Andara sudah lama tidak bertemu dengan Senja.
Bel rumah Senja pun berbunyi.
Pintu pun terbuka, mama Syaren dan Andara pun masuk ke rumah Senja.
" Hai, Senja selama siang bagaimana kabarmu?," ucap mama Syaren bertanya sambil pelukan serta pipi kiri kanan, namun dibalik pelukan itu Senja tersenyum dengan Andara. Melihat hal itu Andara memerah wajahnya, mungkin yang melihatnya Andara sedang ditumbuhi bunga-bunga cinta. Ya bunga cinta itu bernama Senja, begitu gumamnya dalam hati.
"Baik Tante, kata dokter lagi masa pemulihan jadi istirahat di rumah dulu sebelum ke sekolah nantinya," ucap Senja menjawab.
__ADS_1
"Apakah kamu sehat Senja, ohya saya sudah mempersiapkan pelajaran yang ketinggalan selama beberapa bulan kamu tidak masuk" ucap Andara sambil memberikan buku yang sudah di rangkum nya.
"Terima kasih, Andara sudah membantu," ucap Senja menerima buku dari Andara.
Percakapan antara Mama Syaren, Senja dan Andara diselangi dengan canda tawa. Karena Mama Syaren sangat pintar mengolah suasana tegang menjadi meriah.
Melihat senyum tawa Senja dan Mama Syaren, Andara terpana melihat suasana tersebut. Karena dia tidak mengetahui dua wanita yang sangat dicintai bisa akur tanpa kecuekan yang ditampakkan. Karena Mama Syaren kalau kumpul keluarga sangat jarang menampilkan canda tawa yang lepas.
Andara tidak menyadari selama dia terpana. Mama Syaren dan Senja melihatnya. Mama Syaren pun mau ke toilet karena tidak tahan melihat mimik wajah Andara yang kepipih kemerahan (aduuh yang jatuh cinta pasti masem-masem membaca ini hehe).
"Hei, Andara. Kamu mengapa tersenyum sendiri begitu hingga seakan-akan dunia hanya milikmu?" ucap Senja bertanya.
Andara pun terperanjat tanpa sengaja dia jatuh tersungkur ke bawah karena keterkejutannya. Melihat hal itu Senja tersenyum melihat tingkah konyolnya Andara. Andara yang menahan sakit hanya menggaruk kepala sambil tersenyum dengan tingkah konyolnya.
Mereka pun tertawa bersamaan dengan tingkah tersebut. Melihat hal itu dari kejauhan Mama Syaren hanya tersenyum melihat tingkahnya. Mereka sangat bahagia seperti lama tidak saling melihat.
[Aduh, sungguh memalukan tingkah ku terhadap Senja, apa nanti dipikirannya terhadapku?] gumam Andara dalam hati.
Mama Syaren pun selesai dari kamar mandi.
"Senja, Tante dengan Andara pulang dulu yaa karena sudah sore nie, papa nya dari tadi menelpon," ucap mama Syaren sambil memeluk Senja.
"Iya Tante, terima kasih sudah menjenguk Senja," ucap Senja masih dalam pelukan mama Syaren.
"Kami pamit yaa Senja, sampai ketemu kembali di sekolah ya jika kamu sudah pulih kembali," ucap Andara melambaikan tangannya.
Waktu sudah menunjukkan sore pun mereka pun pamitan kepada Senja. Mereka pun saling melambaikan tangan satu sama lain, mobil pun melaju dengan perlahan melewati peruamahan elit.
Selam di dalam mobil Andara tersenyum, mama Syaren yang melihat hal itu hanya terdiam melihat tingkah anaknya.
Andara hanya dalam senyuman, dia mengingat kembali percakapan mereka yang tak terlupakan. Senja selalu tersenyum padanya. Membuat hatinya terus saja berdetak untuk Senja.
__ADS_1
🍁💐💐💐🍁
*****