Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bab 6 - Petualangan Dalam Mimpi (2)


__ADS_3

Andara memasuki ke dalam dimensi lain, yaa dimensi dalam mimpi kebahagian bersama bersama senja (bahagia tak tertolong). Dalam biduk rumah tangga yang sederhana itu lah kebahagian yang tiada tara oleh Senja ke Andara.


Hingga pagi pun tiba.


Dalam pelukan yang sangat erat, hingga pagi pun menyapa kedua insan yang dimabuk cinta.


Andara yang sedari tadi telah bangun dari tidurnya, menatap wajah Senja yang cantik rupawan. Wajahnya yang halus putih terawat dan rambut yang panjang menandakan kecantikan luar biasa bagi Andara, bahwa di real life tidak berani menatap Senja. Ketika Andara menatap senyum pada Senja dan menciumnya, Senja pun terbangun dari tidurnya.


" Sayang, kamu sudah bangun. Kenapa, tidak memberi tahuku?" ucap Senja.


"Tidak apa-apa sayang, peluk sebentar lagi ya. Aku sudah bantu membereskan pekerjaan rumah. Bahkan aku sudah memasak untuk kita makan," ujar Andara.


Melihat tingkah suaminya yang tidak biasa, Senja pun menurutinya.


Setelah selesai dari breakfast, Senja dan Andara berbicara.


"Senja, meskipun pernikahan kita bukan kemauan kita apakah kamu saat ini mencintaiku. Sebelum kamu menjawab aku akan menjawab, bahwa aku mencintaimu. Meskipun kebersamaan kita baru beberapa minggu, tapi aku bahagia memiliki istri yang baik dan perhatian kepadamu," ucap Andara.


Tiba-tiba, Senja mendekati Andara dan mencium kening suaminya.


Melihat hal itu, sontak Andara mencium lembut istrinya.


"Andara, terima kasih atas kebaikanmu. Jika bukan karena dirimu mungkin aku sudah meninggal. Jika suatu saat aku dihidupkan kembali setelah kematianku, aku ingin membalas semua kebaikanmu. Dan aku juga mencintaimu meskipun pernikahan terlihat tergesa-gesa karena kondisi," ucap Senja.


Andara pun tersenyum bahagia atas pernyataan itu. Namun dalam hatinya pun berkata ( kalau di real life melihat wajahku Senja sudah muak bahkan senyum pun tidak terlihat wajahnya, wajahnya yang cuek dan jutek. Seakan-akan membuat orang harus menjauhinya).


Pergolakan batin Andara antara dunia mimpi dan dunia nyata pun terasa pada kesimpulannya bahwa Senja di dalam mimpi berusaha menebus kebaikannya melalui pertolongan yang dilakukan di dunia nyata. Argh, tapi tidak mungkin sekarang sudah zaman modern, teknologi serba canggih.

__ADS_1


Dalam pergolakan batun Andara yang membicarakan Senja.


Tiba... tiba...


"Hei sayang, kamu melamuni apa? seperti ada yang dipikirkan. Sekarang saatnya kita pulang, mama dan papamu serta orang-orang yang menyayangi kita sudah menunggu disana," ucap Senja.


"Senja, kita mau kemana bukankah ini rumah kita. Aku bahagia disini bersamamu, hanya kita berdua. Ya menjalani hidup hanya kita berdua," ujar Andara.


"Tidak, ini bukan dunia kita. Ini dunia mimpi, kita harus kembali," ucap Senja.


"Tidak Senja, aku bahagia disini, jika disana kita tidak bisa bersama, aku takut kehilanganmu, bisakah kita disini saja," ujar Andara memelas.


"Andara, itu sudah gabut putih kita harus kembali, dunia sana lebih indah Andara, jika kita berjodoh pasti akan dipertemukan kembali, yakinlah dengan takdir yang akan tertulis Andara, ayoo kita kesana," ucap Senja mengajak Andara.


"Baiklah, aku mempercayaimu, aku akan mengikuti langkahmu Senja," ucap Andara mengikuti langkah Senja.


Tanpa ada peringatan.


Senja terbangun dari tidur panjangnya selama beberapa bulan. Dokter pun memeriksa Senja dengan hati-hati. Dan menyatakan bahwa Senja sehat sedia kala, meskipun harus tetap istirahat selama seminggu di rumah.


"Baik Pak Dokter, terima kasih sudah merawat Nona Senja," ucap Pak Leri.


Pak Leri adalah sopir keluarganya Senja. Pak Leri sudah bekerja sejak lama dari dia belum menikah hingga menikah. Yang membuatnya bertahan pada keluarga Senja, ke dua orang tua Senja orang yang sangat baik. Bahkan pembantu pun mereka menganggapnya keluarga. Ya Pak Leri bekerja pada Keluarga Harasyen konglomerat yang terkenal di kota tersebut. Karena kebaikan keluarga Senja yang membuat semua pembantu tidak mau meninggalkan rumah tersebut. Harasyen adalah ayahnya Senja yang terkenal bukan karena kebaikannya Senja. Namun, karena bisa menebak saham yang tepat.


Meskipun Senja masih kecil kala itu, tapi Harasyen telah mempersiapkan bekal anaknya untuk memimpin perusahan yang dibangun sendiri oleh ayahnya Senja. Hingga Senja tumbuh sebagai anak wanita yang tangguh, displin dan bertanggung jawab. Namun, yang membedakan Senja dari keluarga konglomerat lainnya yaitu Senja selalu menampilkan busana yang sederhana bahkan Senja tidak merasa risih ketika diajak Mama nya ke pasar tradisional. Karena kebiasaan dari orang tua Senja lah yang membentuk kepribadiannya menjadi pribadi yang acuh dan cuek tampaknya. Meskipun demikian Senja sangat menghormati orang yang lebih tua, bahkan saat orang tuanya sudah meninggal dunia Senja tetap memberikan santunan seperti biasa ditempat ayah dan mama nya menjadi donatur.


Senja menatap sekeliling walaupun dia belum bisa berbicara. Karena dokter menyuruh Pak Leri untuk tidak mengajak bicara Senja. Sebab Senja baru saja sadar dari koma nya sehingga butuh pemulihan.

__ADS_1


*****


Di tempat lain, dan waktu yang bersama.


Mamapun memeluk erat tubuhku, hingga aku bingung melihat orang-orang mengelilingiku dan ada dokter yang merawatku.


" Mama dan papa, serta semua mengapa menangis? Andara baik-baik saja, tadi tidur lebay argh menangis segala," ujar Andara.


Dokter memberi tahu kondisi Andara kepada orang tuanya, bahwa Andara baik-baik saja dan sudah stabil kondisinya. Setelah dokter pulang dan papa mengantarnya sampai ke depan rumah.


"Plok..."


"Pukulan pun mendarat ke pundaknya Andara. Kamu, tidak sadarkan diri selama 3 hari.


Bagaimana Papa dan Mama tidak khawatir? karena kejadian kamu tidak siuman sudah 2 kali. Mama dan Papa pikir kamu mengidap suatu penyakit," ucap mama yang tidak berhenti ngomel.


"Awww sakit tahu ma, iya ma andara lagi sakit. Tapi sakit yang membuat bahagia dan ingin kembali ke dalam mimpi. Senyuman pun tersimpul pada wajah Andara," ujar Andara tersenyum mengingat mimpinya tersebut.


" No...no.. sekarang kamu mandi dan makan, karena ada kabar baik yang akan mama sampaikan padamu tentang Senja," ucap mama menyuruh Andara segera bergegas.


Mendengar nama Senja, tentu saja membuat Andara refleks menuju kamar mandi. Melihat tingkah anaknya itu, Mama Syaren bahagia karena Andara memperlihatkan tingkah konyolnya.


[Kalau sudah jatuh cinta, yaa gitu namanya saja disebut sudah kalang kabut bahagia, sepertinya anakku sudah jatuh cinta dengan Senja, jadi biarkan mereka saja menjalaninya, sebagai orangtua hanya perlu mengamati saja] gumam mama Syaren dalam hati.


Papa Andara hanya menggelengkan kepala atas pernyataan istrinya. Tapi memang benar dikatakan istrinya, bahwa Andara menyukai Senja, karena kepedulian pada sosok Senja sangat berbeda.


Andara pun selesai dari mandinya dan diapun bergegas berpakaian.

__ADS_1


*****


__ADS_2