Dermaga Senja

Dermaga Senja
Bertahan


__ADS_3

Tara pun memeluk Jeni dengan sangat erat dan berkata ;


"*aku ke Austria ada urusan sebentar hanya 3 hari kok, kamu jangan laki melukai dirimu lagi yaa, terus kalau keluar rumah harus pakaian tertutup, tubuh terlalu bagus dilihatkan ke orang lain" ucap Tara masih memeluk Jeni.


"baik tapi hubungan kita..." ucap Jeni.


"stop... biarkan saja aku mengatakan "Jeni maukah kamu menjalin hubungan sebagai calon tunangan ku" ucap Tara tersenyum kecil ketika dia melepaskan pelukannya pada Jeni.


"mau..." ucap Jeni memeluk kembali Tara.


"Jeni.. aku disana mewakilkan papa, karena papa tidak bisa datang, sebenarnya aku mau kamu ikut, tapi papa tidak mengizinkan jika kamu belum jadi istriku, sampai sekarang orang tua masih menganggap kita pacaran, maka bersabar yaa sayang dalam waktu dekat aku akan ke rumah mu untuk kita bertunangan dan menikah" ucap Tara.


"kamu serius Tara... aku hanya mengingat mu, masa lalu sudah lama ku pendam" ucap Jeni menjelaskan.


"oke sayang... aku pergi yaa, kamu jaga diri ya, nanti aku sesekali menghubungi jika disana.. see you and love you Jen" ucap Tara melambaikan tangan dari dalam mobil, Jeni pun membalasnya dengan lambaian tangan juga*.


Jeni pun memasuki rumahnya dengan lutut terluka. Tara pun video call dengan Jeni dan di angkat oleh Jeni...


"awaas yaa kalau aku udah pulang lutut kamu sudah sembuh kalau nggak aku benaran merasa bersalah" ucap Tara mengancamn dengan senyuman.


'heheh kamu lucu kalau ngancam pakai senyuman" ucap Jeni senyum terkekeh-kekeh.


"yaa udah ya Jeni ku tersayang, aku mau fokus dengan naskah dari papa ya, see you Jeni and love you" ucap Tara dengan tersenyum kecil, Jeni hanya malu-malu melihat sikap manis Tara.


Jeni pun kembali ke kamarnya dan menjutkan tugas perkuliahan nya.


"argh... tugas kuliah ku banyak banget mana deadline semua" ucap Jeni histeris.


Mama Jeni pun menghampiri kamarnya...


"ada apa sayang, kamu baikkan?" ucap Mama Jane.


'heheh... iya baik ma, maaf tadi teriak" ucap Jeni senyum kecil.


"oke kalau gitu mama kembali ke kamar yaa" ucap Mama Jane.


***


Siska masih sibuk dengan pekerjaan ke sebuah perusahaan, begitupun dengan Heri hingga suatu ketika keduanya penat dan lelah..


"*argh... rindu banget dengan Siska" gumam Heri dalam hati.


'sibuk apa yaa Heri sekarang, tapi takut mengganggu nya" gumam Siska dalam hati*.


Hingga malam pun tiba tidak ada diantara mereka yang menelpon duluan, hingga Heri tiba-tiba terpencet menelpon Siska.

__ADS_1


"malam sayang... gimana kabar kamu?" ucap Heri dalam panggilan tersebut.


"gue baik Heri... gimana proyek sudah sampai dimana nie?" ucap Siska bertanya.


"lagi progress sih, besok rencana mau ngajuin planning, doain ya Siska" ucap Heri.


"pasti dong doian' ucap Heri.


Keduanya terdiam untuk sesaat. Tiba-tiba mereka berbicara bersamaan..


"aku rindu' ucap keduanya.


Setelah pernyataan itu keduanya tertawa dengan lepas seolah-olah ada hal yang lucu bagi keduanya.


***


"Maa... maaf merepotkan mama menjaga bayi kami" ucap Dara pada mertua nya.


"tidak apa-apa, mama di sini hanya beberapa hari saja, kalian berdua sudah mama ajarin kan bagaimana mengasuh si kecil boy" ucap Mama Elka.


"yups ma, kami sudah belajar... terima kasih atas ilmunya.. kami pergi dulu yaa ma" ucap Elka.


"makasih ma" ucap dara mencium tangan mama Elka.


"sayang nanti kabari yaa kalau kamu pulang aku pengen berduaan dengan kamu' ucap Elka manja.


'tapi mama gimana? " ucap dara.


"aku udah izin dengan mama di bolehin asal kita membeli sesuatu" ucap Elka memegang pa** istrinya.


"aaaah.... iih sayang ini dalam bis jangan mikir mesum deh, kita kan ada presentasi hari ini" ucap dara memukul tangan suaminya.


"jadi.. mau ya... atau aku lalui nya disini sayang, biar ada sensasi baru" ucap Elka menggoda istrinya.


" iiih...." ucap dara mencubit pinggang suaminya.


"aww... sakit sayang" ucap Elka meringis kesakitan.


"oke nanti aku kabari, kita barengan ke lokasi yang kamu tentukan ya" ,ucap dara kembali fokus.


"Yee... horee" ucap Elka, seperti dapat hadiah besar dari istrinya.


Setibanya di kampus keduanya fokus dengan perkuliahan. Hingga waktu pun cepat berlalu Dara lupa menghubungi suaminya, hingga dering ponselnya pun berbunyi...


"sayang, coba kamu lihat ke depanmu" ucap Elka.

__ADS_1


Dara pun langsung melihat Elka dari kejauahan. Elka mampu membuat suasana kaku menjadi mencair, karena sifat Elka itu lah yang membuat Dara yang dulu memiliki ego yang tinggi mengurangi level ego nya demi kebahagian keduanya dan anak mereka.


'*hey istri ku, kamu sedang melamuni apa?' ucap Elka dengan penuh senyuman.


"mikirin kamu lah, seisi dunia ini hanya 2 orang laki-laki yang ku pikirkan suami ku dan anakku" ucap dara*.


Elka pun mendekat dan mencium kening istrinya. Dara yang melihat sikap Elka pun pun memeluk suaminya. Dara benar-benar bahagia dengan semua ini.


"*Tuhan... jangan lagi renggut kebahagiaan ku, cukup suami dan anakku hingga maut menjemput kami, satukan kami dalam ikatan cinta kami dan berkahi setiap perjalanan kami" gumam dara dalam hati.


"plaak...' jentikkan tangan suaminya mendarat ke kening istrinya.


"awww...sakit sayang " ucap dara.


"makanya jangan melamun.. maaf ya sayang, hayoo kita istirahat di tempat yang membuatmu nyaman" ucap Elka*.


Selama di perjalan ditempat yang dituju Elka terkantuk. Melihat suami tertidur, Dara pun berselancar di sosial media. Hingga tanpa sengaja dia melihat gambar yang membuatmu menginginkan suaminya. Bahkan, ketika suaminya tidur Dara hanya meneguk air liurnya saja.


*cluuup.....


ciuman pun mendarat ke bibir suaminya, Elka merasa seperti di mimpi hingga dia melu*** Saliva istrinya hingga keduanya terbuay dalam kenikmatan tiada Tara*.


Dara pun berhenti karena sebentar lagi mereka akan sampai ditempat mereka tuju.


***


Andara dan Senja pun sudah baikan, Senja mempertahankan rumah tangga demi kebaikan semuanya. Toh, juga baru setahun mereka menikah meskipun belum memiliki anak setidaknya kedua masih memiliki cinta satu sama lain..


"Senja... hari ini kamu mau kemana?" ucap Andara.


"kita berduaan saja kemana sayang, selama membuat kita bahagia satu sama lain" ucap senja.


Andara dengan penuh senyuman pun memesan hotel terdekat dari apartemen mereka. Mendengar ide Andara, senja hanya menggangguk pelan atas kemauan suaminya..


Setelah keduanya beristirahat sejenak di apartemen mereka, Andara pun mengajak istrinya untuk mandi terlebih dahulu sebelum mereka ke hotel. Senja pun hanya mengikuti kemauan suaminya. Setelah selesai keduanya pun pun menuju hotel yang di tuju.


Karena Andara tidak sabaran, dia pun mencium istrinya dengan penuh gairah. Senja mendapatkan hal itu pun menikmati setiap ciuman dari suaminya. Hingga keduanya terbawa suasana dan menikmati malam berdua dengan kenikmatan tiada Tara...


"*inikah yang dinamakan nikmat dunia sayang" ucap senja dengan suara yang gelagapan menahan rasa nikmat.


"iiiiyaa sayang... nikmati saja setiap sentuhan suami mu" ucap Andara memberi kenikmatan pada istrinya...


Sensor*........


🍁💐💐💐🍁

__ADS_1


__ADS_2