
Hari itu pun tiba Senja harus segera pergi ke sekolah karena hari terakhirnya berada di sekolah tersebut. Bahkan para teman-temannya mengadakan pesta kecil-kecilan untuk Senja.
Ketikan Senja memasuki gerbang sekolah dia diberi kejutan oleh teman-teman dan para guru. Keterkejutan senja tidak sampai disitu saja, bahkan dia diiringin bak seorang putri. Di dampingi oleh Jeni dan Dara sahabat terdekatnya.
Karena kebaikan Senja sekolah mendapatkan income dari beberapa event atas solusi-solusi Senja memberikan pendapatan kepada sekolah karena hal itu Senja salah satu sisea yang tidak hanya secerdas secara intelektual namun cerdas secara moral meskipun yatim piatu sikap nya yang peduli terhadap sesamanya membuat Senja banyak yang mencintainya.
Bahkan seluruh siswa dan para guru berkontribusi atas perpisahan yang dibuat oleh Sekolah. Senja terharu melihat kenangan yang telah dibuat meskipun hatinya menangis melihat semuanya. Bahkan seluruh siswa dihadirkan semua seperti perpisahan seorang guru begitu lah layaknya Senja dibuat istimewa oleh sekolah tersebut. Bahkan pimpinan dari sekolah tersebut memberi tahukan semua kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh Senja.
__ADS_1
Beberapa siswa bahkan terbelalak dan tidak menyangka dengan kebaikan Senja kepada sekolah, bahkan ada beberapa siswa yang merasa orangtua nya Yayasan sekolah tersebut merunduk malu atas kesombongan mereka.
Kini perpisahan itu makin dekat dan makin nyata bagi Senja. Senja melihat semua sisi bagian pesta perayaan baginya. Baginya pesta yang dilakukan oleh pimpinan sekolah dan para sahabatnya sungguh diluar dugaannya.
Senja pun menikmati hari itu bahkan dia lupa jika handphone nya terus berbunyi. Ketika perayaan pesta masih berlanjut. Senja mengangkat telpon tersebut dan berbicara dengan nada serius, awalnya biasa saja nada pembicaraan namun mulai serius setelah beberapa menit. Karena ada telpon dari pihak luar mau bicara dengan Senja. Senja pun berbicara dan meminta maaf pada orang yang di ajak video call karena kondisi yang tidak memungkinkan. Bahkan, pimpinan dari perusahaan tersebut merasa kagum dengan pencapain Senja di usia belia. Membuat beberapa orang yang mengikuti rapat video call merasa penasaran dengan Senja jika bertemu. Bahkan di sela-sela keseriusan ada-ada saja yang menginginkan Senja menjadi mantu gelak tawa pun beriringan dalam ruang rapat online tersebut. Panggilan Video call puj berakhir, Senja hanya senyum-senyum atas rapat online tersebut. Sungguh tidak menyangka dengan kemajuan teknologi Senja bisa melakukan panggilan Video call meskipun nantinya dia berada di luar negeri.
"Ehm Andara.. aku duluan ya, terima kasih" ucap Senja dengan hati-hati dan sikap dengan penuh malu.
__ADS_1
"Yaa.. " jawab Andara dengan pelan.
"Aduuuh, sungguh malu banget itu ciuman pertama ku kesan yang sangat memalukan" gumam Andara kesal dalam hatinya.
Sedangkan Senja dalam diam pun berkata demikian. Argh malu nya jika bertemu dengan Andara lagi, mana itu ciuman pertama ku gumam Senja dengan penuh kekesalan..
Keduanya pun bergumam dalam hati masing-masing, sehingga tiada yang tahu bahwa sejak kejadian itulah Senja jatuh hati pada Andra.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷