
Andara benar-benar menghilangkan trauma nya yang takut menggendarai motor. Salah satu kegigihannya dia mengikuti saran dari Senja untuk ke psikolog guna terapi. Meskipun ke psikolog atas nama Senja, karena Andara nggak mau diketahui siapapun. Namun, teman-teman nya malah curiga atas kedekatan keduanya. Terutama Elka yang mengamati keduanya tengah ngobrol asik urusan serius.
Andara dan Senja terus mengelak bahkan mengatakan bahwa keduanya ada urusan bisnis. Namun, Elka dan Dara tidak percaya dengan alasan keduanya. Andara dan Senja terus saja dicerca pertanyaan membuat Andara tidak tahan dengan tingkah teman-temannya. Senja bahkan mengatakan tak perlu dihiraukan atas sikap semua teman-temannya.
"Andara, jangan ungkapin sekarang. Nanti, akan ada waktunya semua terungkap. Pastikan kamu sembuh dulu baru memberi tahu mereka" ucap Senja.
Andara pun mengikuti yang dikatakan Senja. Mereka pun melalui terapi psikolog itu dengan sangat serius dan gigih. Karena trauma Andara hampir mencelakai seseorang.
Ketika terapi ada saja masa lalu Andara. Semua tingkahnya dilihat oleh Senja, karena Andara tidak mau jauh dari Senja. Psikolog hanya mengikuti kemauannya meskipun ketika terapi tidak boleh ada orang luar.
"Aaaaghhh,,, ttiiiidaaakkk.... jaaaangaaan" ucap Andara teriak dalam mimpinya.
Andara pun terbangun dari mimpinya. Andara pun berbicara dengan psikolog tersebut, psikolog pun menanyakan beberapa hal terkait mimpinya tersebut. Salah satu pernyataan dari psikolog Andara harus bertemu dengan sahabatnya itu di Malaysia, agar trauma Andara hilang.
Andara pun berbicara dengan Senja, dia bingung membuat alasana kepada orangtua dan teman-temannya. Dan Senja hanya memberi satu solusi mengajak teman-temannya makan dirumah Andara dengan begitu teman-temannya tidak menaruh curiga dan kebetulan 3 hari milad nya Andara. Andara pun menyetujui saran dari Senja.
Malam pun tiba, Andara mengahak kedua orangtuanya berbicara guna merayakan ultah nya padahal selama ini Andara tidak suka yang berbau pesta. Orangtuanya pun menyetujui dan dia hanya mengajak teman terdekatnya saja karena ada hal yang ingin dibicarakan.
__ADS_1
Di Sekolah andara mengajak teman-temannya di kantin dirinya, Senja, Elka, Dara, Jeni dan Heri mereka sengaja dikumpulkan untuk datang ke ultah nya Andara.
"Lah tumben loe mau merayain ultah loe, biasanya loe antipati dengan pesta" ucap Heri.
"Iya bener yanh dikatakan Heri, apakah ada hal lain yang mau loe katakan ke kita" ucap Dara.
Teman-temannya pun penasaran dengan sikap Andara. Andara pun menjawab pertanyaan teman-temannya.
"Heheh... hanya kalian dan orangtua gue saja di undang makan malam pas ultah gue, gue hanya bersama kalian aja malam ultah gue" ucap Andara dengan penuh senyuman dan tawa.
"Yaaa sudahlah gak apa-apa, yang penting malam minggu nanti kita pesta meskipun sekedar makan-makan" ucap Elka.
Elka pun menarik lengan Andara.
"Andara, loe punya trauma yang ingin disembuhkan ya, makanya loe mau bilang ke kita" ucap Elka.
"Kata siapa, gue baik-baik saja kok" ucap Andara.
__ADS_1
"Nggak ada kata siapa-siapa sih, gue pernah lihag loe di psikolog Mike, beliau itu masih keluarga gue. Emang sih psikolog Mike nggak bilang apa-apa, tapi selama ada orang memasuki ruangannya berarti sedang konsultasi begitu pikir gue" ucap Elka.
"Lihat lah kabar malam minggu nanti ya Elka" ucap Andara.
Percakapan mereka pun berakhir karena bel masuk kelas telah berbunyi.
--------------------
Malam minggu yang dinanti oleh teman-teman Andara pun datang. Mereka melakukan berbagai kegiatan dari memanggang ayam panggang, menyajikan makanan dan lain sebagainya. Membuat moment itu terasa nyata, mereka pun melahap makanan yang disajikan dengan hati senang. Namun, Jeni menyeletuk saat mereka makan.
"Andara kamu bilang mau bilang sesuatu ke kita, kita sudah makan nie jadi kapan pemberitahuannya kita penasaran banget" ucap Jeni dengan raut penuh penasaran.
"Nanti, jika kita sudah makanan penutup. Pasti akan gue umumkan" ucap Andara.
Makanan penutup pun tiba mereka perlahan menyantapnya dan menatap wajah Andara. Andara pun berbicara di depan orang tua dan teman-temannya. Andara pun menceritakan semuanya kepada mereka dan rencana nya yang akan pergi ke malaysia dalam waktu dekat.
Mama dan Papa nya pun memeluk erat Andara, mereka merasa menjadi orangtua yang tidak tahu apa-apa tentang Andara. Begitupun sahabatnya yang laki-laki memeluknya dan memberinya semangat dan yang perempuan hanya memberikan motivasi atas kegigihan Andara atas penyembuhan trauma nya. Semua teman-temannya pun mendukungnya. Malam itu dipenuhi dengan tangisan air mata padahal bulan dan bintang lagi menampakkan wajah indahnya.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷