Dermaga Senja

Dermaga Senja
Tragedi


__ADS_3

Senja pun selalu mengulang mimpinya itu kepada suaminya, meskipun mereka baru 3 hari berada di Paris. Senja selalu sibuk bertanya tentang mimpinya itu. Hingga Andara kesal kepada istrinya. Awalnya dia menurut dan selalu mengabarin istrinya, lama kelamaan dia tidak mengabarin istrinya seharian itu..


Hingga peristiwa itu terjadi...


"Kok Andara tidak bisa dihubungi sih" ucap Senja dengan wajah yang khawatir.


Senja khawatir hingga berusaha mencari Andara kemana-mana, padahal Senja belum hapal daerah yang dia telusurin.


Andara di tempat lain...


"Hey andara, ini udah sore ngga ada yang mencari loe apa" ucap Kevin teman kuliahnya andara.


"iyaa yaa, ponsel gue nonaktifkan nie, mungkin ada pesan dari my wife" ucap Andara.


"oke kalau gitu gue pulang duluan ya, lain kali kita lanjut lagi diskusinya"ucap Kevin.


Saat Andara mau menghubungi Senja, Andara dipanggil oleh dosen sehingga ponsel dalam keadaan aktif namun di silent.


Senja kala itu masih menyusuri jalan, dia pun memesan taxi menuju kampusnya andara. Sekitar setengah jam dia pun sampai di kampus andara. Namun sayang, andara tidak berada di tempat. Bahkan Senja bertanya kepada beberapa teman dan para dosen disana. Yang mengatakan bahwa andara sudah keluar sore tadi sekitar 1 jam yang lalu. Senja pun pergi dengan langkah gontai dengan kondisi tubuhnya yang tidak sehat, suara klakson sudah disembunyikan oleh seseorang namun Senja tidak mendengarnya. Dia pun hampir tertabrak dan jatuh pingsan dengan bersimbah darah.


Kevin yang ternyata belum pulang karena mengambil sesuatu barang melihat kerumunan itu dan langsung berinisiatif mengantar Senja ke RS terdekat kampus.


Kevin pun meminta teman-teman membantu memopong Senja untuk ke mobilnya. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, sekitar 15 menit sudah sampai di RS dan ditangani oleh dokter.


Kevin pun berusaha menelpon Andara namun tidak diangkat dia pun memberikan pesan kepada Andara.


Saat itu Andara tengah berbicara dengan dosennya. Pesan yang dikirim oleh Kevin sudah berlalu satu jam. Hingga Andara membuka ponselnya, betapa terkejutnya dia mendapati hal itu. Dia pun berlari menuju mobilnya dengan cepat.


"Sorry, kamu Senja istrinya Andara kan" ucap Kevin memulai percakapan karena Senja baru sadar setengah jam yang lalu.

__ADS_1


"ehm iya, terus bagaimana keadaan Andara?" ucap Senja.


" seperti dia sudah pulang, tapi saya hubungi tidak diangkat juga, mungkin lagi sibuk, ohya saya Kevin" ucap Kevin memeperkenalkan diri.


"ohya thanks ya Kevin sudah mengantarkan ke RS, apa kata dokter tentang kondisi saya" ucap Senja.


"kata dokter, kamu perlu isturahat beberapa hari karena kaki mu masih terkilir" ucap Kevin.


"oh begitu baiklah" ucap Senja.


Lama mereka ngobrol meskipun garing sudah 2 jam berlalu Andara belum tiba juga...


Dua jam berlalu....


"Senja saya izin pulang ya, tadi saya dapat kabar dijalanan macet dan andara menuju ke sini sebentar lagi" ucap Kevin.


"Baik terima kasih Kevin" ucap Senja.


"Sayang maafin aku" ucap Andara.


Saat itu Senja berpura-pura tidur, dia sengaja untuk tidak berbicara dengan Andara. Melihat andara baik-baik saja dia sudah cukup senang.


"Sayang maafin aku" ucap Andara berulang-ulang perkataannya.


Hingga keduanya terlelap dari tidurnya..


Pagi pun tiba...


Saat itu Senja mau bangun dan menuju kamar mandi...

__ADS_1


"awwwww" teriak Senja kesakitan.


Andara pun bangun dan melihat istrinya serta memopongnya ke kamar mandi...


" sayang, maafin aku ya" ucap Andara.


Senja masih mode diam, setelah selesai dia pun berjalan sendiri namun langsung di gendong suaminya meskipun Senja memukulnya dan meronta-ronta. Senja puk kembali berbaring dikasur.


"sayang, kalau kamu mau memukul aku, silahkan lakukan saja, asal kamu mau berbicara denganku" ucap Andara.


Senja masih mode diam...


Hingga dering telpon berbunyi dari Pak Leri..


"Oke Pak kita lanjut rapatnya setengah jam lagi ya, saya akan mempersiapkan diri dulu" ucap Senja.


Senja pun mengganti pakaian tidurnya dengan kostum kerja serta menata wajahnya serta rambutnya dan mempersiapkan alat rapat, karena dia sudah meminta tolong dengan Kevin mengambil barang-barang dari rumahnya. Andara melihat itu hanya terdiam.


"sayang aku mau bicara" ucap andara kepada istrinya.


"nanti kita akan bicara ya sayang, kamu mandi dan makanlah serta gantilah pakaianmu kembali ke rumah, okey" ucap Senja berbicara dengan Andara namun dia tidak memandang suaminya.


Hati andara sedih pertama kali dia melihat wajah kecewa dari Senja.


Andara pun menuruti kemauan istrinya. Senja kembali ke zoom rapatnya sedang andara keluar makan, mandi dan berganti pakaian...


Bagaimana kelanjutannya? Apakah hubungan mereka akan harmonis?


Like and comment ya😊

__ADS_1


Terima kasih😊


__ADS_2