Dermaga Senja

Dermaga Senja
Kepergian Senja (3)


__ADS_3

Penyembuhan Senja lebih cepat yang diperkirakan, teman-temannya pun telah berkunjung ke rumahnya. Bahkan mereka terkejut dengan rumah Senja, sebab baru kali ini mereka ke rumah Senja.


"Senja, dari atas sini bisa melihat dermaga ya apalagi jika di sore hari senja terlihat cantik" ucap Jeni.


"Iya spot dari atas sini bagus juga untuk melukis" ucap Andara.


"Bagus juga nie buat mengembangkan novel dengan judul "dermaga senja" ucap Elka.


"Ahhh kalian betiga nie itu mah udah biasa, ada yang lebih baik lagi jika digabungkan dark konsep kalian melukis aku di saat senja menjelang" ucap Heri sambil tertawa terbahak-bahak.


Mereka pun tertawa secara bersamaan, namun mereka tidak tahu akan kehadiran Dara menuju ke balkon atas, saat mereka membicarakan Dara. Dara pun mendengarnya.


"Senja, kamu tahu nggak kabar Dara. Kita sulit banget bertemu diluar dengannya" ucap Jeni penuh tanda tanya.


"Aah sungguh tidak tahu, tapi bukankah ini sudah seminggu bukan kah hukumannya sudah selesai ya" ucap Senja.


Teman-temannya membicarakan Dara, mereka kangen kebersamaan dengannya. Lebih lagi Senja akan segera pergi ke Inggris untuk bersekolah disana. Dara pun mendengar percakapan mereka, dan meneteskan air mata mendengar percakapan teman-temannya.


"Kalian kok tega banget, nggak ngajak aku kumpul-kumpul" ucap Dara sambil menghapus air mata.


"Kok loe bisa tahu kita disini" ucap Heri.

__ADS_1


"Gue nanya sama Elka, Elka keceplosan dan mengatakan kalian dirumah Senja" ucap Dara.


"Sudah-sudah itu bukan hal yang penting sekarang, karena kalian semua sudah datang kita makan sore ya. Makanan sudah disipakan dibawah" ucap Senja.


Mereka pun turun ke lantai bawah menuju tempat makan yang diucapkan oleh Senja.


"Waah, kamu dekor sendiri Senja kolam nie ada set tempat makan nya" ucap Jeni.


"Ehm nggak juga sih, rumah ku terkadang dijadikan tempat lokasi perfilman jadi beberapa perabotan masih punya mereka begitu" ucap Senja.


"Lah kok bisa ada syuting film dirumah, apakah dipakai sesekali atau gimana" ucap Dara.


"Gueee laapar, hayooo dong makan ngomong mulu' kalian" ucap Elka memecahkan suasana.


Akhirnya mereka pun bersama serta berkumpul menikmati kebersamaan di hari itu. Ada canda tawa serta berbagai hal lucu yang terjadi. Hingga mereka memainkan sebuah games tantangan atau nyatakan.


"Nah, botol itu ngarah ke kamu Elka, hayooo mau ungkapkan atau tantangan" ucap Jeni.


"Nyatakan deh..." ucap Elka.


"Gue...guee... yang bertanya apakah di sini ada kamu sukai Elka" ucap Heri.

__ADS_1


"Ada dong, gue kan cowok normal" ucap Elka.


"Lalu siapa orangnya?" ucap Heri penasaran.


"Kan tadi peraturan nya cuma jawab satu pertanyaan" ucap Elka sambil mengulurkan lidahnya.


Botol itu pun segera berputar ke arah Heri. Sontak Jeni menunjukkan tangannya tapi Dara lebih dulu.


"Heri, apa yang loe suka dari Jeni" ucap Dara sambil senyum-senyum lihat Jeni.


" Karena dia cantik dan berlapang dada dengan sikapku" ucap Heri.


Teman-temannya pun bersorak-sorak atas pernyataan Heri tersebut membuat Jeni malu-malu sendiri. Suasana di hari itu membuat Senja dan Dara sangat bahagia, meskipun Menghitung hari Senja akan meninggalkan mereka. Meskipun demikian sahabat-sahabatnya tetap akan selalu bersama nya. Di sela kebahagiaan mereka. Dering ponsel Senja berbunyi.


Senja pun mengangkat telpon tersebut dan video call. Senja pun langsung berkomunikasi dengan orang tersebut dalam percakapan bahasa spanyol. Teman-temannya takjub dengan keahlian Senja, lagi-lagi teman-temannya merasa kerdil dihadapannya dia seorang yatim piatu harus menguatkan diri menggaji para karyawannya yang sudah mencapai puluhan ribuat di berbagai kota di Indonesia.


"Dara, gue benar-benar merasa kerdil dihadapan Senja. Dia hidup sendiri namun harus kuat menghadapi dunia ini, semoga Senja bertemu jodoh yang sepadan dengannya" ucap Jeni.


"aamiin... kita selalu mendoakan yang terbaik buat Senja" ucap Dara.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2