
Tara pun pulang ke rumah dengan perasaan bahagia, bagaimana mungkin Tara telah mendapatkan no handphonenya Jeni. Tara pun menceritakan semuanya kepada orangtua dan Siska kakaknya. Mama dan Papa serta Siska hanya menjawab seadanya. Karena bagi mereka Tara jatuh cinta biasa saja.
Nanti juga lihat cewek cantik lainnya, malah jatuh cinta kembali ujar Siska dengan wajah natar.
"Iiih.... Kak Siska benar-benar nggak percaya dengan aku ya, lihat saja aku akan setia sama Jeni saja" ucap Tara.
"Jeni itu sudah punya pacar, dan pacarnya itu satu kelas dengannya. Mana mungkin kamu bisa memilikinya" ucap Siska menjelaskan dengan serius.
"orang sudah menikah saja bisa cerai, apa lagi yang baru pacaran" ucap Tara dengan meyakinkan.
Keduanya pun berdebat tiada hentinya. Sehingga kedua orangtuanya harus melerai keduanya.
Siska pun memasuki kamarnya dan belajar seperti biasa. Namun, berbeda dengan Tara dia lebih memilih chattingan dengan Jeni. Tara benar-benar jatuh cinta dengan Jeni. Dirinya nggak bisa jauh-jauh dari handphone nya.
-----------------
Pagi pun tiba...
__ADS_1
Matahari menyapa alam dengan sinarnya bahkan dengan senyumannya. Namun, berbeda dengan Siska dia kelelahan karena belajar sampai tengah malam. Sehingga membuat badannya terasa sakit.
"Kak Siska,,,, aku ngantarin kamu ke sekolahmu ya" ucap Tara.
"Nggak perlu... kakak minta antar dengan Mang Sudah saja" ucap Siska dengan wajah yang lesu.
Tara dan siska pun ke sekolah masing-masing. Mereka beraktivitas seperti biasanya, namun Siska hanya istirahat ke UKS ketika semuanya makan. Senja pun melihat ke UKS untuk menjenguk keadaan Siska.
Drrrrrrtttt......drtttttt....
dering telpon bersuara dengan kerasnya..
"Uftz maaf Siska jadi ganggu isturahatmu, aku angkat dulu ya" ucap Jeni.
Jeni pun berbicara cukup lama hampir berjam-jam sehingga dia meninggalkan ruanh UKS tersebut. Jeni pun selesai berbicara dan meminta izin kepada Senja dan Siska, bahwa dia harus segera pulang ada ada urusan keluarga. Jeni pun bergegas meminta izin kepada Bu Lili sebagai Wali kelas, dan kepada Pak Sendi yang mengajar jam terakhir. Jeni pun bergegas ke kelasnya mengambil tasnya, untuk mengenderai mobilnya.
Namun, ketika mobil melaju dengan kecepatan sedang. Ban Mobil Jeni kempes dan dia bingung menuji kemana. Hal yang terlintas dibenaknya adalah Heri. Namun, dia ingat bahwa Heri fokus dengan kompetensinya dan nggak bisa diganggu.
__ADS_1
Tiba-tiba....
"Mobil loe kenapa Jeni..." ucap Tara..
"Alhamdulillah kebetulan ada loe Tara, tolong gantikan ban mobil gue.. " ucap Jeni.
"Gue bantu, tapi ada syaratnya. Loe harus traktir gue" ucap Tara.
Jeni pun mengiyakan karena dia sudah ditelpon berkali-kali untuk segera pulang. Tara pun membereskan ban mobil tersebut dalam hitungan 10 menit sehingga secara refleks Jeni memeluk Tara karena kegirangan. Tara merasa bahagia dipeluk oleh Jeni. Namun, Jeni lupa dia salah melakukannya. Dan akhirnya Jeni melepaskan Pelukan pada Tara.
"Tara, maaf yaa gue refleks" ucap Jeni dengan tertunduk kebawah.
"Aaah nggak apa-apa kok, gue malah senang kalau loe meluk lama-lama. Karena gue suka sama loe Jeni" ucap Tara dengan suara lirih.
"Maksudnya gimana sih?" ucap Jeni pura-pura tidak tahu.
" Sudah nggak apa-apa kok lupakan saja" ucap Tara.
__ADS_1
Tara dan jeni pun bercakap-cakap sebelum keduanya mengenderai kendaraan masing-masing.
🌷🌷🌷🌷🌷