
Sky dan Senja pun menyusuri jalan kota dengan mobil sport yang dimiliki oleh Sky. Akan tetapi lagi-lagi Senja merasa ada seseorang yang menguntit mereka dari belakang.
Tampak wajah Senja membuat Sky bertanya-tanya.
"Senja dari tadi wajah kamu menampakkan sebuah kegelisahan, coba katakan ada apa?" ucap Sky melepaskan kemudinya dan mobil tetap bisa berjalan penuh.
"Sky, mobil kamu kok kamu lepas kemudinya," ucap Senja khawatir.
"Tenang mobil ini bisa berjalan sendiri kok, sudah dari sistemnya, ayo katakan hal apa yang membuat mu gelisah sejak kita keluar dari apartemen? karena sekarang kamu ada di sisiku jadi sudah jelas aku harus menjaga mu," ucap Sky menjelaskan.
"Ehm nggak ada kok," ucap Senja mengalihkan mata nya ke tempat lain.
"Katakan saja Senja, kalau kamu gelisah begini, aku bingung menerka apa gitu? jika ada sesuatu yang membuat mu gelisah tinggal di apartemen itu, lebih baik tinggal di rumah mama ku saja," ucap Sky mengatakan sambil fokus mengemudi.
"Ehm, ada sih tapi kamu fokus mengemudi nya dulu, kasian Maudy dan Maura nunggu di mall, sambil menjajakan bakat mereka," ucap Senja mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah jika kita selesai dengan urusan keduanya kamu janji akan cerita dengan ku, kalau tidak aku akan memaksa mu untuk memiliki bodyguard," ucap Sky menjawab dengan tegas.
Senja pun terdiam dengan perkataan Sky, jika Sky sudah bicara serius tidak bisa lagi menjawabnya, sehingga Senja hanya terdiam saja saat Sky menjawab begitu.
[Ehm, sepertinya aku harus jujur dengan Sky, kalau nanti dia mengirim bodyguard kan bisa berabe itu, aku bisa malu jika dilihat orang lain] gumam Senja dalam hati.
"Okey sebentar lagi kita sampai Senja, kamu sedang berpikir kan bagaimana mengatakan isi hatimu, maka aku akan menunggu setelah urusan kita dengan Maudy dan Maura, karena bagi ku saat ini kamu adalah prioritas ku setelah mama dan Saga," ucap Sky sambil fokus menuju parkiran.
Senja pun hanya menelan ludah mendengar ucapan Sky berkali-kali tentang dirinya ingin mendengar kegelisahan hati Senja.
Sesampainya di mall keduanya sudah melihat Maura dan Maudy menjajakan jasa mereka.
"Maura dan Maudy, hayo ikut Kak Senja dan Kak Sky," ucap Senja menyapa Keduanya.
__ADS_1
"Baik kak," ucap Maudy ramah.
Maura adalah kakak dari Maudy, tipekal Maura pendiam dan sangat jarang bicara dengan orang lain sedangkan adiknya sebaliknya dari Maura. Maudy tipekal suka bicara dan ramah pada semua orang.
Keduanya pun di ajak ke sebuah restoran untuk membicarakan beberapa hal terkait bakat yang harusnya dikembangkan. Sesampainya di restoran mereka memesan beberapa makanan.
Sky sebagai lelaki pun memulai pembicaraan tersebut.
"Maura dan Maudy perkenalkan, saya Sky panggil saja begitu, saya berkeinginan memasukan kalian berdua ke bagian seni bakat, jika Maura sudah terlihat bisa melukis tinggal di arahkan agar lebih menarik, dan Maudy bakat kamu apa?" ucap Sky bertanya pada Maudy.
"Haha, Maudy hanya menemani Kakak Maura saja, karena Kak Maura belum bisa beradaptasi setelah peristiwa tersebut sehingga tugas ku hanya mendampingi Kak Maudy, ehm kalau bakat sih seperti nya lebih ke desain saja sih kak," ucap Maudy menjawab.
Maura mendengar hal itu pun ikut berbicara walau terbata-bata.
"I-ya, Maudy suka sekali mendesain apa-pun," ucap Maura menjawab terbata-bata karena baru itu dia bicara banyak dengan orang lain.
Maudy bahagia melihat kakaknya bicara banyak dengan orang lain.
"I-yaa, mereka orang baik, me-reka tidak mungkin meni-pu kita," ucap Maura meneteskan air mata.
"Maura jangan sedih lagi ya, ke depannya Kak Senja dan Kak Sky akan menjaga kalian, sekarang makanan kita sudah sampai, jadi kita makan dulu setelah nya kita bicara," ucap Senja memperlihatkan keduanya dengan dirinya yang memulai.
Sky tersenyum melihat keramahan Senja. Tampak ada saos yang melekat pada ujung bibir Senja, sehingga Sky membersihkan nya secara repleks. Kedua kakak beradik tersebut tersenyum melihat perhatian Sky terhadap Senja.
Tampak seseorang yang melihatnya keduanya terbakar api cemburu.
[Ih, kenapa juga Sky membersihkannya harusnya aku yang berada di samping Senja?] teriak Andara dalam hati sambil melihat keduanya.
Senja pun hanya tersenyum malu-malu dan kembali makan tanpa memperdulikan perhatihan Sky yang berlebihan menurutnya. Sky pun malu melihat tingkah nya, akan tetap naluri lelaki nya yang melindungi wanita yang disukainya itu lah terjadi pada Sky.
__ADS_1
Setelah hal itu mereka pun melanjutkan makanan mereka. Setelah usai mereka pun membicarakan keberlanjutan nya. Dan Sky menjelaskan niat mereka berdua. Mendengar hal itu Maura dan Maudy sangat bahagia, hingga Maudy sendiri yang berkat.
"Te-rima kasih Kak Sky dan Kak Senja, sudah memberi kita ke-sempatan langkah i-ni, kita berdua ber-janji, siap ditempatkan di perusahaan mana-pun," ucap Maura tampak bahagia.
Hal yang sama dilakukan Maudy yang sangat bahagia, kalau keduanya akan di sekolah kan di bagian seni bakat sesuai keahlian mereka.
"Maudy siap Kak, bahkan di beri tantangan pasti akan Maudy jalankan dengan bahagia, oh ya kak, apakah kita akan tinggal di asrama," ucap Maudy bertanya.
"Di akademi tersebut kalian akan bersekolah di sana selama satu tahun, otomatis sudah ada asrama, selain itu ada kegiatan ekstrakurikuler lainnya, akan tetapi walau sekolah tersebut milik Kak Sky, kalian akan tetap mengikuti seleksi tes yang akan melihat bakat perkembangan kalian sampai mana," ucap Senja mengatakan.
"Baik Kak, kalau begitu apa saja yang akan siapkan?" ucap Maudy.
"Kakak sudah mengirim syarat kalian, jangan lupa lusa Kak Sky dan Kak Senja akan menjemput kalian untuk tinggal di asrama, akan tetapi besok kalian harus ikut tes nya, nanti di jemput oleh Kak Senja dan Kak Sky ke kosan kalian," ucap Sky menambahi perkataan Senja.
"Siap kak kalau begitu," ucap Maura bicara sambil tersenyum.
"Oh ya Kak Senja sudah mengirim soal tes nya lebih kurang seperti itu, walau soalnya berbeda setidaknya kalian tidak terkejut nantinya," ucap Senja mengatakan pada keduanya.
"Terima kasih Kak Senja atas kebaikan kalian berdua," ucap Maura dan Maudy memeluk Senja.
"Baiklah kalau begitu kita pulang ya, waktu sudah menunjukkan sore hari, Maura dan Maudy kita antar ke rumah kalian ya, dan ini bingkisan buat kalian makan serta ini uang selama ketiga harinya kita menjemput kalian setelah besok tes awal," ucap Sky memberikan bingkisan makanan serta uang tunai.
"Terima kasih banyak Kak Sky atas kebaikan nya, begitupun dengan Kak Senja, semoga hubungan kalian berdua sampai ke pelaminan," ucap Maura dengan senyuman manisnya.
Keduanya pun salah tingkah dengan ucapan Maura.
🍁🍁🍁🍁🍁
penasaran, like comment, gift dan vote
__ADS_1
terima kasih🤭🍁