
Dina, Dino, Jeni dan Tara menjaga Senja pasca pingsannya sehingga mereka hanya bergantian saja jika ingin melakukan ibadah.
Dino dan Tara bergantian tidur, hal itu sangat diperlukan agar jika Senja bangun nanti di antara mereka ada ya melihatnya.
Di dalam mimpi Senja....
Senja masih enggan melepas pelukan orangtuanya meskipun papa dan mama nya sudah melepasnya. Bahkan, setelah pelukan itu lepas Senja masih saja dalam tangisnya.
Senja merasa damai berada di dunia itu, hingga dia tidak ingin kembali ke dunia asalnya yang banyak menantinya sekarang.
Hingga fenomena kenangan melintas di depannya seperti layar bioskop yang menampilkan kenangan nya tersebut.
Senja hanya menatap dengan penuh kesedihan dan tangisan. Senja mengenang hal itu dengan penuh keikhlasan karena itu semua berlalu, dia pun mengingatk kebersamaan dengan si kembar dengan keluarga Pak Leri yang begitu menyayangi nya.
Belum lagi sahabat-sahabatnya yang begitu antusias selalu menanyakan kabarnya.
Hingga sebuah bisikan membangun dari tidurnya...
"Senja ku sayang, mama dan papa menyayangimu, kembali lah ke dunia mu, mama dan papa berjanji jika Senja merindukan papa dan mama maka kita akan bertemu di alam mimpi," ucap Mama Senja.
Di alam dunia...
Sudah tiga hari Senja belum juga sadar. Sehingga Si kembar, Jeni dan Tara serta keluarga Pak Leri bergilir. Bahkan, Jeni sudah izin kuliah selama 2 hari untuk menjaga Senja.
"Sayang, kamu istirahat yaa biar aku dengan Dino saja menjaga malam ini," ucap Tara membelai rambut Jeni.
"Tidak mau Tara, kala Jeni sakit saat itu Senja melakukan apapun demi aku, bahkan dia meeting di ruangan ini, maka hal itu sangat tidak sebanding dari ku, dua pun pernah membantu papa di saat perusahaan pailit sehingga hal itu sangat jauh kamu harus membalas kebaikan Senja," ucap Jeni menangis mengingat hal itu.
Jeni pun menangis dalam pelukan Tara. Dina dan Dino tidak berada di sana, karena mereka harus pergi ke sekolah. Maka dari itu yang lebih banyak di rumah sakit Jeni. Karena Jeni pun menyuruh Tara untuk berkuliah.
"Baik jika begitu sayang, tapi kalau kamu ingin beristirahat maka tidur saja ya, jangan memaksakan dirimu karena kesehatan mu juga berharga, jika Senja melihat mu sakit dia pun pasti akan sedih," ucap Tara memberi nasehat kepada Jeni.
"Baik Sayang," ucap Jeni.
Tara dan Jeni pun makan malam, dering ponsel Jeni pun bersuara...
Jeni pun mengangkatnya...
"Ya Hallo Dina, ada apa?" ucap Jeni.
__ADS_1
"Kak, kalau ada kabar dari Kak Senja kabari yaa, Kak Dino lagi sakit, sedangkan ayah fokus ke perusahaan beberapa hari ini pulang malam untuk menjaga kami, sedangkan Ibu pulang kampung karena nenek sedang sakit," ucap Dina menjelaskan.
"Okey Dina, jagalah Dino ya, nanti kakak kabari jika Senja sudah sadar," ucap Jeni.
"Yaa sudah Kak kalau begitu aku matikan dulu ponselnya ya Kak," ucap Dina.
"Oke Dina," ucap Jeni.
Jeni pun mematikan panggilan tersebut.
Jeni pun melanjutkan makannya. Namun, belum sampai sesuap kembali, dering ponselnya kembali berdering melakukan panggilan video call...
"Ya Hallo, teman-teman," ucap Jeni sambil makan.
Tara pun meletakkan ponsel tersebut di posisi yang pas agar Jeni bisa sambil makan.
"Jeni, kabarnya Senja belum sadar sudah 3 hari ya, terus apakah Andara menjenguknya?" Ucap Dara dan Elka bertanya.
"Iya sudah 3 hari Senja belum sadar juga, kalau Andara pernah kesini tapi sebentar karena mama nya menelpon untuk segera pulang karena tunangan nya pingsan, iih kalau ingat hari itu rasanya aku marah dan sedih dengan Andara, tapi yaa mau bagaimana lagi dia tidak bisa bersikap?" Ucap Jeni menceritakan.
Jeni pun memperlihatkan keadaan Senja kepada teman-teman nya. Panggilan pun di ikuti Siska dan Heri, mereka sedih dengan yang terjadi pada Senja. Tapi mereka belum bisa kesana, jadi hanya mendoakan.
"Baik Siska, terima kasih semoga saja ya," ucap Jeni.
"Kalau begitu kabari kami yaa Jeni jika Senja sudah sadar," ucap Dara menutup panggilan nya.
"Iya kami juga pamit ya Jeni, kabari kami jika Senja sudah sadar," ucap Heri.
Panggilan Video pun dimatikan...
Jeni melanjutkan kembali makannya. Tara pun menuangkan minum ke Jeni.
"Sayang, sekarang kamu istirahat yaa, karena sudah malam," ucap Tara kepada Jeni.
"Nanti sebentar lagi ya sayang, dalam posisi kenyang nie," ucap Jeni merilekskan tubuhnya di sofa.
"Ya sudah kalau gitu, aku keluar dulu beli buah dan cemilan buat kamu yaa sayang," ucap Tara izin dengan Jeni.
"Baik Tara, terima kasih kamu selalu ada buat aku," ucap Jeni dengan nada lemas.
__ADS_1
"Ya sudah sayang, aku pamit sebentar yaa," ucap Tara melangkah kan kakinya meninggalkan ruangan tersebut.
Tara pun pergi ke mini market sekitar rumah sakit. Jeni pun merebahkan tubuhnya dengan dengan santai dan rileks, karena benar-benar lelah terkadang Senja menggerakkan beberapa anggota tubuhnya namun belum juga sadar. Sehingga Jeni selalu terbangun dari tidurnya.
Hingga Jeni terlelap dalam tidurnya beberapa saat.
Senja menggerakan tangan, kaki dan matanya secara perlahan...
Senja menatap Jeni dari kejauhan berharap sahabatnya bangun, tapi apa daya dia belum mampu berucap dengan kuat?.
"Jeeennn.... Jennnn....ni..." ucap Senja terbata-bata.
Jeni pun terbangun dari tidurnya dan langsung melihat Senja, Jeni langsung memeluk Senja dengan erat. Jeni pun menghidupkan alarm ruangan tersebut agar dokter segera ke ruangan tersebut.
Jeni pun tidak ingin melepas tangannya dari Senja. Senja hanya tersenyum melihat Jeni yang begitu kusut tanpa polesan. Begitu pun dengan Jeni sedetikpun tidak ingin berpaling. Hingga buyaran keduanya terlepas, kala dokter datang memeriksa Senja.
Jeni pun segera menelpon Tara, yang ternyata Tara sudah berada di depan ruangan tersebut. Tara pun langsung masuk dan memeluk Jeni.
"Sayang, Senja sudah sadar sekarang lagi pemeriksaan," ucap Jeni bahagia.
"Bagaimana dokter?" Ucap Jeni.
"Alhamdulillah, Senja sudah sadar tapi dia masih perlu pemulihan," ucap Dokter kepada Jeni.
"Baik Dokter terima kasih," ucap Tara mengantarkan sampai ke depan pintu.
Jeni pun memeluk Senja, Senja hanya tersenyum melihat tingkah Jeni.
"Jeni, aku udah sadar kok kamu jangan sedih dulu dong, Tara tolong beri makan dulu Jeni nya kok pucat gitu," ucap Senja.
"Hehe, dasar kamu Senja, jangan suka mengalihkan muka ku deh," ucap Jeni tersenyum kecil sambil menjulurkan lidahnya.
"Ohya Jeni, bisa kah aku video call dengan si kembar Dina dan Dino," ucap Senja.
"Baik tunggu sebentar yaa," ucap Jeni.
Tara dan Jeni meletakkan ponsel Jeni di atas meja dengan penahan barang agar Senja tak perlu memegangnya. Karena Jeni di suruh makan oleh Senja.
🍁💐💐💐🍁
__ADS_1