
Senja dan Andara pun selesai menikmati panorama di sore itu. Mereka pun kembali ke rumah mereka. Sesampainya di rumah, Senja bersiap-siap masak namun di cegah oleh Andara.
"Sayang, malam ini kita dinner di luar saja ya" ucap Andara.
"Ehm dalam rangka apa sayang kita dinner di luar malam nie" ucap Senja.
"yaa nikmati makan malam saja di luar gitu, kan kita jarang-jarang punya waktu kosong" ucap andara menceritakan ke istrinya.
Namun di saat Andara berbicara... Dering ponsel andara berbunyi...
"Ya hallo... Ohw baik Pak Leri bisa.. tapi tunggu 1,5 jam lagi ya kita rapatnya" ucap Senja.
Senja pun bergegas menyelesaikan masakan yang disiapkannya tadi setelah selesai dia pun bersiap ke kamar mandi. Sedangkan Andara hanya terbengong dengan rutinitas istrinya. Dalam sekejap istrinya sudah menyelesaikan masak, mandi dan bersiap akan rapat online.
"sayang maafin aku ya, malam nie kita tunda dulu dinner nya, kamu makan yang aku masak, tapi kalau nggak suka kamu pesan delivery saja" ucap Senja sambil mencium kening istrinya.
Karena Senja harus bersiap-siap rapat online. Dia pun berhias yang sewajarnya saja karena Andara tipekal suami pencemburu jadi Senja menjaga perasaan suaminya. Andara merasa tidak diperdulikan, selesai makan pun dia kembali ke kamar meninggalkan istrinya yang lagi rapat online.
Rapat online pun selesai...
Andara beristirahat di kamarnya...
Di tempat lain.....
"Sayang, hayoo makan aku sudah persiapkan makan malam buat kita" ucap Elka teriak kepada istrinya.
"Kok nggak ada suara sih" ucap Elka khawatir.
Elka pun mencari istrinya ke mana-mana, sampailah dia dikamar tidur.
"Yaa ampun sayang, kaki kamu kenapa bisa terluka? kok ngga bilang ke aku, bukan beginie cara membalutnya. Aku obati ya sayang" ucap Elka khawatir.
"awww... pelan-pelan Elka sakit..." ucap Dara.
"yaa udah kalau kamu merasa sakit dan takut darah matamu di tutup saja yaa sayang" ucap Elka bicara dengan lembut.
"Betapa beruntungnya aku mendapatkan pendamping hidup seperti Elka, aku ingin memberikan segalanya buat dia, tapi siapa wanita yang berbicara dengannya waktu itu?" gumam Dara dengan penuh penasaran jika ingat kejadian itu.
"Kamu lagi mikirin apa sayang coba ceritakan, jangan bicara sendiri?" ucap Elka duduk menghadap istrinya.
"Wanita yang berbicara dengan mu waktu itu yang di depan gerbang kampus itu siapa, itu loe yang pakai dress biru pakai high heels" ucap Dara menceritakan dengan wajah cemburunya.
__ADS_1
"ohw itu hanya teman kampus sayang, dia bertanya terkait tugas kuliah, lagian semua teman kampus ku tahu kok aku sudah punya istri, hanya kamu yang aku cinta dan sayang" ucap Elka langsung cium pipi istrinya.
"bener yaa sayang nggak ada hubungan apapun dengan kalian berdua" ucap Dara.
"nggak sayang" ucap Elka.
Dara pun memeluk suaminya, Elka pun membalas pelukan dengan mencium bibir istrinya. Mereka pun berciuman cukup lama sehingga keduanya sampai tidak sadar sudah melakukannya cukup jauh. Tiada yang bisa menghentikan keduanya. Keduanya pun bergelut dalam kenikmatan tiada tara. Kedua insan itu mengecup manisnya cinta yang mereka tahan selama beberapa hari karena kesibukan keduanya.
Di tempat berbeda...
"Heri.... temani aku makan yook di tempat biasa" ucap Siska pada Heri yang lagi fokus memfoto.
"oke sayang... tapi kamu yaa mengemudinya, aku sedang fokus, bisakan sayang" ucap Heri sambil merayu pacarnya dengan menyentuh dagu pacarnya.
Siska pun menurutinya, karena jika Heri sedang fokus maka tidak ada satu hal yang menghalanginya. Sehingga Siska hanya perlu menurutinya, sebab Heri tengah menggeluti hobi barunya.
"Dasar pacar aku, kalau sudah ketemu dengan hobinya semua ditinggalkannya" gumam Siska dalam hati.
"sayang... " ucap Heri sambil memfoto dan berbicara dengan Siska.
"Yaa... ada apa?" ucap Siska fokus dengan menyupirnya.
Siska hanya tersipu malu saat dicium oleh Heri. Siska pun kembali fokua dengan mengemudinya. Heri tersenyum sendiri melihat Siska salah tingkah begitu karena dia sangat suka dengan sikap Siska manis begitu.
"Sudah lama tidak menggoda pacarku yang polos ini" gumam Heri dalam hati.
Siska pun mengemudi dengan cepat namun tetap memperhatikan rambu yang ada. Sehingga Heri bisa fokus dengan memfotonya. Heri berniat menikahi Siska dengan melihat beberapa usaha yang bisa dikerjakannya sendiri dan membuka usahanya sendiri.
Mereka pun tiba tempat resto dekat pantai yang diinginkan oleh Siska. Heri pun mengikuti langkah Siska dan berhenti sesaat mengambil beberapa foto. Heri pun memasukan kamera nya dan kembali menemani Siska untuk makan. Karena Heri sangat menghargai Siska, dia tidak ingin Siska kecewa atas sikapnya.
Mereka pun makan bersama dan canda tawa. Keduanya asyik dengan pembicaraan yang dibicarakan sehingga tanpa terasa keduanya sudah sangat lama berbicara.
Di tempat berbeda....
"Sayang... bantu aku dong, nggak paham dengan ini" ucap Jeni kepada Tara.
"Oke...oke... Nanti aku bantu sayang, tunggu yaa" ucap Tara sambil menyelesaikan tugasnya.
Tara pun membantu menyelesaikan sesuatu yang diminta oleh Jeni. Jeni bahagia Tara selalu ada buatnya, meskipun terkadang Tara selalu meninggalkan urusannya demi dirinya.
"sayang, makasih yaa sudah bantu aku, aku mau masak dulu buat kamu" ucap Jeni sambil cium pipi pacarnya dan meninggalkan Tara sementara karena harus ke dapur.
__ADS_1
"oke sayang, terima kasih ya. aku mau lanjut tugas lagi nie" ucap Tara pada Jeni.
Jeni pun memasak dengan penuh bahagia. Karena tugasnya sudah selesai. Setelah selesai dia pun menyajikan makanan di atas meja makan keduanya. Keduanya pun makan bersama dengan sangat nikmat terkadang ada canda tawa.
"sayang... banguun... maafin aku ya, semalam aku menyuekin kamu" ucap Senja kepada Andara.
Saat dilihatnya di dalam kamar tidak ada lagi suaminya. Dia pun mencari suaminya kemana-kemana hingga dia melihat secarik kertas di atas meja.
"Sayang, maaf yaa aku pergi tanpa pamit denganmu. Ada kelas pagi mendadak jadi tadi tidak sempat membangunkanmu karena tidurmu pulas banget, maaf yaa sayang" ucap andara dalam tulisannya.
Senja pun hanya manyun melihat kondisi ini. Dia pun bersiap-siap mandi dan sarapan serta pergi ke kampus. Karena dia pun memiliki kelas pagi.
Keduanya pun usai dari perkuliahan mereka. Namun, andara belum pulang ke rumah dengan alasan masih mengerjakan tugas kuliah dengan teman-temannya.
Senja pun kembali ke kamar padahal tadi posisi berada di ruang tamu. Suara bel pintu pun terbuka kuncinya karena otomatis.
"Sayang, kamu dimana aku membelikan makanan buat kamu" ucap Andara.
"Kok bisa-bisanya gelap dan tidak ada suara sih, Senja kemana?"ucap andara khawatir.
Andara pun mencari sesosok suara yang menangis saat di dekatinya, Senja menangis dalam tidurnya.
"Sayang bangun, kamu kenapa?" ucap Andara menggoyangkan tubuh istrinya.
Senja pun terbangun..
"Ohw ada apa Andara , kamu udah pulang ya?" ucap Senja sambil membelalakan matanya.
Andara pun langsung memeluk Senja. Senja heran dengan tingkah suaminya.
"sayang maafi aku yaa buat kamu menangis" ucap Andara kembali memeluk istrinya..
Senja heran dengan tingkah suaminya.
"ada apa sih dengan andara?, kok kayak merasa bersalah begitu" gumam senja dalam hati.
🍂🌷🌷🌷🍂
Like and comment ya😊
Tunggu episode selanjutnya dan nantikan saja😊
__ADS_1