Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 133 - kisah Saga


__ADS_3

#Biasakan setelah membaca like dan comment ya, terima kasih 🤭


Next.


Setelah itu Senja pun hanya istirahat sementara yang lain mengerjakan hal lain. Si kembar anak Pak Leri pergi ke sekolah, sedangkan istri Pak Leri dan mama Sky pergi ke mall untuk membeli keperluan hari itu, meskipun mereka berangkat malam besoknya, semua harus di siapkan.


Sedangkan Sky dan Saga hanya di rumah saja. Sebenarnya Saga di suruh ikut akan tetapi dia lebih memilih di rumah saja, alasan nya karena ingin melihat mama Senja segera sadar dan bisa bermain dengannya.


Sehingga yang mengasuh Saga pada hari itu adalah Sky. Hingga Sky sendiri yang menentukan mau bermain apa.


"Om Sky, kita berenang saja yok," ucap Saga.


"Emang kamu bisa berenang," tanya Sky.


"Ih bisa dong, jago malah, Om Sky tahu nggak, walau aku, mama dan papa hanya sebentar bersama banyak hal yang mereka ajarkan pada Saga," jawab Saga mengenang kedua orang tua nya.


"Om Sky, mau tanya dengan kamu, kamu pengen ketemu dengan papa kamu nggak," ucap Sky bertanya serius.


"Belum saat nya, kata papa saat mengantarkan aku dengan mama, ketemu papa saat Saga sudah bisa melindungi diri Saga sendiri, karena papa bilang bahwa tidak ingin Saga terluka, cukup mama yang menderita karena keluarga papa," ucap Saga mengenang.


"Nah terus papa kamu tahu nggak kalau mama kamu meninggal," ucap Sky bertanya.


"Sudah tahu Om Sky, bahkan papa terus saja menyalahkan dirinya, saat itu papa seperti orang gila mencari mama di rumah sakit, hingga mama Senja yang menemui papa dan meminta menjaga rahasia, akhirnya papa bertemu dengan mama untuk terakhir kali dengan kondisi mama sudah meninggal," ucap Saga mengenang.


"Terus Saga sempat bicara dengan papa mu," lanjut tanya Sky.


"Sempat ketemu papa sebentar, papa bilang Saga harus segera bertemu dengan keluarga mama, agar bisa aman di sana dan juga papa bilang, jika rindu dengan papa dan mama lihat foto mereka dan jika ingin bertemu dengan papa ketika Saga bisa melindungi sendiri," kenang Saga.


"Terus Saga sudah belajar bela diri kah, dan apakah di hati Saga memiliki kerinduan dengan papa," tanya Saga kembali.


"Pasti lah Om Sky, Saga sangat merindukan papa, tapi saat ini papa masih dikendalikan oleh nenek, kalau masalah bela diri Saga sudah bisa, hanya saja harus perlu di ulang lagi," ucap Saga mengingat kebersamaan bersama orang tuanya.


"Sebenarnya berapa tahun kalian bersama hingga orang tua papa Saga murka," ucap Sky mulai penasaran.

__ADS_1


"Om Sky, kalau kita mau lanjut ceritanya belikan Snack cemilan buat kita berdua," ucap Saga merengek.


"Oh ya sudah kita ke mini market pakai motor pak satpam saja ya, Saga mau ikut nggak," ucap Sky bertanya.


"Ehm nggak Om Sky, aku takut di lihat oleh anak buah yang suka kejar papa, papa sekarang sudah menikah lagi, bahkan papa terpaksa menceraikan mama hanya karena pernikahan bisnis," ucap Saga cemberut.


"Baiklah, Om saja membeli nya, Saga masuk di kamar main ponsel saja atau di ruang tamu agar bibik bisa melihat kamu di sini," ucap Sky.


"Siap Om, Saga di ruang tamu saja," ucap Saga mulai duduk dan memainkan ponselnya.


Sky pun pergi dan meminta bibik untuk menjaga Sky yang sedang bermain games di ruang tamu. Bibik pun memahami dan Sky pun pergi ke mini market.


Motor pun di parkiran oleh Sky dengan penjaga parkir. Sky pun berkeliling untuk membeli cemilan mereka, saat dia membeli makanan buat Saga tiba-tiba tanpa sengaja seseorang menabraknya.


"Ehm sorry, saya ingin makanan ini," ucap lelaki tersebut yang seumuran dengan Sky dan tiba-tiba dompetnya terjatuh, tampaklah terlihat oleh Sky bahwa lelaki di depannya adalah papa nya Saga.


Lelaki tersebut mengambil dompetnya, dan Sky memegang tangan lelaki tersebut dengan rasa penasaran.


"Bisa tapi tidak lama, karena istriku sedang menunggu," ucap lelaki tersebut.


"Baiklah, aku mau bertanya, apakah benar kamu papa nya Saga Prasetya," ucap Sky mengatakan nya.


Lelaki tersebut tercegat ketika mendengar nama anaknya.


"Bagaimana anda tahu bahwa nama itu adalah anak saya?" ucap lelaki tersebut makin penasaran.


"Sini ponsel mu, kita bertukar nomor ponsel saja, nama saya Sky, tambahi di nama itu rekan bisnis agar tidak ada yang curiga," ucap Sky langsung memberikan ponsel tersebut.


"Baiklah, nanti kita akan bicara lagi, saya duluan," ucap lelaki tersebut.


Lelaki tersebut pun pergi membayar terlebih dahulu, karena istrinya sudah menunggu.


"Semoga papa nya Saga mendapatkan istri yang lebih baik dari almarhumah adikku," ucap Sky kembali belanja.

__ADS_1


Setelah selesai belanja dia pun membayar ke kasih. Lalu pergi meninggalkan parkiran dan berpikir tentang kejadian tersebut, apakah harus di ceritakan ke Saga atau tidak. Tanpa terasa sudah sampai di rumah.


Saga yang menanti cemilan pun merasa bahagia dengan kedatangan Sky.


"Hore om Sky datang, wah banyak makanan nya hayo Saga saja yang bawa, tolong bawakan air es dan cangkir ya om Sky, makasih om sayang," ucap Saga bersikap manis.


"Cih dasar loe Saga, ada maunya saja, manis banget sama om," ucap Sky.


"Haha, aku itu sayang sama om, tapi pas ada mau nya" goda Saga pergi ke meja tempat di kolam.


Sky pun mengambil yang di butuhkan, dan kembali menemui Saga.


"Ini minuman buat kita berdua, jadi mari kita makan bersama," ucap Sky pada Saga dengan tatapan penuh kasih.


"Siap di habiskan, hore makan cemilan akhirnya, tunggu Om Sky mengapa menatap ku seperti itu? apakah ada sesuatu yang mau Om Sky sampaikan?" tanya Saga.


"Ehm dasar anak jenius, darimana kamu tahu kalau om menyimpan sesuatu dan ingin menyampaikan sebuah pesan," ucap Sky penasaran.


"Papa dan mama yang mengajari aku tentang semuanya," ucap Saga sambil memakan cemilannya.


"......" Sky terdiam dengan ucapan Saga, bagaimana tidak setiap tingkap laku dan perbuatannya selalu menyebut kedua orangtuanya.


"Seperti nya anak sama bapaknya ini sama-sama merasakan sebuah kerinduan, bagaimana caranya ya agar bisa bertemu dengan lelaki tersebut?" ucap Sky bicara dalam hati.


"Argh, minta tolong sama Senja saja kalau begitu, jika dia sudah bangun dari tidurnya aku harus minta bantuannya," ucap Sky dalam hati.


Saga yang mengamati Om Sky dari tadi melamun, pun bertanya.


"Om Sky, kalau mau mau mengatakan rahasia itu nggak ada kok, kata mama terkadang ada rahasia yang harus kita simpan rapat, dan jangan memaksa orang lain untuk mengatakannya," ucap Saga berkata kembali.


Sky kembali terdiam dengan ucapan Saga. Hingga Sky penasaran hal apa saja yang dilakukan oleh adiknya dan suaminya, hingga Saga lahir dengan pemikiran dewasa.


Bersambung 🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2