
Setelah sampai di Perancis keduanya pun mencari hotel terdekat dengan kampus dan dekat dengan dermaga, karena Senja suka sekali dengan dermaga hal itu agar dirinya selalu mengingat kedua orangtuanya.
Andara pun menuruti Senja karena kenyamanan Senja lebih utama. Mereka pun ketemu dengan satu hotel yang dekat dengan dermaga namun hotel tersebut hanya memiliki satu kamar. Senja pun langsung memesannya tanpa berpikir panjang.
"Senja, kamu nggak salah langsung memesan hotel dengan satu kamar?" ucap Andara.
"Lah iya, aku di kamar dan kamu di ruang tamu, kan simple sayang?" ucap Senja.
"aduuh punya pacar polos yang otaknya hanya bisnis yaa ginie, dia nggak tahu apa kalau laki-laki suka berpikir kemana-mana" gumam Andara dalam hati.
Setelah sampai kamar keduanya membereskan pakaian mereka. Selain mencari tempat tinggal untuk Senja menemaninya selama seminggu di sini. Saat Andara ingin memasak mie yang di bawanya dari Indonesia, tiba-tiba saja Senja memeluknya dari belakang.
"mantap, sayang jangan melihat ke belakang aku ingin seperti ini sebentar saja" ucap Senja.
Andara bingung dengan tingkah Senja, namun lagi-lagi dia benar memakluminya. Karena Senja sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang dari orang yang menyayanginya.
__ADS_1
"iya sayang nggak apa-apa, lebih juga hayoo" ucap andara sambil bercanda.
Masakan Andara pun sudah selesai meskipun dia susah bergerak, namun kenyamanan Senja lebih utama.
Saat Andara memanggil-manggil Senja, Senja tidak bersuara dia pun menoleh ke belakang melihat keadaan Senja. Saat ditatapnya kening pacarnya betapa terkejutnya, Senja dalam keadaan sakit. Andara pun memopong Senja ke kamar dan ingin menelpon dokter, namun Senja memegang tangannya.
"Tidak perlu andara, aku cuma lelah dalam perjalanan. Jangan panggil dokter, obatku sudah di atas meja. Aku ingin kamu menemaniku tidur" ucap Senja.
Andara pun menemani Senja tidur dalam pelukannya. Bahkan Senja sangat erat memeluknya seolah-olah tidak ingin ditinggal Andara, padahal Andara tidak akan kemana-mana tapi dia lapar sekali. Andara pun mencari sakunya adakah roti atau cokelat. Benar saja dugaannya ada cokelat di sakunya, kebiasaan andara meletakkan sesuatu makanan di saku celana, agar bisa makan sewaktu-waktu. Senja pun tertidur pulas setelah sampai, namun Andara bangun sebentar untuk memakan mie yang di masaknya tadi.
"akhirnya, bisa lepas juga dari genggaman Senja. Ya ampun ternyata Senja wanita yang over perhatian, bagaimana ini? gue takut kelepasan saat dekat dengannya, sedangkan jika ingin mencium atau sebagainya harus izin dulu" gumam andara sembali makan dengan kebingungan.
"kamu tadi dari mana andara" ucap Senja.
"heheh.. maaf sayang tadi makan mie sayang nggak dimakan" ucap andara.
__ADS_1
"oh gitu, apakah sudah selesai makannya?" ucap Senja.
"sudah dong sayang, makanya aku kembali ke sini" ucap Andara.
"Andara ada yang mau aku bicarakan, bisa kah kamu mengambil buku pink dengan pena di lemari sana" ucap Senja.
Andara pun mengambil buku tersebut dan tidak berani membukanya. Senja pun meminta Andara untuk membuka buku tersebut bersama-sama.
"Andara, di dalam buku ini aku membuat sesuatu jika suatu saat aku memiliki tunangan. Maka aku ingin melakukan beberapa hal dengannya, dan ini adalah waktu yang tepat untuk di buka" ucap Senja.
Saat Andara membuka buki tersebut betapa terkejut dirinya dengan tulisan serta gambar di dalamnya. Dia pun dengan seksama melihat dan memperhatikan semuanya, 100 point dalam buku tersebut. Senja pun memeluk Andara dan menconteng yang sudah pernah dia lakukan dengan Andara.
"Sayang, kamu yakin ingin melakukan ini semua dan kamu akan memanggilku dengan sebutan sayang kalau kita sudah sebulan" ucap Andara.
"iya sayang aku ingin melakukan semua dengan mu dalam buku tersebut, tapi untuk hubungan layaknya suami istri dilakukan jika kita sudah nikah" ucap Senja dengan nada malu-malu.
__ADS_1
Andara dan Senja pun seharian saja di kamar hanya beristirahat saja. Karena Senja sudah membuat jadwalnya. Hari ini dia ingin kebersamaan di dalam hotel dengan tunangannya.
Andara pun hanya mengikuti kemauan senja, agar senja nyaman dengan dirinya.