
Siska memandang Heri dengan seksama, dan membayangkan jika nantinya mereka menikah dan hidup berdua...
Dalam Hayalan Siska....
Siska hanya tersenyum dengan menutup mulutnya karena khayalannya.
Heri yang melihat hal itu mulai jahil dengan Siska, dia memasukan makanan sayur ke mulut Siska.
Siska pun tersedak karena kagetnya dan berkata "Ih sayang, kamu buat aku kaget tahu".
Heri tertawa dengan sikap manja pacarnya dan berkata "Yaa habis lihat kamu senyum sendiri, jiwa jahil aku bangun tahu"
Siska kesal dengan sikap pacarnya meskipun begitu dia masih makan dengan lahapnya.
Heri pun mendekati Siska dengan menarik kursinya serta memeluk pacarnya dan berkata "maaf sayang, kamu jangan marah yaa sambil memonyongkan mulutnya".
Siska pun memegang pipi pacarnya karena gemas dengan sikap Heri dan berkata "baiklah, tapi jangan buat aku kesal lagi ya".
Keduanya pun kembali baikan dan merajut cinta mereka dengan pelukan.
Setelah nya Siska harus pulang ke apartemen nya disebabkan banyak tugas yang harus dikerjakan olehnya dan berkata "Sayang, aku pulang dulu ya.
Herlan pun mengantarkan pacarnya sampai ke gerbang dan berkata "hati-hati ya sayang sambil melambaikan tangannya ke Siska".
Siska pun membalas dengan lambaian tangannya.
Di tempat berbeda....
Jeni dan Tara bertemu ditempat tak terduga. Keduanya saling kikuk satu sama lain ,sehingga Jeni yang pergi dari hadapan Tara.
Tara pun menarik tangan Jeni dan berkata "Jen, bisakah kita bicara sebentar".
Jeni pun berusaha melepas tangannya dari Tara, "Tara....lepaskan kamu menariknya dengan sangat kuat".
Tara pun melepaskan genggamannya, keduanya pun berbicara dengan tenang di restoran Love, dan berkata "please jawab pertanyaan gue, alasan kita putus sebenarnya apa? jika aku salah maka akan diperbaiki.
Jeni pun terdiam sejenak dan berkata" semua salah saya Tara, memang saya belum bisa move on dari Heri, namun saat kamu mengucapkan hal itu membuatku berpikir bahwa selama ini kamu menahan sikap keras kepala ku, maka dari itu aku meminta putus atas hubungan ini, saat ini pun saya hanya berfokus kuliah tanpa memulai hubungan dengan siapapun ku harap kamu memahaminya.
Tara pun berusaha mencerna perkataan Jeni dan berkata "Jika demikian kenapa kita harus putus? hal itu kan bisa dibicarakan, terkait aku mengatakan negatif dan membuat mu tersinggung aku sudah meminta maaf berkali-kali tapi jawaban mu hanya diam dan pergi, jadi bagusnya aku harus bagaimana bersikap.
Jeni menghela nafas atas pernyataan Tara tersebut dan berkata "Tara untuk sekarang kita fokus dengan study masing-masing, lagian juga saya sudah memaafkan mu dan diri sendiri jadi tidak ada sesal di antara kita.
__ADS_1
Tara berusaha memegang tangan Jeni, namun Jeni terus menghindar. melihat sikap Jeni, Tara pun mengambil sikap lapang dada dan berkata "Baiklah Jeni saya memahaminya, mungkin bagi kita berpisah adalah hal baik, tapi aku akan tetap menunggu mu hingga kita bersama kembali"
Jeni pun berdiri dan bersalaman satu sama lain bahwa keduanya sudah berdamai dengan diri tapi belum bisa bersama seperti dulu.
" Tara, saya izin duluan yaa karena papa menyuruh pulang" ucap Jeni sambil mengangkat telpon tersebut.
Tara pun berdiri dan menghampiri Jeni dan berkata "bisakah kita baikkan seperti dulu"
Jeni pun menjawab "hanya waktu yang bisa membalikkan semuanya".
Mereka berdua pun berpisah sementara waktu diantara keduanya lebih memilih untuk tidak bersama.
Β
Andara mencari Senja dimana-mana sehingga tidak ditemuinya, saat dilihatnya Andara melihat Senja tengah bersantai di atas balkon dan berkata" sayang, aku mencarimu kemana-mana malah kamu tidur disini".
Senja pun membuka kelopak matanya perlahan dan memeluk suaminya dan berkata "Iyaa sayang, lagi pengen udara pagi, kenapa kamu mencari aku?".
Andara pun mencium kepala istrinya yang selalu merawat rambutnya sehingga membuatnya harum dan berkata "rambutmu pakai apa sih sayang, harum banget".
Senja pun berkata "heheh biasalah sayang perawatan seperti di Indonesia, tiada sulit bagiku tinggal minta dikirimi jadi stok selalu aman".
"aku lagi menyediakan sarapan pagi, bisakah kamu coba sayang" ucap Andara mengajak istrinya ke ruangan makan.
Selesai makan Senja pun mendekati suaminya dan berkata "sayang, tiap pagi saja yaa masaknya sambil mencium pipi suaminya".
Andara hanya tersenyum dengan istrinya yang bertingkah tak biasanya. Andara pun menemui istrinya ke dapur membantu mencuci piring setelah itu Andara mencium istrinya hal itu berlanjut sampai ke kamar hingga keduanya merasakan kenikmatan dunia.
Β
Elka menemui Dara untuk menjaga istrinya dan berkata "sayang, hati-hati dong kalau berjalan kamu kan lagi hamil muda".
Dara pun merapatkan diri ke suaminya dan berkata "selama ada suamiku pasti aku dan bayi dalam perut ini pasti akan selalu kamu jaga.
Elka pun memeluk istrinya yang lucu tersebut atas tingkahnya dan berkata "ke depannya, kalau kamu ada apa-apa bilang ya sayang jangan suka menyelesaikan sendiri".
Dara pun berbisik ke telinga suaminya "oke sayangku".
Keduanya pasangan tersebut menikmati jalan-jalan mereka karena Dara lagi ngidam sehingga Elka hanya menurutinya saja. Ketika mereka lagi asyik berjalan, ponsel Elka berdering....
"Yaa Hallo Ma... kalian dimana sayang, di mall ya gimana kandungan Dara" ucap Mama Elka.
__ADS_1
Elka pun langsung mengarahkan camera ke arah istrinya dan berkata "Hay ma.,, Dara baik kok kami semua lagi jalan-jalan nie".
Mama Elka berkata "jaga kesehatan yaa sayang, jangan sampai kamu kelelahan ingat kalian itu masih proses kuliah".
"Siap mama, mama juga jaga kesehatan ya dengan papa" ucap Elka dan Dara kompak menjawabnya.
Di tempat Berbeda....
Tara terus saja mengikuti keberadaan Jeni, awalnya Jeni tidak mengetahui hal itu. Namun, sesuatu hal hampir saja terjadi padanya. Sehingga Tara yang menarik lengan Jeni dan keduanya terjatuh ke aspal namun naas Kepala Tara membentur sebuah batu dan langsung pingsan ditempat.
Jeni pun berteriak meminta tolong dengan orang sekitar, untuk mengantar mereka ke Rumah Sakit. Setelah ambulance datang tak hentinya Jeni terus menangis karena ada darah di kepala Tara.
Sampilah di Rumah Sakit......
Beberapa jam kemudian....
"Bagaimana dokter kondisi Tara sekarang? Apakah tidak apa-apa?" ucap Jeni sambil menangis dan menunggu jawaban dari dokter.
Dokter berkata "luka kecil saja hanya perlu istirahat untuk pemulihan nya untuk resep silahkan di tebus di apotik".
"Terima kasih dokter" ucap Jeni.
Setelah Jeni berbicara dengan dokter tersebut dia pun menemui Tara, meskipun Tara belum bangun Jeni terus saja memegang tangan Tara takut akan kehilangan nya.
Pintu Kamar pasien pun di ketok dari luar...
"Bagaimana kondisi Tara sekarang Jen?" ucap Mama Tara.
Dokter bilang "Tara harus pemulihan tante dan ini resep obatnya".
"Baiklah kalau begitu Tante ambil resep ini dan menemui dokternya langsung, Jeni jaga Tara yaa" ucap Mama Tara.
"Baik Tante" ucap Jeni menghapus air matanya.
Jeni terus menatap bias wajah cakep Tara yang sabar atas sikapnya. Sehingga dalam hatinya memiliki rasa kecewa sendiri atas ketidakadilan pada Tara.
"Apakah aku harus baikan dan balikan dengan Tara" gumam Jeni dalam hati...
Hujan pun deras membasahi bumi, seolah-olah merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Jeni.
πππππ
__ADS_1
Like and comment yaβΊοΈ