
Pagi harinya...
Senja masih aktivitasnya seperti biasa, membereskan tempat tidurnya karena dia tidak mau tempat tidurnya di bersihkan oleh orang lain, hal itulah yang membedakan Senja dengan wanita lain meskipun dia memiliki segala hal jika berhubungan dengan prinsipnya pasti nggak bakal dilanggarnya.
Senja pun ikut sarapan dengan mama, papa dan suaminya. Di sela sarapan pagi mereka terkadang ada canda tawa dari papa andara, sehingga suasana pagi itu selalu saja cair dengan tawa bersama. Di saat mereka sekeluarga menikmati, dering ponsel Senja berbunyi...
drrt....drtttt...drrrt...
"Ya Hallo Pak Leri, ohw baiklah 1 jam dari sekarang saya akan ke perusahaan yaa, pastikan seluruh karyawan berada di tempatnya" ucap Senja berbicara dengen tegas.
"Baik Nona, dilaksanakan" ucap Pak Leri.
"hihi... emangnya upacara pakai laksanakan segala" ucap Senja dengan gelak tawa.
"heheh... baik saya akan menjalankan tugas ya Nona.." ucap Pak Leri.
"Oke baiklah, ohya Pak Leri sudah sarapan kah di rumah" ucap Senja perhatian kepada Pak Leri.
"Alhamdulillah sudah non, tapi nona senja terlalu banyak mengirimkan hadiah ke rumah" ucap Pak Leri.
"Itu mah sedikit Pak Leri, belum seberapa tugas Pak Leri selama aku di Paris malah lebih banyak, intinya Pak Leri jaga kesehatan ya" ucap Senja.
"baik non.." ucap Pak Leri.
"Ya ampun.. perhatian banget mantu aku dengan pegawainya, luar biasa" gumam Papa Andara dalam hati.
"Senja, pagi ini kamu infeksi kantor ya dan rapat dadakan gitu, keren" ucap papa Andara.
" Iya Pa, jadwal hari ini sampai jam 12 makanya minta temani sama andara karena sore atau malam akan berangkat ke bandara" ucap Senja.
"ohw ada bodygourd toh... heheh" ucap papa andara.
"Iyaa dong Pa, Andara kan sayang aku banget bahkan aku nggak boleh melihat pria lain selain dirinya" ucap Senja sambil memegang muka andara yang cemberut dengan gelak tawa nya.
Keduanya pun selesai makan dan pamit pergi ke perusahaan...
"Saayang... kamu tega banget sih sama aku.. yang cemburuan itu kan kamu" ucap andara sambil memonyongkan mulutnya.
"hihi... kita thu sama-sama keras kepala sayang, jadi cemburuannya sama-sama" ucap senja sambil mencium kening suaminya.
Melihat canda tawa keduanya, orangtua andara sangat bahagia...
__ADS_1
"Pa, mama bahagia melihat mereka berdua semoga keluarga ini dipenuhi barokah 2 bayi yaa Pa" ucap mama mendongak ke arah suaminya.
"Iya Istriku sayang, aamiin" ucap papa andara sambil mencium kening istrinya.
Kedua pasangan itu penuh dengan asmara pagi itu.. Semoga Daun indah selalu bertebaran pada pasangan tersebut..
Di tempat lain...
"Heri, mama dan papa pulang dulu yaa. Kata dokter kamu masih beberapa hari dulu di RS karena kaki mu tahap terapi, mumpung ada Siska yang menemani kamu karena mama harus jaga papa di rumah" ucap mama kepada Heri.
"Iyaa ma nggak apa-apa, jaga kesehatan ya jika Heri udah sembuh nanti pulang" ucap Andara pada orangtua.
"Iya tante nanti Siska akan membuat Heri bisa sembuh kembali dan berjalan" ucap Siska sambil menyalim kedua orangtua Heri.
Mama dan Papa Heri pun pergi meninggalkan ruangan yang ditepati oleh Heri.
Siska pun menyuapi Heri dengan makanan, namun Heri menolaknya.
"Sayang yang sakit itu kaki ku, kalau tangan kan bisa digerakki" ucap Heri sambil makan.
"Baiklah deh sayang, kita makan bareng yaa" ucap Siska sambil makan juga.
Keduanya pun asyik dengan canda tawanya, Heri bukannya melupakan teman-temannya tapi mereka semua sudah menjenguknya dihari pertama baginya itu sudah cukup dan terkadang mereka meminta video call karena semuanya sibuk dengan urusannya.
Siska pun membaca buku, Heri tertarik dengan yang dibaca oleh Siska.
"sayang, kamu duduk disamping aku dong terus aku sambil memeluk kamu" ucap Heri.
"baiklah cintaku" ucap Siska sambil berjalan mendekati Heri ke ranjangnya.
Siska pun membaca buku yang dibacanya sambil memandang Heri. Heri pun terlelap tidur dalam pelukan Siska.
"Ya ampun pacarnya aku, langsung tertidur saja sudah makan" gumam Siska dalam hati.
Siska pun masih melanjutkan buku yang dibacanya hingga dia pun terlelap dalam tidurnya. Padahal suasana hari itu masih pagi.
Dara dan Elka pun kembali ke Austria untuk melanjutkan Perkuliahan perjalanan kesana cukup lama. Yang dilakukan Elka hanya memeluk istrinya karena hingga sekarang Dara hanya menampakkan wajah muramnya. Namun, terkadang Dara tersenyum saat Elka memperlihatkan leluconnya.
__ADS_1
"Sayang, maafin aku ya hari-harimu jadi muram karena keadaanku" ucap Dara berbicara lirih ke suaminya..
"Nggak apa-apa sayang, aku selalu ada untukmu"ucap Elka sambil memeluk istrinya.
Mereka pun menikmati perjalanan keduanya..
"Aku sungguh beruntung mendapatkan suami Elka, dia selalu ada buat aku bahkan tidak bertanya dalam tentang kondisiku kecuali aku yang berbicara" gumam Dara dalam hati.
"Jen, apakah beginie caranya kita harus berjarak" ucap Tara nggak bisa jauh-jauh dari Jeni.
"bukan gitu sayang, selama seminggu lagi fokus ujian dulu ya, kita hubungan melalui ponsel saja dulu buat sementara, karena aku udah diomelin oleh papa" ucap Jeni dalam telpon.
"ehm baiklah kalau gitu, kita akan berhubungan selama seminggu di ponsel, terus kalau makan bareng boleh nggak sayang setelah selesai kuliah" ucap Tara.
"selama di area kampus boleh kok sayang, aku nya nggak dibolehin lama diluar kampus selama ujian dari dulu papa ku emang gitu, jadi sabar ya sayang" ucap Jeni.
"Baiklah sayang, semangat yaa untuk ujian" ucap Tara.
"oke sayang, aku off yaa karena dosennya sebentar lagi akan masuk. See you sayang" ucap Jeni
Di tempat lain...
Senja masih bergelut dengan rapat di perusahaannya. Andara hanya menjadi asisten Pak Leri begitulah Senja meminta suaminya. Karena Andara penurut maka dia lakukan saja, sekaligus buat pengalaman.
"Duuh istriku nie luar biasa, jadikan suaminya asisten, tapi bagus juga sih dari bawah jadi tahu rasanya jadi pegawai" gumam Andara dalam hati.
Seluruh urusan pun sudah kelar, waktu pun sudah menunjukkan pukul 12.30, Senja dan suaminya pun ke Mushola perusahaan untuk beribadah. Setelah dirasa selesai mereka pun kembali dengan segera ke rumah karena ingin berangkat ke bandara. Sebab jam 5 harus disana.
Andara dan Senja pun berpamitan dengan orangtuanya.
Keduanya pun berangkat pukul 14.00 dengan supir pribadi mereka, berharap bisa sampai jam 16.00 karena keduanya sudah memprediksi perjalanan ke bandara. Senja pun tertidur di dalam mobil, di susul andara pun tertidur namun dia tidak nyenyak kadang kala terbangun menanyakan kepada supirnya. Waktu pun benar-benar menunjukkan pukul 15.40 mereka sudah sampai di Bandara.
"Thanks ya sudah tepat waktu, nanti ditambahi bonusnya, Pak Herman jagain papa dan mama" ucap Andara pada sopir keluarganya.
"siap tuan andara" ucap Pak Herman.
Senja dan Andara pun bergegas menuju Bandara sesegera mungkin, setelah selesai mereka pun menunggu beberapa jam untuk menuju ke kabin pesawat.
🍂🌷🌷🌷🍂
__ADS_1
Like and comment ya😊
Terima kasih😊